Advertisement

BPS Sebut Rokok Penyumbang Terbesar Kemiskinan RI

BPS Sebut Rokok Penyumbang Terbesar Kemiskinan RI
Editor: S.N.A Teras Bisnis —Kamis, 16 Januari 2020 09:33 WIB

Terasjabar.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rokok kretek filter menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan. Rokok menyumbang angka sebesar 11,17 persen di perkotaan dan 10,37 persen di pedesaan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPS Suhariyanto. "Rokok kretek filter menjadi (kontributor) terbesar kedua terhadap garis kemiskinan," kata dia di Jakarta, Rabu (15/1).

Dilansir dari WowKeren, Rokok menduduki posisi kedua sebagai penyumbang garis kemiskinan, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional September 2019. Sedangkan peringkat pertama adalah beras dengan sumbangan sebesar 20,35 persen di perkotaan dan 25,82 persen di perdesaan.

Lalu di posisi ketiga dan keempat berturut-turut adalah telur ayam ras dan daging ayam ras. Lalu ada juga mi instan sebesar 2,32 persen di perkotaan dan 2,16 persen di perdesaan, gula pasir 1,99 persen di perkotaan dan 2,78 persen di perdesaan. Selain makanan, ada juga komoditas alin yang juga turut menyumbang garis kemiskinan terbesar. Beberapa di antaranya yakni perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat, Suntono, menyatakan bahwa pemerintah harus lebih aktif menggencarkan kampanye setop rokok. Sebab meskipun tidak memiliki kalori namun porsi pengeluarannya cukup besar.

"Rokok kretek filter tidak punya kalori," kata Suntono di NTB, Mataram, Rabu (15/1). "Tapi memiliki porsi pengeluaran terbesar kedua setelah beras."

Ia kemudian menyinggung bea cukai rokok yang mengalami kenaikan. Cukai rokok yang naik berimbas pada meningkatnya harga rokok. Kenaikan ini tidak diikuti dengan kenaikan gaji masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi konsumen rokok. Hal ini tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada konsumsi komoditas lain seperti beras, ikan, maupun daging.

"Masyarakat berpenghasilan rendah membeli rokok dengan harga relatif mahal. Itu artinya akan mengurangi konsumsi komoditas lain, seperti beras, ikan, atau daging," lanjut Suntono. "Sehingga konsumsi kalori bisa di bawah 2.100 kkal per kapita per hari. Tentu itu berpengaruh terhadap kemiskinan."

BPS Sebut Rokok Penyumbang Terbesar Kemiskinan RI


Related Post


 


Loading...