Advertisement

Lanjutan Sidang Ikan Asin - Fairuz A Rafiq Nangis & Terkapar di Sidang Ikan Asin, Geram Dicecar Soal Organ Intim

Lanjutan Sidang Ikan Asin - Fairuz A Rafiq Nangis & Terkapar di Sidang Ikan Asin, Geram Dicecar Soal Organ Intim
olase TribunStyle (Tribunnews-Bayu Indra Permana/ Youtube KH Infotainment)
Editor: Malda Teras Seleb —Selasa, 28 Januari 2020 15:11 WIB

Terasjabar.id - Kelanjutan sidang Ikan Asin masih bergulir.

Fairuz A Rafiq sebagai saksi hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/01/2020).

Pada sidang tersebut Fairuz A Rafiq yang hadir sebagai saksi terlihat menangis dan pingsan.

Fairuz merasa tertekan karena terus dicecar oleh pertanyaan kuasa hukum dari terdakwa.

Hal tersebut disampaikan Sonny Septian dikutip dari kanal YouTube Warta Hot 'Dicecar Pertanyaan Inilah Yang Buat Fairuz Tertekan Dan Pingsan' pada Selasa (28/01/2020)

"Itu yang diomongin pengacara sana, walaupun mereka ngomongnya seperti itu nggak ada hubungannya dengan UU ITE," ujar Sonny Septian.

Sementara itu Fairuz terlihat pasrah dengan apa yang sudah dijalaninya.

"Temen-temen banyak yang bilang begitu (ini jebakan emosi) tapi ya udah saya cuman bisa ngejalanin.

Saya nggak ngerti apa-apa di persidangan, ini pertama kali saja jalanin persidangan.

Sebenernya nggak mau, ini terjadi karena mereka yang buat. Siapa sih yang mau kayak gini," ujar Fairuz sembari menahan tangis.

Fairuz mengatakan dirinya sudah membuka semua bukti-bukti yang dimiliki.

Namun menurutnya pertanyaan yang diajukan padanya menyudutkan.

"Saya udah (mengeluarkan semua fakta), saya merasa tertekan dengan cara mereka bicara, nggak sepantasnya saja menurut saya.

Saya ditekan yang seolah-olah saya disudutkan, dipojokkan, tekanan cara mereka bicara itu berbeda," ujar Fairuz A Rafiq.

Sonny mengatakan pertanyaan yang dicecar kepada Fairuz dilakukan untuk menyerang psikologi istrinya tersebut.

"Karena mereka tahu Fairuz adalah seorang perempuan, bisa dibilang dia teraniaya karena semua ini.

Dia mungkin bisa baca psikologis perempuan itu seperti apa, makanya dia diserang," ujar Sonny Septian.

Fairuz kesal kenapa pertanyaan yang diajukan padanya terus-terusan seputar organ intim.

Menurutnya topik tersebut tidak sesuai dengan kasus pelanggaran UU ITE yang dilaporkannya.

"Entah kenapa mereka obsesi banget membahas (organ intim perempuan), padahal itu sama sekali di luar konteks banget.

Saya akan tetap fokus ke Undang-undang ITE, saya nggak pernah membiarkan harga diri (diinjak).

Mereka yang berbuat mereka yang bertanggung jawab," tutur Fairuz.

Fairuz tegas akan terus berjuang untuk memenangkan kasus ikan asin.

Dirinya tidak mau sang anak ikut menjadi korban atas bullyan yang dilakukan padanya.

"Mau melakukan sesuatu itu saya mikir berkali-kali ini nanti anak saya kasihan. Kalau saya dibully anak saya (gimana) apalagi saya publik figur.

Kalau melakukan sesuatu harusnya dipikir dulu dua kali," ujar Fairuz A Rafiq.

Fairuz juga meminta agar Rey Utami dan Pablo Benua tidak membawa anak ke kasus tersebut.

"Jangan sampai anak yang nggak ada dosanya dijadikan alat, alat untuk dikasihani, kan kasian dong.

Kalau ngomongin soal kasian, saya kasihan sama anaknya. Berfikirlah sebelum berbuat," ujar Fairuz.

Dirinya hanya ingin Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua bertanggung jawab atas perilaku yang telah mereka perbuat.

"Nanti di Indonesia mikir, 'ya udah yang berbuat jahat orang yang berbuat kriminal aja, nanti dimaafin kog sama mereka, kan nggak bisa begitu.

Yang saya alami cukup saja di saya, jangan sampai ada perempuan lain yang ngalamin," kata Fairuz A Rafiq.

Sementara itu di insta storynya, Fairuz juga mencurhatkan perasaannya setelah menjadi saksi di kasus ikan asin.

Fairuz mengatakan dirinya mengalami trauma dan masih dalam keadaan tertekan.

"Doakan saya kuat krn jujur saat ini saya trauma dan msh dalam keadaaan tertekan atas peristiwa kemarin," tulis Fairuz. (Tribunstyle.com/Yuliana Kusuma)


Sidang Ikan Asin Fairuz A Rafiq Organ Intim Sonny Rey utami Pablo Benua


Related Post



Loading...