Advertisement

Banjir Dayeuhkolot Makin Meluas, Aliran Listrik Mulai Diputus

Banjir Dayeuhkolot Makin Meluas, Aliran Listrik Mulai Diputus
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Minggu, 26 Januari 2020 11:23 WIB

Terasjabar.id - Banjir di Dayeuhkolot semakin meluas, kini terdapat dua jalur yang kini tertutup banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (26/1/2020) sebab genangan air mencapai sekitar 70-80 centimeter.

Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Sudrajat mengungkapkan, seperti yang terlihat kondisi banjir ada peningkatan dan meluas.

"Bahkan sekarang terdapat dua RW di Desa Dayeuhkolot yang kini listriknya sudah dipadamkan, mengingat kekhawatiran terjadi konsleting listrik," ujar Sudrajat, di Jalan Saya 

Menurut sudrajat, jalan yang terputus yakni  dari Jalab Muhamad Toha yang mengarah ke Kota Kecamatan Dayeuhkolot.

"Tepatnya di Garmen ketinggian 60-80 tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 apalagi 2, jalan ini juga penghubung Kota dan Kabupaten Bandung," kata dia.

Sudrajat mengatakan, satu lagi jalan yang terputus yakni penghubung antara Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah tepatnya di depan PLN.

"Kalau di sana hambatan dari jembatan ke andir, ketinggiannya 60-80 centimeter. Di situ sebagian pertokoan juga terendam banji. Jalan mulai terputus kemarin sekitar pukul 15:30 WIB," ucapnya.

"Kalau permukiman ketinggian air maksimal mencapai sekitar 172 cm. Terdapar 4 Desa yang terendam di Dayeuhkolot, yakni Desa Dayeuhkolot Citeurep, Cangkuang Wetan, Dan Pasawahan," ucapnya.

Dari informasi yang didapat pengungsi di Shelter Dayeuhkolot yang berada di Kantor Desa Dayeuhkolot, berjumlah 125 jiwa dari 43 KK, dan di Baleendah jumlah pengungsi di Gedung Inkanas sebanyak 200 jiwa dari 61 KK.

Ketinggian Banjir Naik di Beberapa Tempat

Hujan yang berkali-kali turun dengan intensitas tinggi dan waktu berjam-jam sejak Kamis (23/1), memicu perluasan kawasan banjir di selatan Bandung.

Sampai Minggu (26/1), tinggi muka air (TMA) banjir pun terus bertambah di lima kecamatan di Kabupaten Bandung di sekitar Sungai Citarum dan anak-anak sungainya.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana pada BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu, mengatakan data terbaru banjir di Kecamatan Dayeuhkolot TMA sudah mencapai 10-170 cm.

Di Kecamatan Baleendah TMA 20-200 cm atau naik dari 10-170 cm di hari sebelumnya.

Di Kecamatan Rancaekek TMA mencapai 10-170 cm atau naik dari 10-150 cm dan 10-60 cm di hari-hari sebelumnya.

Di Kecamatan Majalaya TMA menjadi 10-35 cm atau turun dari 10-70 cm pada hari sebelumnya.

Di Kecamatan Bojongsoang TMA naik drastis menjadi 10-150 cm dari sebelumnya 10-20 cm.

Banjir di Bojongsoang terjadi lebih parah di bagian timurnya yang berbatasan dengan Gedebage Kota Bandung yang juga ratusan rumahnya ikut terendam.

Jumlah rumah terendam banjir di Kabupaten Bandung ini mencapai 7.638 unit yang dihuni 11.659 keluarga atau 40.844 jiwa yang terdampak banjir.

Selain rumah, sebanyak 13 sekolah dan 23 tempat ibadah pun terendam luapan sungai.

"Jumlah pengungsi Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot adalah 208 KK atau 695 jiwa. Ada 51 lansia, 39 balita dan bayi, 3 bumil, 5 ibu menyusui, dan 1 disabilitas," kata Budi melalui ponsel, Minggu (26/1).

Para pengungsi ini mengungsi di masjid, aula desa dan kecamatan, gelanggang olahraga, dan posko lainnya.

Namun sebagian besar warga terdampak banjir memilih tinggal di bagian aman rumahnya masing-masing atau di rumah keluarganya.

BPBD Provinsi Jawa Barat pun, katanya, terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung terkait dengan kejadian banjir.

Kemudian personil BPBD melakukan penyiagaan tim di setiap posko pengungsian dan posko banjir.

BPBD pun menyiapkan shelter pengusian dan sudah menerima kunjungan dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Polresta Bandung dalam rangka penanganan banjir.

Bersama TNI, Polri, dan instansi pemerintahan lain serta relawan, BPBD mengecakuasi warga ke pengungsian.

"TMA mengalami kenaikan sekitar 20-40 cm di beberapa lokasi. Dilaporkan Jalan Andir-Katapang tidak bisa dilalui kendaraan dan ruas jalan lainnya tergenang dengan ketinggian cukup tinggi," katanya.

Budi mengatakan pihaknya pun mendapat support peralatan evakuasi seperri perahu karet 5 unit, perahu fiber 7 unit, perahu almunium 3 unit, tenda peleton 2 unit. Sembako, logistik, dan air bersih pun disediakan di setiap pengungsian. (Sam/Tribunjabar.id)




Banjir Dayeuhkolot Aliran Listrik Putus Banjir


Related Post



Loading...