Advertisement

Teror Harimau, Pemprov Sumsel Dapat Bantuan Puluhan Kamera Trap dari NGO

Teror Harimau, Pemprov Sumsel Dapat Bantuan Puluhan Kamera Trap dari NGO
Kotak perangkap disiapkan di lokasi tempat munculnya harimau di Muara Enim, Sumsel. (Foto: istimewa)
Editor: Dea Hot News —Senin, 30 Desember 2019 07:34 WIB

Terasjabar.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memberikan perhatian khusus terhadap keresahan masyarakat di Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Muara enim yang mengalami gangguan dari binatang buas, salah satunya harimau.

Dilansir dari inews.id, selain sudah membentuk Satgas khusus yang terdiri atas  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat Kementerian LHK, Dishut Prov Sumsel (UPTD KPH Semendo), dan berkoordinasi dengan Camat Semende Darat Laut, Kades Muara Dua dan masyarakat untuk mengantisipasi serangan harimau tersebut. Masalah tersebut juga sudah dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup.

Saat ini tim Satgas pun telah melakukan upaya pemasangan delapan unit kamera trap dan satu unit box trap di beberapa titik yang menurut laporan sering terlihatnya harimau tersebut.

Pemasangan kamera itu juga akan diperbanyak di sejumlah titik. Hal itu menyusul sikap beberapa NGO yakni FHK, WCS, ZSL yang akan memberikan bantuan camera trap sebanyak 55 unit.

“Kita juga akan melibatkan beberapa pihak untuk penanggulangannya. Camera trap juga rencananya akan kita tambah yang merupakan bantuan NGO,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjajanto, Minggu (29/12/2019).

Dia mengatakan, saat ini pemasangan trap box dan kamera trap sudah hampir rampung dikerjakan. "Ada delapan camera trap yang kita pasang dan satu unit box trap di Semendo. Besok hari Senin pukul 07.30 akan diadakan rapat koordinasi di Pemkab Muara Enim, dlm upaya penanganan konflik harimau dan manusia ini di Kabupaten Muara Enim," kata Pandji.

Menurut Pandji, hal itu dilakukan guna melihat pergerakan harimau yang sudah meresahkan dan mengancam keselamatan manusia tersebut.

“Itu sesuai intruksi Pak Gubernur. Tim Satgas juga terus berkoordinasi dengan masyarakat. Saat ini, antisipasi dan penanganan dilakukan titik-titik yang menjadi prioritas," tuturnya.

Menurut dia, masuknya harimau itu keperkebunan warga diduga lantaran habitat mereka terganggu. Namun hal itu masih dalam penyelidikan.

“Namun bisa jadi juga karena terganggunya rantai makanan, sehingga harimau tersebut keluar dari habitatnya. Kita juga mengimbau agar masyarakat terus menjaga kelestarian lingkungan. Dan jangan sekali-sekali mengganggu habitat hewan,” ujarnya

 

Teror Harimau Pemprov Sumsel Puluhan Kamera Trap dari NGO


Related Post



Loading...