Advertisement

10 Minuman Tradisional yang Populer di Musim Hujan

10 Minuman Tradisional yang Populer di Musim Hujan
Ilustrasi angsle. ┬ęShutterstock
Editor: Dea Kuliner —Jumat, 3 Januari 2020 10:34 WIB

Terasjabar.id - Musim hujan seperti sekarang ini identik dengan udara dingin. Tubuh jadi rentan penyakit. Paling enak menyeruput makanan panas berkuah atau minuman hangat.

Hujan yang mengguyur deras hampir setiap hari juga membuat makanan yang dijual para pedagang kaki lima laris manis. Terutama yang berupa minuman hangat, baik yang modern maupun racikan resep tradisional.

Apa saja minuman hangat tradisional yang laris manis di musim hujan? Berikut ini beberapa di antaranya, yang dilansir dari merdeka.com:

1. Wedang Tahu

 /></p><center><em class=Ilustrasi wedang tahu Shutterstock

Di beberapa daerah jajanan ini disebut kembang tahu atau tahwa. Tetapi di Semarang ia lebih populer dengan nama wedang tahu. Wedang tahu terdiri dari tahu sutera yang disajikan hangat dengan kuah jahe.

Wedang tahu sebenarnya merupakan hidangan peranakan, versi Indonesia dari kuliner Tionghoa bernama tauhue.

2. Wedang Uwuh

 /></p><center><em class=Ilustrasi wedang uwuh Instagram/mjsetiabudi


Minuman ini merupakan salah satu kuliner khas Yogyakarta. Penampilannya mirip dengan bir pletok asal Betawi. Tetapi wedang uwuh disajikan tanpa disaring. Rempah-rempah daun dan batangan yang ikut disajikan dalam gelas membuatnya tampak seperti uwuh (sampah). Biasanya dijual di angkringan juga.

3. Bajigur

 /></p><center><em class=Ilustrasi bajigur Instagram/prtwiayud


Bajigur adalah minuman khas dari tanah Sunda. Minuman yang terbuat dari gula aren, kopi, dan santan ini biasa dijajakan di gerobak kaki lima. Selain menjual bajigur, biasanya tersedia juga minuman bandrek, kacang, singkong, ubi, dan pisang yang direbus serta jajanan ringan lain.

4. Angsle

 /></p><center><em class=Ilustrasi angsle Shutterstock


Angsle merupakan sajian sejenis kolak asal Malang. Makanan ini biasanya dijual pada malam hari saja. Satu porsi angsle terdiri dari isian yang beragam. Antara lain ketan, kacang hijau, putu mayang, potongan roti, mutiara, dan pacar cina.

Kuahnya terbuat dari santan yang sudah direbus bersama pandan dan vanili. Kadang ditambahkan pula jahe. Beberapa pedagang juga melengkapinya dengan serabi atau kolang-kaling.

5. Sarabba

 /></p><center><em class=Ilustrasi sarabba Instagram/arhy_saputra96


Kalau orang Sunda punya bajigur, Makassar punya sarabba. Minuman penghangat tubuh asli Bugis ini merupakan salah satu jajanan murah-meriah khas pinggir jalan di Makassar.

Bahan-bahannya mirip dengan bajigur, tetapi lebih kaya rempah. Beberapa pedagang sarabba bahkan menambahkan hingga sembilan macam rempah untuk menambah aroma dan sensasi hangatnya.

Kadang sarabba juga disajikan bersama telur mentah. Telur ayam kampung dimasukkan ke dalam gelas, lalu diguyur sarabba yang masih panas. Untuk teman bersantap biasanya disediakan pula aneka gorengan.

6. Bir Pletok

 /></p><center><em class=Ilustrasi bir pletok Instagram/callista.food


Kalau yang satu ini birnya orang Betawi. Meskipun namanya bir, tetapi minuman ini sama sekali tak mengandung alkohol. Minuman ini memang disajikan seperti bir yang hobi diminum para penjajah Belanda saat udara dingin, tetapi bahan penghangatnya terbuat dari 100 persen rempah-rempah. Warna merahnya berasal dari kayu secang.

7. STMJ

 /></p><center><em class=Ilustrasi STMJ Instagram/njajan.tulungagung


STMJ merupakan singkatan susu, telur, madu, dan jahe. Minuman ini cukup mudah ditemukan di berbagai tempat di Malang. Adanya komposisi jahe pada minuman ini membuatnya dapat langsung menghangatkan tenggorokan dan perut ketika diminum. Ditambah lagi bahan dasarnya yang dari susu membuatnya tak hanya sekedar menghangatkan saja, namun juga membuat perut yang keroncongan menjadi terisi dan menepis hawa dingin.

8. Teh Talua

 /></p><center><em class=Ilustrasi teh talua Instagram/makan.donk


Teh talua atau teh telur adalah minuman khas yang konsep penyajiannya mirip dengan teh tarik asal Malaysia. Selain sebagai penghangat tubuh, teh talua juga berfungsi sebagai minuman penambah tenaga. Minuman ini bisa dijumpai di restoran-restoran Padang. Biasanya disajikan bersama potongan jeruk nipis. Ada pula yang ditambahkan campuran pinang muda.

9. Ronde

 /></p><center><em class=Ilustrasi ronde 2017 Merdeka.com/Febrianti Diah Kusumaningrum


Ronde merupakan salah satu wedang atau minuman tradisional khas Jawa. Rasanya merupakan perpaduan dari pedas dan manis terutama jika diseruput ketika masih panas. Sama seperti pada STMJ, adanya jahe membuat minuman satu ini dapat menghangatkan tubuh. Isiannya terdiri dari kuah jahe, kacang, serta bola-bola ketan yang berisi gula merah dan menjadi ciri khas dari minuman satu ini.


10. Bandrek

 /></p><center><em class=Ilustrasi bandrek Instagram/taukotembung


Selain bajigur, urang Sunda juga punya bandrek sebagai minuman hangat di saat cuaca dingin. Bahan utama minuman ini adalah jahe dan gula merah. Kadang dilengkapi juga dengan berbagai rempah seperti merica, pandan, atau serai. Susu, kelapa kerok, dan telur ayam kampung juga bisa ditambahkan ke dalam minuman ini untuk meningkatkan khasiatnya.

Nah, demikian uraian singkat mengenai aneka minuman tradisional khas musim hujan. Boleh dicoba kalau Anda sedang menginginkan sajian hangat. 

10 Minuman Tradisional Minuman Populer di Musim Hujan


Related Post


 


Loading...