Advertisement

Pelaku Pencabulan Bocah di Purwakarta Mengaku Awalnya Tak Berniat Cabul dan Suka Sesama Jenis

Pelaku Pencabulan Bocah di Purwakarta Mengaku Awalnya Tak Berniat Cabul dan Suka Sesama Jenis
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Selasa, 14 Januari 2020 17:11 WIB

Terasjbar.id - Seorang berinisial CM (37), dilaporkan mencabuli bocah di bawah umur, MP (14), beberapa waktu lalu.

CM mengaku awalnya tak memiliki hasrat untuk mencabuli bocah yang bekerja sebagai pegawai yang bekerja untuknya di rumah makan di Rest Area 88 arah Bandung itu.

CM mengaku awalnya dirinya hanya memegang-megang badan MP dengan alas selimut.

Tiba-tiba, kata pelaku, saat dirinya menyingkapkan selimut tersebut tampak ada cairan yang terlihat dari celana si korban.

"Iya korban ini bilang 'iya a memang suka keluar sendiri'. Tadinya gak ada pikiran ke sana (asusila), karena korban mengeluh sakit perut akhirnya ya saya tawarkan untuk ajak pijet secara bergantian," kata CM kepada Tribun Jabar di Mapolres Purwakarta, Selasa (14/1/2020).

CM juga mengakui bahwa ia tertarik dengan sesama jenis. Dia mengatakan, sebelum menikah atau tepatnya SMA sempat memiliki perasaan kepada sesama jenis.

"Dulu sebelum nikah ke sesama jenis suka sebatas mengagumi tapi belum sampai pacaran dengan sesama jenis. Sebatas suka saja," ujarnya seraya menyebut saat ini telah menikah selama 11 tahun dan dikaruniai dua orang anak SD dan TK.

Pelaku asusila yakni CM (37) dijerat dengan pasal 82 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian melalui Kanit PPA, Ipda Suherlan, atas laporan dari bibi korban yang mendapatkan aduan dari korban tersebut.

"Korban ini memang tinggalnya dengan bibinya karena orang tuanya ada di Jakarta. Pelaku berdasar pemeriksaan dan pengembangan kami lakukan kejadian ini baru sekali," katanya di Mapolres Purwakarta, Selasa (14/1/2020).

Adapun kronologis kejadian, Ipda Suherlan menyebut pelaku melakukan aksinya pada malam hari pukul 23.00 tanggal 19 November 2019. Korban itu merupakan pembantu di tempat warung makan si pelaku yanh baru bekerja selama sehari.

"Pelaku sebelumnya memang posting menerima lowongan pekerjaan sebagai pelayan, akhirnya korban bekerja di sana karena bibi korban kenal dengan pelaku," ujarnya(Tribunjabar.id)




Purwakarta Bocah Pencabulan LGBT


Related Post



Loading...