Advertisement

Perkuat Persahabatan Indonesia-Australia, Presiden Jokowi Kutip Kalimat Musisi Jimmy Little

Perkuat Persahabatan Indonesia-Australia, Presiden Jokowi Kutip Kalimat Musisi Jimmy Little
Jokowi ke Australia (Foto: Biro Pers Kepresidenan)
Editor: Malda Hot News —Senin, 10 Februari 2020 17:33 WIB

Terasjabar.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia dan Australia akan bertransformasi menjadi pemain besar di kawasan dan dunia pada 2050 mendatang.

Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, sejak pagi tadi, Senin (10/2/2020), Jokowi berada di Gedung Parlemen Australia di Canberra.

Diawali pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, bertemu dengan Ketua Oposisi Australia, berbicara di hadapan anggota parlemen Australia, dan diakhiri dengan menghadiri jamuan santap siang.

Sebelum memberikan pidato di hadapan anggota parlemen, Jokowi terlebih dahulu bertemu dengan Ketua House of Representatives Australia Tony Smith dan Presiden Senat Australia Scott Ryan.

Tak lama setelah itu, Jokowi berjalan menuju House of Representatives Chambers Gedung Parlemen. Tampak Presiden Jokowi duduk di bagian depan, berada dekat dengan Ketua House of Representatives Australia. Setelah mendengar sambutan PM Scott Morrison dan Ketua Oposisi, Jokowi menyampaikan pidatonya.

Jokowi

Mulai dari hubungan kedua negara yang semakin erat, adanya persamaan di antara kedua negara, hingga jelang kemitraan satu abad kemitraan Indonesia-Australia disampaikan Presiden Jokowi dalam pidatonya.

"Tahun 2050, satu abad umur kemitraan kita adalah momen krusial. Pada tahun 2050 Indonesia dan Australia akan bertransformasi menjadi pemain besar di kawasan dan dunia," ucap Jokowi.

Di akhir pidatonya, Jokowi mengutip kalimat musisi Jimmy Little, artis Aborigin Australia… "We are all gifted with the opportunity to succeed. But you get further if you extend the hand of friendship."

Melalui persahabatan yang tulus maka hubungan Indonesia dan Australia, ucap Jokowi, bukan saja bermanfaat bagi kesejahteraan kedua negara, namun juga bagi kawasan dan dunia keseluruhan.

Setelah mendengarkan pidato dan saat Presiden Jokowi kembali ke tempat duduknya, para anggota parlemen dan juga undangan yang hadir memberikan standing ovation yang cukup lama.

Saat akan meninggalkan House of Representatives Chambers Gedung Parlemen, Presiden Jokowi diperkenalkan kepada beberapa anggota kabinetnya oleh PM Morrison.

Agenda terakhir Presiden Jokowi di Gedung Parlemen adalah menghadiri jamuan santap siang bersama PM Morrison di Great Hall. Sebelum memulai santap siang, Presiden Jokowi tampak sempat bersalaman dan berbincang-bincang dengan mantan PM Australia Malcolm Turnbull.


Setelah menikmati santap siang, Presiden Jokowi dan rombongan kembali ke hotel tempat menginap untuk menghadiri Indonesia-Australia Business Roundtable yang merupakan agenda terakhir sebelum kembali ke Tanah Air.

(edi/Okezone)

Jokowi Presiden Australia Jimmy Little


Related Post



Loading...