Advertisement

Ketagihan Minum Boba, Remaja Ini Alami Penyumbatan di Usus

Ketagihan Minum Boba, Remaja Ini Alami Penyumbatan di Usus
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/gowithstock
Editor: Dea Teras Health —Sabtu, 18 Januari 2020 10:59 WIB

Terasjabar.id - Bagi pecinta minuman boba, mereka tahu kalau salah satu bagian terbaik dari minuman ini adalah bola-bola mutiara yang kenyal.

Meski sangat lezat, tapi ingatlah untuk mengunyah bola-bola mutiara itu dengan benar sebelum menelannya. Jika tidak, maka akan sulit bagi tubuhmu untuk mencernanya, seperti yang dialami remaja di Henan, Tiongkok ini.

Melansir WorldofBuzz, Sabtu (18/1/2020), bocah berumur 13 tahun dilarikan ke unit gawat darurat setelah dia mengeluh sakit tak tertahankan di perutnya.

Tim medis yang menanganinya langsung memeriksa dan melakukan pemindaian sinar-X di mana ditemukan bahwa remaja itu memiliki tanda-tanda infark usus, yang berarti ususnya terluka.


Penjelasan Dokter

Dokter Zhang mengatakan bahwa ia mengatur agar pasiennya itu melakukan operasi. Selama bedah, dokter menemukan dua benda asing keras dengan ukuran yang berbeda di usus pasiennya itu, yang disimpulkan sebagai penyebab utama infark.

Setelah operasi, selama beberapa hari berikutnya, bocah itu mulai mengeluarkan sisa benda asing dalam sistemnya.

Terungkap bahwa bocah itu minum teh boba dua kali dalam seminggu sebelum ia mengalami sakit perut. Namun, tampaknya remaja pria itu tidak mengunyah bola-bola mutiara dengan benar sebelum menelan dan ini yang menyebabkan infark ususnya.



Bahan Utama Bola-Bola Mutiara

Dokter Zhang mengatakan bahwa bahan utama mutiara teh boba adalah tepung tapioka dan tepung jagung yang tidak bisa dicerna dengan mudah. Dia menambahkan bahwa mungkin juga ada bahan lain yang ditambahkan dalam bola-bola mutiara yang membuatnya lebih sulit untuk dicerna.

Dia menyarankan orang tua untuk mengontrol konsumsi teh boba untuk anak-anak mereka agar menghindari masalah kesehatan.



(liputan6.com)

Ketagihan Minum Boba Remaja Ini Alami Penyumbatan di Usus


Related Post


 


Loading...