Advertisement

Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Purworejo Ditahan Polisi

Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Purworejo Ditahan Polisi
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (Foto: Istimewa)
Editor: Dea Hot News —Rabu, 15 Januari 2020 08:18 WIB

Terasjabar.id - Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Totok Santosa dan Fanni Aminadia yang menghebohkan masyarakat Purworejo dan viral di media sosial ditangkap polisi. Mereka sudah dibawa ke Mapolda Jawa Tengah.

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan itu didasarkan atas keresahan masyarakat akibat kehadiran keraton di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo itu.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar F Sutisna mengatakan, kedua orang itu dibawa ke Mapolda Jateng. "Malam ini ditahan dan akan dibawa ke Polda Jawa Tengah," katanya, yang dilansir dari inews.id, Selasa (14/1/2020).

Iskandar mengatakan, Santosa dan Aminadia dijerat UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta pasal 378 KuHP tentang penipuan. Sejumlah barang bukti disita, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan pelaku.

Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan Wilujengan dan Kirab Budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020).

Keraton Agung Sejagat, dipimpin "seseorang" yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja. Berdasarkan informasi, pengikut dari Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang.

Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, menegaskan Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Dia menuturkan, Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir "perjanjian 500 tahun" yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018.

Menurut dia, perjanjian 500 tahun dilakukan Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat sehingga wilayah itu merupakan bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518.

Jodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya "perjanjian" itu, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengendalikan dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke "pemilik"-nya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.

Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Purworejo Ditahan Polisi


Related Post


 


Loading...