Advertisement

Update Medina Zein - Dokter Tak Mungkin Berikan Amfetamin untuk Sembuhkan Bipolar Media Zein

Update Medina Zein - Dokter Tak Mungkin Berikan Amfetamin untuk Sembuhkan Bipolar Media Zein
Kapanlagi.com
Editor: Malda Teras Seleb —Kamis, 2 Januari 2020 15:29 WIB

Terasjabar.id - Update Medina Zein - Dokter Tak Mungkin Berikan Amfetamin untuk Sembuhkan Bipolar Media Zein Hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa di dalam urine pengusaha asal Bandung, Medina Zein positif mengandung amfetamin.

Sebelumnya orang tua Medina Zein, Pujo mengatakan jika penggunaan amphetamin itu karena kandungan obat yang dikonsumsi Medina Zein.

Ia mengatakan, sebelum diamankan, Medina Zein baru saja berobat di rumah sakit karena kondisi kejiwaannya.

"Pas di rumah sakit, itu pun sedang berobat. Cuma katanya obat itu mengandung itu (amphetamine)," ujar Pujo saat ditemui Tribun Jabar di kediaman Medina Zein di Resort Dago Pakar, Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Selasa (31/12/2019).

Pujo mengatakan jika Medina Zein mengidap Bipolar Disorder, gangguan kejiwaan seperti yang dialami artis Marshanda dan Ariel Tatum.

"Medina sedang menjalani pengobatan bipolar. Bipolar (Bipolar Disorder) itu penyakit yang sulit dikendalikan emosinya. Bahkan Medina sempat ketemu Marshanda untuk sharing. Dia mengkonsumsi obat berdasarkan resep dokter, tidak sembarangan," ujarnya.

Sumber kekayaan miliuner muda, Medina Zein.
Sumber kekayaan miliuner muda, Medina Zein. (Kolase Tribun Jabar (Instagram/ medinazein))

Namun dokter spesialis kejiwaan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat, dr SpKJ (K) mengatakan jika hasil urinenya positif amphetamin tentu itu bukan obat yang diberikan dokter.

"Dokter tidak mungkin memberikan amphetamin karena amphetamin itu golongan narkotika. Kecuali jika dokter memberikan obat yang kerjanya mirip aphetamin," ujar Teddy Hidayat saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (2/12/2020).

Ia menjelaskan jika amphetamin adalah zat stimulan yang kerjanya merangsang otak.

Menurutnya ada hubungan antara pengidap bipolar dan pengguna amphetamin.

"Orang bipolar beresiko pakai amphetamin karena orang bipolar cenderung aktif, energik, bertindak tanpa berpikir, melakukan impulsif. Hal itu yang membuat dia beresiko dalam penyalahgunaan narkotik. Dia karena bipolar jadi menggunakan amphetamin,"

"Namun ada juga yang sebaliknya. Orang yang menggunakan amphetamin dan metaphetamine efek gejalanya memang mirip bipolar," ungkapnya.

Ia menjelaskan bipolar adalah suatu gangguan suasana hati yang terbagi menjadi dua kutub, yaitu manic dan depresi.

Walaupun saat ini gangguan kejiwaan menjadi hal yang belum tahu secara pasti apakah karena bawaan gen atau bukan, tetapi untuk bipolar, Teddy Hidayat mengatakan jika bipolar lebih jelas diturunkan dari kromosom daripada gangguan lain.

"Apabila diobati secara tepat pengidap bipolar bisa berfungsi seperti orang lain. Namun pengobatannya tidak bisa sebulan atau dua bulan, harus jangka panjang untuk mengobatinya," ujarnya.(Tribunjabar.id)


Medina Zein Kasus Narkoba Ibra Polda Jakarta Artis Labfor Obat Bipolar


Related Post



Loading...