Advertisement

Jelang Dioperasikan, Patuhi Batas Kecepatan di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Jelang Dioperasikan, Patuhi Batas Kecepatan di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek
JALAN Tol layang Jakarta-Cikampek II di Bekasi, Rabu 4 Desember 2019.* /ANTARA
Editor: Dea Hot News —Jumat, 6 Desember 2019 10:39 WIB

Terasjabar.id - PT Jasa Marga menegaskan pihaknya kini terus memersiapkan sejumlah hal jelang dioperasikannya Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com, salah satu yang diprioritaskan yakni aspek keamanan. Tol Layang Jakarta-Cikampek ini rencananya banyak dioperasikan pada pertengahan Desember 2019. Pengoperasian dilakukan untuk melayani musim mudik akhir tahun.

Sementara itu, sebelum resmi dibuka, sejumlah pengujian wajib dilewati untuk memastikan kelaikan jalan layang sepanjang 39 kilometer ini.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru mengatakan, aspek keamanan merupakan hal utama.

Akan tetapi, aspek keselamatan itu tetap dipengaruhi dari pengguna jalan dalam keselamatan berkendara.

Berdasarkan hasil pengujian sementara, kata dia, jalan tol layang ini hanya dapat digunakan untuk kendaraan golongan I. Kecepatan di tol layang pun dibatasi, maksimum 80 kilometer per jam.

“Prosedur keselamatan sudah menjadi aspek yang diprioritaskan. Namun, kami tetap mengimbau pengguna jalan nantinya juga mengutamakan keselamatan. Jalan tol elevated ini nantinya hanya untuk golongan I dan kecepatannya, perlu diingat, hanya 60-80 kilometer per jam,” ucap dia.

Direktur Utama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono mengatakan, saat ini, tol yang melayang dari Karawang Barat hingga Cikunir ini tengah menunggu hasil Uji Kelaikan Fungsi.

Pengujian ini salah satunya menekankan pada manajemen dan keselamatan lalu lintas.

“Kami mengharapkan uji laik fungsi mendapatkan hasil yang baik, agar jalan tol ini dapat segera digunakan oleh masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru. Sebelumnya, kami juga telah menjalani uji beban yang baru saja selesai minggu lalu. Kami juga masih menunggu hasil pleno dari Komisi Keamanan Jembatan, Terowongan dan Jalan terkait uji beban tersebut,” ujar Djoko.

Pada uji kelaikan fungsi ini, selain manajemen dan keselamatan lalu lintas, terdapat dua aspek pengujian lainnya yakni konstruksi serta operasional dan administrasi.

Pengujian dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Korps Lalu Lintas Polri dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Diungkapkan Djoko, faktor keamanan pengguna jalan menjadi aspek yang diutamakan pada jalan layang yang berada tepat di atas Tol Jakarta-Cikampek eksisting ini.

Sejumlah alat keselengkapan berkeselamatan jalan seperti perambuan dan marka jalan telah disiapkan.

Pihaknya pun telah menyiapkan armada pelayanan lalu lintas seperti ambulance, kendaraan patroli, rescue, dan patroli jalan raya.

“Di luar itu, kami juga menyiapkan titk-titik darurat untuk mengantisipasi berbagai skenario kejadian yang mungkin terjadi,” ucapnya.

Jelang Dioperasikan Batas Kecepatan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek


Related Post



Loading...