Advertisement

Sopir Bus Damri yang Terbalik di Tol Bandara Diduga Mengantuk

Sopir Bus Damri yang Terbalik di Tol Bandara Diduga Mengantuk
Istimewa
Editor: Malda Hot News —Kamis, 23 Januari 2020 11:07 WIB
Terasjabar.id -- Bus Damri bernomor polisi B 7509 PD dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta mengalami kecelakaan di KM 21 tol arah Bandara, Kamis (23/1) pukul 05.27 WIB.

Kepala Induk 1 Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Bambang Krishady mengatakan insiden itu terjadi karena sopir bus Damri berinisial RA (28) mengantuk.


"Keterangan awal dari sopir, mengantuk," kata dia, saat dikonfirmasi, Kamis (23/1).


Bambang menuturkan saat ini sopir itu masih menjalani pemeriksaan. Pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti.

Beberapa barang bukti juga telah diamankan, yakni SIM milik RA, STNK, serta satu unit bus Damri.

TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro

07.50 Telah terjadi kecelakaan tunggal KR damri B 7509 PD Km 21 arah Bandara Soetta, agar pengendara mencari alternatif jalan lain

Lihat gambar di TwitterLihat gambar di TwitterLihat gambar di Twitter
52 orang memperbincangkan tentang ini



"Sopir masih diperiksa," ujar Bambang.

Dugaan sopir mengantu dibenarkan oleh pihak Jasa Marga selaku operator Tol Sedyatmo.

Manager Area Jasamarga Tollroad Agus Pramono mengatakan bus berpenumpang 48 orang itu menabrak pembatas jalan antara jalur atas dan bawah, serta menabrak rambu petunjuk arah yang terdapat di rambu kupu-kupu.

Kendaraan itu kemudian terbalik dalam posisi miring dan menutup jalur bawah.


"Pengemudi mengantuk, sehingga kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan serta tiang rambu kupu-kupu," kata Agus Pramono dalam keterangan tertulisnya.

Petugas Jasa Marga, kata dia, segera melakukan evakuasi kendaraan itu dan pengaturan lalulintas di sekitar lokasi kejadian.

"Pukul 08.00 WIB lajur 1 dan 2 dapat dilintasi. Saat ini lajur atas dan bawah kembali normal. Evakuasi dilakukan dengan menggunakaan kendaraan derek sebanyak dua unit dan dua kendaraan crane berkapasitas 10 ton dan 25 ton," tuturnya.


Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar Division Head, Reza Febriano, mengatakan, berdasarkan data 2019, 87,14 persen kasus kecelakaan di Jalan Tol Jasa Marga, khususnya Ruas Jalan tol Dalam Kota dan Sedyatmo, disebabkan karena kelalaian pengemudi.

"Hal ini berdampak fatal bukan hanya untuk pengemudi itu sendiri namun juga merugikan pengguna jalan lainnya," ucapnya.

(dis/arh/CNN)

Bus Damri Rute Bekasi - Bandara Soekarno-Hatta Mengalami Kecelakaan


Related Post



Loading...