Advertisement

Arumi Bachsin Kagumi Dina Oktavia, Mamah Muda yang Ditinggal Suami Gara-gara Lahirkan Anak Berkelainan

Arumi Bachsin Kagumi Dina Oktavia, Mamah Muda yang Ditinggal Suami Gara-gara Lahirkan Anak Berkelainan
Surya.co.id
Editor: Malda Teras Seleb —Jumat, 6 Desember 2019 15:58 WIB

Terasjaba.rid - Istri Wakil Gubernur Jatim, Arumi Bachsin mengunjungi secara langsung keadaan Dina Oktavia beserta bayinya yang mengidap Hidrosefalus di Rusunawa Gunungsari Surabaya, Jumat (6/12/2019).

Arumi langsung mendatangi kamar Dina Oktavia dan bertemu secara tertutup.

Sekitar dua puluh menit berlalu, Arumi akhirnya keluar dari kamar Dina.


"Ngobrolinnya ringan-ringan saja, memang udah lama pengen ngeliat pengen kenalan," kata Arumi saat ditemui, Jumat (6/12/2019).

Menurut Arumi, dirinya memberikan motivasi dan penguatan kepada Dina Oktavia, ibu muda yang kisahnya mengundang banyak perhatian.

Arumi mengaku kagum dengan ketegaran Dina, di usia yang masih muda, Dina dapat tegar menghadapi berbagai cobaan hidup.

"Banggalah, masih muda loh, tapi hebat kuat dan gak patah semangat," kata istri Emil Dardak ini. 

Dina Oktavia merupakan ibu muda yang kisahnya viral selama sepekan terakhir di Surabaya.

Arumi menegaskan, Pemprov Jatim Akan Beri Pendampingan Kepada Dina Oktavia dan Bayinya Yang Mengidap Hidrosefalus

"Kita sebagai Pemerintah kan harus ada untuk masyarakat, kita berusaha semaksimal mungkin kita dampingi Pandhu juga ibunya," kata Arumi.

Menurut istri Emil Dardak ini, pendampingan itu akan terus diberikan seperti dari segi medis, dan kesejahteraan keluarganya.

"Insyaa Allah akan terus kita dampingi," tegasnya.

Dina Okravia beserta bayinya Muhammad Pandhu Firmansyah memang banjir perhatian.

Kisahnya yang viral beberapa waktu lalu, membuat dukungan dari relawan dan banyak pihak terus mengalir.

Kini, keluarga Dina telah menempati Rusunawa Gunungsari Surabaya.

Di dalam rusun, Dina diberikan fasilitas gratis lantaran salah seorang Pejabat di Pemprov Jatim yang menanggung seluruh biaya rusun.

Dari Pemerintah Kota Surabaya juga menegaskan akan terus memberikan pendampingan kepada Dina Oktavia dan bayinya Pandhu.

Awal Mula Kisah Dina Oktavia Ditinggal Suami

 Seorang ibu muda di Surabaya melahirkan bayi yang didiagnosa mengidap hidrosefalus.

Sayang, ibu muda bernama Dina Oktavia (21) ini harus merawat bayinya dengan ibu kandung karena ditinggal suaminya.

Anak semata wayang Dina yang bernama Muhammad Pandhu Firmansyah masih berumur lima bulan.

"Anak saya kelainan sejak dalam kandungan," kata Dina saat ditemui di rumahnya di kawasan Jojoran STAL 5B Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Karena, selain mengidap penyakit Hidrosefalus, sang anak pun mengalami kerusakan pada bagian wajahnya, khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua matanya.

Dina bercerita, sang anak, Pandhu baru saja keluar dari rumah sakit untuk menjalani operasi pemasangan selang untuk saluran cairan di kepalanya di RSU dr Soetomo Surabaya.

"Ini masih rawat jalan," ungkap Dina dibalik wajahnya yang nampak sendu itu.

Di tengah perjuangan dirinya merawat sang anak itu, suami Dina sudah lama meninggalkan dirinya seorang diri.

Karena kondisi seperti itu, Dina harus berjuang sendirian tanpa sang suami dalam merawat sang buah hati.

Kini, Dina hanya bisa ditemani ibu kandungnya di dalam rumah petak berukuran 2X6 M.

"Saya tinggal di sini sama ibu saya, bapak saya meninggal Kamis kemarin," kata Dina.

Pemkot Surabaya Turun Tangan

Pemkot Surabaya di bawah Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya turun tangan untuk memberikan bantuan pada Dina Oktavia (21) dan bayinya yang mengidap penyakit hidrosefalus.

Kronologi dan fakta-fakta memilukan yang dialami Dina Oktavia ada di artikel ini.

Pemkot Surabaya pun telah melakukan outreach ke rumah petak Dina Oktavia (21) di kawasan Jojoran STAL 5B, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Senin (2/12/2019).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun mengatakan Pemkot Surabaya memberikan intervensi bantuan kepada Dina Oktavia beserta keluarganya.

"Dari awal berupa bantuan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran), klien juga sudah didampingi pihak Puskesmas Mojo, baik pendampingan psikologi ibunya maupun perawatan sang bayi,” kata Chandra, Senin (2/12/2019).

Belum lama ini, Pandhu menjalani operasi VP Shunt di bagian kepala. Kata Chandra, Pandhu dicover menggunakan biaya dari BPJS PBI.

Selain mendapat bantuan BPJS PBI, keluarga Dina Oktavia itu juga mendapat bantuan pengurusan KK dari pihak Kecamatan serta bantuan PKH dari Dinas Sosial.

“Sejak Oktober teman-teman Dinsos Surabaya juga memberikan bantuan PSR serta bantuan susu khusus untuk nutrisi anaknya dan neneknya juga sudah mendapat program permakanan,” terang Chandra.

Lebih lanjut Chandra memastikan, Pemkot Surabaya akan terus memberikan pendampingan kepada Dina Oktavia beserta sang anak.

Bahkan, Pemkot disebut telah menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi untuk kelangsungan hidup keluarga Dina.

“Supaya ibunya punya kekuatan ekonomi untuk penghasilan, kita akan dampingi terus," pungkasnya.

Pihak dari Pemkot Surabaya saat meninjau secara langsung rumah Dina Oktavia, ibu muda di Jojoran STAL 5B Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, yang seorang diri merawat anaknya yang menderita Hidrosefalus.
Pejabat Pemkot Surabaya saat meninjau secara langsung rumah Dina Oktavia, ibu muda di Jojoran STAL 5B Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, yang seorang diri merawat anaknya yang menderita Hidrosefalus. (SURYA.co.id/Montase)

Terungkap penderitaan Dina Oktavia setelah ditinggalkan suami gara-gara sang suami malu punya anak tak normal.

Ya, Dina Oktavia tak menyangka kehadiran buah hati hasil pernikahannya dengan sang suami, menyebabkan keretakan rumah tangganya.

Setidaknya hal itu yang diungkapkan Dina Oktavia, ibu dari Muhammad Pandhu Firmansyah yang saat ini berusia lima bulan itu.

"Suami saya sudah satu bulan ini pergi, katanya malu punya anak tidak sempurna," ungkap Dina yang bercerita sambil berkaca-kaca.

Sang anak yang bernama Pandhu itu memang mengidap penyakit tak biasa.

Sesuai diagnosa dokter, Pandhu mengidap Hidrosefalus, sang anak pun juga mengalami kerusakan pada bagian wajahnya, khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua matanya.

Dina bercerita, sang suami merasa malu memiliki anak yang terlahir tidak sempurna itu.

Terlebih, mertua Dina juga enggan mengakui keberadaan Pandhu yang merupakan hasil pernikahan Dina bersama sang suami.

Dina menyadari, pernikahannya itu sempat ditentang sang mertua lantaran kondisi Dina yang berlatar belakang keluarga tak beruntung.

Hanya saja, pasangan muda itu masih bisa menjalani cobaan itu hingga memiliki buah hati.

Namun, belakangan, sang suami beserta keluarganya enggan mengakui Pandhu lantaran terlahir dalam kondisi tak normal.

"Malu gara-gara cucunya gak sempurna," terang Dina.

Penderitaan Dina pun kian bertambah, saat belakangan sang suami menyuruh dirinya mengurus cerai sendiri.

"Untuk makan sehari-hari kadang ada kadang enggak gitu saya harus ngurus cerai sendiri," ucap Dina."(Tribunjabar.id)


Arumi Bachsin Mamah muda Dina Oktavia Anak Cacat


Related Post



Loading...