Advertisement

Banjir di Awal 2020, 11 Tewas Hanyut Terbawa Arus di Kabupaten Bogor

Banjir di Awal 2020, 11 Tewas Hanyut Terbawa Arus di Kabupaten Bogor
ILUSTRASI banjir.* /PIXABAY
Editor: Dea Hot News —Kamis, 2 Januari 2020 08:19 WIB

Terasjabar.id - Banjir yang melanda sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu, 1 Januari 2020, mengakibatkan 11 orang tewas.

Korban hanyut terbawa arus banjir yang amat deras, dan lokasinya tersebar di lima kecamatan.

Yakni Kecamatan Jasinga, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Nanggung, Kecamatan Sukajaya, dan Kecamatan Bojonggede.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Yani Hasan mengatakan, hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di berbagai lokasi banjir.

"Benar ada 11 orang yang meninggal dunia karena banjir," ujarnya.

Menurut dia, kejadian banjir yang terjadi di berbagai daerah di wilayah Kabupaten Bogor, di Kecamatan Bojonggede, jumlah korban jiwa yang cukup banyak.

"BPBD masih terus mengumpulkan berbagai informasi atas kejadian banjir ini terutama terhadap korban jiwa," kata Yani Hasan.

BPBD hingga 1 Januari 2020 malam masih mendata karena lokasi banjir lebih banyak lagi.

"Lokasi banjir ada di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Bogor. Mulai dari bagian wilayah Barat, bagian wilayah Timur dan tengah Kab. Bogor. Jadi, pendataan secara detail terhadap korban yang meninggal dunia terus kami lakukan," ujar Yani Hasan.

Selain yang meninggal dunia, ada juga korban lain seperti luka luka. Begitu pula kerusakan yang terjadi akibat banjir.

Rabu kemarin, di wilayah barat Kab Bogor, sedikitnya delapan desa  yang terkena dampak meluapnya Sungai Cidurian.

Aliran sungai itu melintasi Kecamatan Sukajaya,  Cigudeg, dan Jasinga. Air sungai kotor yang dipenuhi dengan sampah, kayu, dan tanah tersebut sampai banjir ke sejumlah desa. Diperkirakan ratusan rumah terkena dampaknya. 

Kata Yani Hasan, meluapnya sungai Cidurian cukup mengejutan karena air sungai sampai mengenangi sejumlah rumah yang ada di beberapa desa.

“Sejumlah desa yang berada di aliran sungai terkena dampak banjir dari sungai Cidurian,” katanya.

Informasi yang diperoleh, kejadian meluapnya sungai Cidurian sekitar pukul 06.00 wib setelah sebelumnya terjadi hujan deras yang mengguyur daerah Cigudeg dan Jasinga.  Hujan deras dari malam sampai subuh tak henti hentinya mengakibatkan air sungai meluap sampai masuk ke kampung kampung warga yang rumahnya berada di aliran sungai.

Sedikitnya ada delapan desa yang terkena dampak banjir tersebut yakni Desa Kalong Sawah, Desa Sipak, Desa Pamegersari, Desa Jasinga, Desa Koleang, Desa Bagiang, Desa Tegal Wangi dan Desa Pangaur.

Menurut Yani Hasan, akibat banjir tersebut diperkirakan 120 rumah yang terkena dampaknya. “Ketinggian air yang masuk ke rumah cukup tinggi, sehingga warga langsung mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Atas kejadian tersebut, BPBD mencatat ada satu orang warga yang hanyut yakni Hilman (15) warga Kampung Parung Sapi, Desa Kalong Sawah, Kec. Jasinga. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban.



Banjir

Selain di wilayah Barat Kab Bogor yang terjadi banjir, Rabu kemarin juga banjir terjadi di bagian timur Kab Bogor yakni di Kec. Gunung Putri yang berbatasan dengan Bekasi. Informasi yang diperoleh dari Komunitas Peduli sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) Puarman, ratusan rumah warga di Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri terendam banjir.  Banjir menggenang sejak tadi pagi dengan ketinggian satu meter hingga dua meter. “Banjir dikarenakan ketinggian air di  Pos Pantau Cileungsi sudah sangat tinggi,” katanya.

KP2C yang memantau ketinggian air sungai Cileungsi  sejak Rabu dini hari setiap saat menyampaikan informasi kepada warga yang tinggal di daerah aliran sungai untuk waspada.  “Status sudah bahaya, kita sudah minta warga mengungsi dan menyelamatkan barang-barang dan segala sesuatu yang penting,” ujar Puarman.

Daerah yang terkena banjir Sungai Cileungsi terhadap sejumlah perumahan yang lokasinya tidak jauh dari aliran sungai.

Selain banjir, juga terjadi longsor di Kampung Bambu Hitam RT 002 RW 009 Desa Bojong Kulur, Kec. Gunung Putri. Akibat longsor ini terdapat tiga orang korban yakni Yuli Trisnawati (53), Alwi (30) dan Ade Sela Gustiana (25) yang mengalami luka luka.

Kata Yani Hasan, langkah yang dilakukan BPBD Kab Bogor sebelumnya telah membentuk posko di sejumlah daerah seperti Gunung Putri, Jasinga, Cigudeg dan lainnya. “Sampai saat ini selalu dipantau berbagai bencana yang terjadi. Yang jelas, warga yang terkena banjir pada umumnya mengungsi ke rumah saudara atau tetangga,” ujarnya.

Banjir di Awal 2020 11 Tewas Hanyut Terbawa Arus di Kabupaten Bogor


Related Post


 


Loading...