Advertisement

Setelah Dipecat Jadi Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Terancam Hukuman Pidana

Setelah Dipecat Jadi Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Terancam Hukuman Pidana
Tribunnews.com
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 28 Desember 2019 09:24 WIB

Terasjabar.id - Setelah Dipecat Jadi Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Terancam Hukuman Pidana Kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan oleh mantan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Ari Askhara masih terus bergulir.

Tak hanya dicopot dari jabatannya sebagai Dirut, kabar terbaru Ari Askhara kini bahkan terancam hukuman pidana.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi.

Dilansir TribunJakarta dari Kompas.com, Heru mengungkapkan saat ini perkembangan kasus penyelundupan barang impor di pesawat Garuda itu sedang dalam proses penyidikan.

"Mohon kesabaran daripada masyarakat karena memang sedang dalam proses penyidikan agar fair dan transparan. Sehingga sebaiknya mereka diberikan ruang untuk mendetailkan dan menyelesaikan dengan seadil-adilnya," ujar Heru ketika ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Heru menegaskan bahwa kasus penyelundupan yang dilakukan mantan Dirut Garuda itu termasuk tindak pidana.

Maka solusinya bukanlah melakukan pembayaran bea masuk dan denda, namun hukuman pidana

"Dan yang jelas kami tegaskan bahwa jika ini merupakan tindak pidana, maka solusinya bukan bayar (bea masuk)," ujar dia.

Heru kembali menjelaskan, jika ternyata mantan Direktur Garuda Indonesia Ari Askhara terbukti melakukan tindak pidana.

Selain itu, otoritas kepabeanan masih dalam proses pemeriksaan mengenai identitas dari pemilik dua sepeda brompton yang diselundupkan.

Namun demikian, masih membutuhkan proses untuk pelaku penyelundupan bisa dijadikan tersangka.

"Kalau penyidikan salah satu opsinya adalah kalau dia disimpulkan ada unsur pidana, ya pidana. Siapa yang dipidana? sesuai dengan hasil investigasi," ujar dia.

Diwartakan sebelumnya, selain pelaku penyelundupan, Kementerian Perhubungan sudah melayangkan surat berupa sanksi administratif karena Garuda melanggar PM 78 Tahun 2017 terkait dengan kesesuaian flight approval.

Berdasarkan aturan itu, Kemenhub mengharuskan Garuda membayar sanksi sangat murah yakni di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 100 juta.

"Sanksi administratif kepada Garuda karena melanggar PM 78 Tahun 2017. Dan sudah disampaikan kepada Garuda hari ini," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti

"Kami sedang menunggu reaksinya. Ini institusi dendanya antara Rp 25 juta sampai Rp 100 juta sanksinya nanti akan kami bicarakan," ujarnya.

Empat Direksi Lain Ikut Terseret Kasus Harley Ilegal 

abatan manis Direktur Utama di PT Garuda Indonesia kini tak lagi dinikmati I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara.

Kursi Dirut Garuda Indonesia telah diduki oleh sosok lain.

Pencopotan jabatan itu bermula dari kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di maskapai penerbangan pelat merah, pesawat baru milik Garuda Indonesia Aibus A330-900 Neo beberapa pekan lalu.

Penyelundupan barang ilegal itu ditemukan oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai Soekarno Hatta pada Minggu 17 November 2019.

Buntut dari kasus penyelundupan, tak hanya sang Dirut Ari Askhara, namun menyeret 4 direksi lainnya.

Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Muhammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Human Capital Heri Akhyar, dan Deputy Chief Line Bambang Adisurya Angkasa.

Kendati demikian, Ari Askhara rupanya masih menjabat sebagai komisaris di anak perusahaan maupun cucu perusahaan Garuda Indonesia.

Tak tanggung-tanggung Ari Askhara menduduki di 6 jabatan komisaris utama sekaligus.

Dua jabatan anak usaha perusahaan dan empat lainnya di cucu usaha perusahaan.

Tak hanya Ari Askhara, tetapi 4 direksi lainnya yang juga tersangka yang diberhentikan Erick Tohir.

Mengetahui hal itu, Dewan Komisaris Garuda Indonesia meminta Ari Askhara dan 4 direksi lainnya angkat kaki dari posisi komisaris di anak dan cucu perusahaan itu.

Permintaan pencopotan diumumkan dari surat bernomor GARUDA/DEKOM-102/2019 perihal Pemberhentian Dewan Komisaris pada Anak/Cucu Perusahaan.

Surat tersebut ditandatangani pada Senin (9/12/2019) oleh semua Dewan Komisaris Garuda Indonesia.

Antara lain, Sahala Lumban Gaol, Chairil Tanjung, Insmerda Lebang, Herbert Timbo P Siahaan, dan Eddy Porwanto Poo.

Surat Dewan Komisaris Garuda Indonesia menyatakan pemberhentian Ari Askhara dan 4 direksi lainnya dari jabatan komisaris di anak dan cucu perusahaan PT Garuda Indonesia.

Diisukan Punya Selir Pramugari

Sejak dicopot dari jabatnya nama Ari Askhara mantan Direktur Utama Garuda Indonesia itu ramai diperbincangkan publik.

Setelah kedapatan menyelundupkan onderdil Harley Davidson, kini Ari Askhara diterpa isu perselingkuhan dengan seorang pramugari cantik.

Munculnya isu perselingkuhan tersebut, seolah mengungkap satu per satu borok eks Dirut Garuda tersebut.

Pantauan TribnJakarta.com, seorang pramugari senior Garuda Indonesia secara blak-blakan membeberkan soal isu perselingkuhan yang menerpa mantan Dirut Garuda tersebut.

Melansir tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di kanal YouTube Talk Show tvOne, Senin (9/12/2019).

Seorang pramugari senior Garuda Indonesia bernama Yosephine Chrisan Ecclesia, memberikan kesaksian terkait isu perselingkuhan Eks Dirut Garuda dengan seorang pramugari cantik.

Meski tak secara gamblang menyebutkan nama yang bersangkutan, dalam tayangan tersebut sang presenter menggunakan inisial 'AA' yang diduga inisial tersebut untuk menggantikan nama Ari Askhara.

Penasaran dengan sosok pramugari yang disebut-sebut jadi selingkuhan AA, sang presenter kemudian menanyakan sosok tersebut kepada Yosephine.

"Masalah kedekatan (AA) dengan pramugari, bahkan viral foto permak wajahnya, anda mengenal sosok yang bersangkutan?" tanya sang presenter.

Ditanya begitu,Yosephine tampak menjawab dengan yakin.

"Kenal," jawabnya.

Yosephine mengaku mengenal sosok yang disebut-sebut sebagai pramugari yang memiliki hubungan spesial dengan AA.

"Benar itu mbak yang disebut-sebut itu mbak?" tanya sang presenter memastikan.

Melihat bukti-bukti yang sudah beredar, Yosephine mengatakan bahwa ia tidak bisa mengatakan hal itu bohong.

"Sudah ada bukti juga ya kayaknya, udah ada video, foto, jadi saya enggak bisa bilang itu bohong," kata Yosephine.

Mendengar kalimat terakhir parmugari senior, sang presenter tampak terkejut.

Ia kembali mengulang kalimat tersebut untuk memastikan.

"Tidak bisa bilang itu bohong?" tanyanya.

Yosephine pun kembali mengulangi kalimatnya dengan yakin.

Yosephine mengatakan bahwa ia tak bisa bilang bahwa isu yang tengah beredar itu bohong.

Ia juga mengatakan bahwa banyak saksi yang mengetahui akan hal tersebut.

"Tidak bisa bilang itu bohong, karena sudah ada bukti juga, dan saksi yang masih hidup juga banyak," ujar Yosephine.

Presenter itu pun kemudian mengulik kedekatan AA dengan sosok pramugari yang dimaksud.

"Seberapa dekat?" tanya presenter.

Ditanya soal itu, Yosephine mengungkapkan bahwa hubungan keduanya bisa dibilang cukup dekat.

Yosephine mengatakan, hal itu terlihat, dari sang pramugari pernah kedapatan menyimpan foto AA di balik id cardnya.

"Saya sih lihat dari dia suka gantungin foto 'AA' di belakang id card dia," terang Yosephine.

(TribunJakarta/Kompas.com)



Dirut Garuda Selingkuh Sisi Asih Farhannisa Erick Thohir Pecat KPK< Suap Pejabat Hukuman Pidana


Related Post



Loading...