Advertisement

Siswa SMK di Surabaya Nekat Gantung Diri, Sempat Video Call Teman dan Tinggalkan Surat Wasiat

Siswa SMK di Surabaya Nekat Gantung Diri, Sempat Video Call Teman dan Tinggalkan Surat Wasiat
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Selasa, 14 Januari 2020 17:23 WIB

Terasjabar.id - Aksi nekat dilakukan oleh seorang siswa SMK di Surabaya untuk menghabisi dirinya dengan gantung diri.

Aksi tersebut dilakukan, siswa kelas X SMKN 12, RH (17), di dapur tempat tinggalnya di Jalan Pacar Keling Surabaya, Senin (13/1/2020).

Tragisnya, saat melakukan aksi gantung diri tersebut, RH menghubungi salah satu teman sekolahnya melalui video call via WhatsApp (WA).

Sontak temannya pun kaget dan langsung menghampiri kediaman korban.

Selengkapnya, berkut fakta-fakta siswa SMK di Surabaya gantung diri sambil video call temannya.


Video Call Teman

Siapa sangka, saat melakukan aksi gantung diri tersebut, RH sempat menghubungi salah satu teman sekolahnya melalui video call.

Melalui sambungan video call singkat tersebut, teman korban yang berinisial AT melihat jelas adegan gantung diri yang dilakukan RH.

Menurut kesaksian AT, RH sama sekali tidak bersuara saat melangsungkan aksi nekat itu.

"Dia (korban) meletakkan handponenya di bawah sambil naik ke kursi, lalu memperlihatkan adegan dia gantung diri.

Dia lompat dari kursi seketika itu langsung tubuh dia berputar dan handponenya tiba-tiba mati," kata teman sekolah RH yang datang di ruma duka.

Meski tak berlangsung lama, adegan gantung diri yang dilakukan RH sontak membuat temannya kaget.

Tak lama setelah sambungan video call berakhir, RH sudah tidak dapat dihubungi lagi

"Ya gak sampai lima menit, itu cepat sekali. Terus teman-tema hubungi whatsappnya sudah tida aktif. Pas videonya mati posisi korban sudah tergantung," tambahnya.


Ditemukan tewas oleh ayahnya

Teman sekolah korban yang khawatir langsung meluncur ke rumahnya di Jalan Pacar Keling.

Ternyata di sana beberapa temannya mendapati korban sudah ditemukan tewas oleh ayahnya sendiri.

Ayah korban sudah menemui anaknya tergantung tak bernyawa di dapur rumahnya.

Saat ditemukan, posisi korban sudah tergantung di sebuah balok kayu yang melintang anatar kamar dan dapur.

Sementara itu, korban diketahui melakukan aksi gantung diri menggunakan tali sabuk.


Tinggalkan Surat

Sementara itu, keterangan lainnya juga dituturkan seorang saksi mata berinisial CM.

Menurut CM, ketika tubuh remaja tersebut ditemukan tergantung, ada pula secarik bungkus makanan berwarna cokelat.

Dalam bungkus makanan tersebut, terdapat pesan yang dituliskan korban.

Melalui surat itu, diduga remaja SMKN 12 tersebut tengah mengalami masalah keluarga.

Berikut isi surat korban menurut keterangan CM.

"Kira-kira bunyinya gini, "Aku wes gak duwe cita-cita maneh. Wes gak usah ngragati aku. Duek e gawe bangun omah ae. Sesuk ketemu aku saben malam jumat"

aku sudah tidak punya cita-cita lagi. Sudah tidak perlu merawat aku lagi. Uangnya buat renovasi rumah saja. Esok ketemu aku tiap malam jumat)," ujar CM menirukan isi surat tersebut meskipun seingatnya.


Dugaan Penyebab Aksi Nekat

Di lingkungan sekolah, remaja jurusan Teater tersebut dikenal pendiam, namun tetap suka bergaul.

"Sempat ikut outbond sekolah di Malang, hari Selasa-Rabu. Terus pas pulang itu katanya anak-anak sempat tidak masuk sekolah dan kabur dari rumah.

Kalau sehari-hari ya pendiam anaknya. Gak aneh-aneh," kata SV salah satu teman sekolah korban.

Lebih lanjut, SV mendengar jika korban sempat izin tidak masuk sekolah ke wali kelas karena motornya tengah disita polisi.

"Kan motornya itu disita polisi karena knalpotnya brong dan motornya modifikasi. Nah itu denger-denger korban takut dan dimarahi orang tuanya. Itu sempat ditebus 600 ribu," kata SV.

Salah satu saudara RH juga menduga anak berusia 17 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan dimarahi oleh orang tuanya.

"Mungkin karena motor itu. Karena sempat disita lama. Itu diurus habis 600 ribu. Disuruh kembalikan ke standarnya sama polisi. Disita pas malam Tahun Baru," ujar saudara RH.


Beri pendampingan ke teman RH

Kematian siswa SMKN 12 Surabaya dengan gantung diri sambil menghubungi teman sekelasnya lewat video call WA menjadi perhatian serius pihak sekolah, khususnya jurusan Teater SMKN 12 Surabaya.

Ketua Jurusan Teater, Harwi Mardianto, mengungkapkan guru Teater di kelas X tempat RH menempuh pendidikan enam bulan terakhir sudah memberikan terapi emosi pada teman sekelas RH, lantaran proses bunuh diri RH telah dilihat hampir seluruh teman di kelasnya.

"Saat ini guru teater sedang mengarahkan siswa agar mengekspresikan dirinya di sekolah. Saat di rumah ada masalah, anak teater harus bisa ekspresikan di sekolah. Jangan dipendam sendiri," kata Harwi ditemui SURYA.co.id, Selasa (14/1/2020).

Upaya pihak sekolah mengajak siswa untuk mengekspresikan diri di sekolah berkaca dari RH yang diketahui memendam masalah yang ada di rumah.

Padahal, selama ini RH dikenal supel bahkan saat mengikuti kegiatan sekolah masih aktif bersama teman lainnya.

"Saat kejadian, pagi anaknya sudah update status yang mengarah mempersiapkan dirinya untuk membuat pertunjukan. Tulisannya silahkan duduk tenang dan saksikan. Makanya kami sempat tidak percaya ternyata itu," ujarnya.


Harwi menjelaskan sempat mengira RH melakukan prank dan meminta teman-temannya mengecek kondisi RH di rumahnya.

Harwi mengingat meskipun ada masalah keluarga, RH tidak menunjukkan perubahan perilaku.

RH masih sama seperti biasanya yang tidak berkenan memakai barang sama dengan teman lainnya.

"Dia tak mau dikembari, mesti pakai beda. Sepeda motornya saja paling gede dibandingkan teman-teman lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 12 Surabaya, Bhiwara Sakti Pracihara, mengungkapkan akan melakukan pembinaan umum pada seluruh siswa.

"Pastinya akan kami beri pendampingan bagi teman-teman sekelasnya yang melihat kejadian lewat video call. Kejadiannya baru kemarin, makanya baru diatasi dari jurusan dulu," tandas Bhiwara. (Surya/Tribunjakarta.com)



Siswa SMK Surabaya gantung Diri Video Call Surat Wasiat


Related Post



Loading...