Advertisement

Neraca Indonesia Defisit, Eks Petinggi BI Sebut PUBG Cs Jadi Penyebab

Neraca Indonesia Defisit, Eks Petinggi BI Sebut PUBG Cs Jadi Penyebab
Editor: S.N.A Teras Bisnis —Minggu, 5 Januari 2020 09:12 WIB

Terasjabar.id - Masalah neraca dagang memang terus menjadi perhatian utama pemerintah, bahkan tak jarang membuat Presiden Joko Widodo "tegang". Sebagai pengingat, Jokowi bahkan pernah mengungkapkan amarahnya lantaran neraca yang masih defisit karena tingginya laju impor Indonesia.

Dilansir dari WowKeren, Berbagai masalah yang dituding menyebabkan neraca defisit pun diselidiki, dan hasilnya sektor gim daring ternyata ikut "dibidik". Hal ini disampaikan oleh eks Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara saat masih menjabat awal 2019 lalu.

Menurut Mirza, sektor gim daring berbayar buatan asing seperti Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) hingga Mobile Legends sejatinya ikut terlibat dalam urusan defisit neraca ini. Tak main-main, kerugian sampai triliunan rupiah bisa diderita Indonesia akibat gim ini.

Lantas mengapa PUBG cs bisa membuat neraca pembayaran Indonesia (NPI) defisit? Sebab tiap transaksi pembelian di gim tersebut akan membawa aliran uang dari Indonesia ke luar negeri, selayaknya pembelian produk impor.

"Kalau main gim itu keliatan nggak di neraca pembayaran Indonesia? Mudah-mudahan kelihatan. Yang pasti itu uang Indonesia yang keluar," ujar Mirza, dilansir Detik Finance.

Harga yang dijual di gim daring itu memang tidak terlalu mahal, hanya kisaran USD 0,5. Namun bila yang menggunakan fasilitas itu sampai jutaan orang, tentu jumlah uang yang mengalir tidak sedikit. "Untuk gimnya setengah dolar, tapi kalau yang main dua juta orang, ya itu uang keluar untuk gim itu," jelasnya.

Oleh karena itu, Mirza berharap agar gim daring buatan anak bangsa bisa segera diproduksi. Ia pun mendorong agar mahasiswa dari berbagai universitas terbaik Indonesia bisa segera mewujudkan hal tersebut.

Sebagai informasi saja, neraca pembayaran Indonesia sepanjang 2018 tercatat mengalami defisit USD 7,1 miliar. Padahal dari data Bank Indonesia (BI) periode 2017 NPI mencatatkan surplus USD 11,6 miliar.

Sejak 2015, NPI sudah defisit sebanyak 2 kali. Yakni pada 2015 NPI defisit sebesar USD 1,1 miliar. Penyebab defisitnya NPI terjadi karena defisit transaksi berjalan yang lebih tinggi dibanding surplus transaksi modal dan finansial.

Neraca Indonesia Defisit Eks Petinggi BI Sebut PUBG Cs Jadi Penyebab


Related Post


 


Loading...