Advertisement

Sidang Tuntutan Anak Bupati Majalengka Digelar Hari Ini, Berikut Penjelasan Penasihat Hukum Terdakwa

Sidang Tuntutan Anak Bupati Majalengka Digelar Hari Ini, Berikut Penjelasan Penasihat Hukum Terdakwa
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Kamis, 26 Desember 2019 10:11 WIB

Terasjabar.id - Kasus penembakan yang menimpa anak Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam akan memasuki sidang tuntutan.

Persidangan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari ini, Kamis (26/12/2019) di Pengadilan Negeri kelas II Kabupaten Majalengka.

Menurut Penasehat Hukum Irfan, Kristiawanto, pada sidang ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan membacakan tuntutan terdakwa atas kasus penembakan tersebut.

Setelah itu, pihaknya akan menanggapi yang disebut pembelaan atas apa yang telah disampaikan JPU sebagai tuntutannya.

"Jadwalnya JPU akan membacakan tuntutan terdakwa dan langsung nantinya kami akan melakukan pembelaan atas apa yang dilontarkan JPU terkait tuntutannya," ujar Kristiawanto, Kamis (26/12/2019).

Sebelumnya, saat sidang ketiga yang dilaksanakan pada Senin (23/12) terdakwa Irfan Nur Alam dijadikan saksi atas terdakwa lainnya, yakni Soleh dan Udin.

Sementara saat sidang kedua yang dilaksanakan, Kamis (19/12/2019) lalu, penuntut umum menghadirkan dua saksi ahli yang masing-masing ahli bidang pidana dan ahli bidang kedokteran.

Saksi tersebut atas nama, I Tajudin dari Fakultas Hukum UNPAD dan Dr Anindito Sidhy.

Dalam keterangannya, I Tajudin menerangkan bahwa perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur mempergunakan senjata api (senpi) tanpa hak sebagaimana yang diatur dalam UU darurat No 12 tahun 1951.

Lebih lanjut Tjudin menjelaskan, terkait "Culpa" (kelalaian), bahwa saudara terdakwa diduga lalai tidak menyimpan kembali senpi yang dimiliki ketempat semula.

"Terdakwa dinilai lalai tidak menyimpan kembali Senpi yang dimiliki, ke tempat asalnya," ujar saksi ahli.

Sementara, saksi ahli bidang kedokteran, Dr Anindito Sidhy menjelaskan bahwa terkait permintaan visum at rapertum atas permintaan dari Polres Majalengka, tidak ditemukan kelainan pada bagian belakang badan.

Bahkan, anggota badan bagian bawah korban masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan luka ditangannya termasuk luka ringan.

"Tidak ada kelainan pada bagian belakang badan dan korban bisa melakukan aktivitas seperti biasanya," ujar Dr Anindito.

Sedangkan sidang perdana yang dilaksanakan Minggu lalu, tepatnya pada, Senin (16/12/2019), persidangan mengagenda pembacaan dakwaan yang dilangsungkan dengan pemeriksaan saksi-saksi yang berjumlah belasan orang.

Dalam surat dakwaannya, terdakwa Irfan Nur Alam dijerat dengan pasal 170 ayat 1 tentang pengeroyokan dan pasal 360 tentang kelalaian.(Tribunjabar.id)


Bupati Majalengka Kasus Penembakan Irfan Nur Alam Jabar Kontraktor Anak Bupati


Related Post



Loading...