Advertisement

Masih Ada 150 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta, Mengalir Mulai 1 Januari

Masih Ada 150 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta, Mengalir Mulai 1 Januari
Menhub Budi Karya Sumadi menyapa penumpang di Stasiun Cirebon. Foto-foto/INEWSTv/Toiskandar
Editor: Dea Hot News —Rabu, 1 Januari 2020 10:36 WIB

Terasjabar.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (31/12/2019) siang melakukan kunjungan dan menghadiri penandatanganan kewajiban pelayanan publik di Stasiun Cirebon, Kota Cirebon.

Melansir dari sindonews.com, terkait arus balik musim libur Natal dan Tahun Baru, Menhub memperkirakan masih ada sekitar lebih dari 150 ribu kendaraan yang akan kembali ke Jakarta melalui jalan tol Trans Jawa.

"Ratusan ribu kendaraan tersebut diprediksi akan mengalir mulai tanggal 1 hingga 5 Januari 2020 mendatang," kata Budi didampingi beberapa direktur jenderal (Dirjen) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Masih Ada 150 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta, Mengalir Mulai 1 Januari

Dalam kesempatan tersebut, Budi menyapa para calon penumpang kereta api di Stasiun Cirebon. Sekaligus meninjau masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru.

Menhub mengemukakan, pada musim libur Natal dan Tahun Baru sebgian besar masyarakat menggunakan jasa tol, terutama Tol Trans Jawa. Dari analisa Kemenhub dan PT Jasa Marga Tbk, mencatat sekitar kurang lebih 500 ribu kendaraan keluar dari Jakarta melalui tol ke arah timur.

"Sementara, hingga saat ini arus balik kendaraan yang mengarah ke Jakarta mendekati 400 ribu kendaraan. Dari data tersebut masih kurang lebih sekitar 100 hingga 150 ribu kendaraan pemudik yang akan kembali ke arah Jakarta," ujar Menhub.

Jumlah tersebut, tutur Budi, diperkirakan akan mengalir pada tanggal 1 hingga 5 Januari mendatang. Dengan masa waktu lima hari tersebut diharapkan tidak ada masalah dan gangguan kemacetan.

Budi mengungkapkan, meski demikian sejumlah stakeholder terkait yang melakukan pengamanan musim libur Natal dan Tahum Baru tetap memantau untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan kendaraan dan pemberlakuan sistem rekayasa arus lalulintas.

"Mengantisipasi lonjakan, pihak terkait juga bisa memungkinkan memberlakukan rekayasa arus lalulintas jika sewaktu waktu diperlukan seperti penerapan sistem contra flow maupum sistem satu arah atau one way di ruas tol," pungkas dia.

Masih Ada 150 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta Mengalir Mulai 1 Januari Tahun Baru


Related Post



Loading...