Advertisement

1.700 Warga Kota Cimahi Terdeteksi Menderita TBC

1.700 Warga Kota Cimahi Terdeteksi Menderita TBC
ILUSTRASI batuk.* /Pixabay
Editor: Dea Teras Cimahi —Senin, 10 Februari 2020 09:10 WIB

Terasjabar.id - SEDIKITNYA 1.700 orang di Kota Cimahi pada tahun 2019, terdeteksi menderita Tuberculosis (TBC). Kebanyakan dari mereka rata-rata berusia produktif.

"Total kasus TB yang ditemukan tahun 2019, ada 2.377 pasien. Sekitar 1.700 orang diantaranya warga Cimahi, sisanya orang luar Cimahi yang berobat di Cimahi. Kebanyakan Kelompok usia 15-24 tahun," ungkap Kepala Skeis (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Romi Abdurakhman saat dihubungi, Minggu (9/2/2020).

Dijelaskannya, TBC merupakan penyakit menular langsung yang ditularkan antar manusia, lewat semburan dahak dan udara.

"Penularan TBC sangat mudah melalui batuk atau bersin. Karena itu perlu etika saat batuk, katanya.

Jika batuk, kata Romi, harus tutup mulut dengan menggunakan sapu tangan sendiri atau tisu. Jangan menutup mulut dengan tangan kosong, karena berisiko menularkan TBC dari tangan tersebut.

"Pakailah tisu (saat batuk), buang tisu jangan di sembarang tempat, apalagi di tempat yang lembap tidak terkena matahari. Sebab, bakteri TBC tetap hidup di tempat lembap dan berpotensi menular ke orang lain," terangnya.

Ia menekankan pencegahan itulah yang harus ditanamkan. "Karena kita tahu cara penularan, maka kita harus bisa mencegah penyakit TBC. Kalau dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) itu minimal 70 persen penyakit itu bisa kita selesaikan. Jadi upaya yang ada dalam diri kita yang harus kita kuatkan," tuturnya.

Menurut Romi, penyakit TBC bisa disembuhkan asalkan konsisten meminum obat selama enam bulan.

"Penyakit ini bisa disembuhkan asalkan pasien mengkonsumsi obat secara teratur selama enam bulan. Kalau ngga teratur minum obat, bisa jadi TB latent, bisa resisten. Kalau resisten, obatnya semakin banyak yang diminum dan lama pengobatan juga bertambah," katanya.

Pemkot Cimahi menggandeng sejumlah elemen masyarakat untuk mendukung pasien TB konsisten minum obat sesuai rentang waktu enam bulan. Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat sebagai kader Pengawas Menelan Obat (PMO) di 312 RW se-Kota Cimahi, Koordinator PMO, serta Kelompok Masyarakat Peduli TBC di 15 Kelurahan.

"Para kader PMO membantu menemukan kasus TB dan harus memastikan pasien disiplin minum obat. Dengan demikian diharapkan pasien putus obat bisa ditekan, jelasnya.

(Galamedianews.com)

1.700 Warga Kota Cimahi Terdeteksi Menderita TBC Tuberculosis


Related Post


 


Loading...