Advertisement

Viral !!! Ibu di Riau ini Menangis Ketika Tanahnya Dihargai Segini

Viral !!! Ibu di Riau ini Menangis Ketika Tanahnya Dihargai Segini
(Kompas.com : Google)
Editor: Epenz Berita Viral —Kamis, 5 Desember 2019 16:50 WIB

Terasjabar.id - Seorang wanita menangis di tengah kebun kelapa sawit saat petugas mengeksekusi tanahnya.

Perempuan yang menangis tersebut mengatakan tanahnya hanya dihargai Rp 18.000 per meter persegi.

Aksi wanita yang menangis itu terekam hingga menjadi viral viral di media sosial.

Dalam video selama 2 menit 22 detik itu, terlihat seorang ibu menangis dan meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Soal beredarnya video itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Yulia Jaya Nirmawati memberi penjelasan melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/12/2019).

Yulia menuturkan, video viral tersebut terjadi di Kampung Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Peristiwa itu terjadi saat pembebasan tanah untuk Tol Pekanbaru-Dumai.

"Pengadaan tanah jalan tol menggunakan mekanisme Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan peraturan pelaksanannya," tutur Yulia.

Dia menjelaskan, sebelumnya telah diadakan tahapan pengumuman berupa daftar nominatif dan Peta Bidang Tanah (PBT) pada 20 September 2016 selama 14 hari kerja.

"Pada masa pengumuman tersebut, tidak ada keberatan dari masyarakat," kata Yulia.

Kemudian, tahapan ini dilanjutkan dengan musyawarah. Dalam tahap ini, empat pemilik bidang tanah menolak harga ganti rugi yang ditawarkan.

Mereka kemudian mengajukan gugatan keberatan atas harga yang ditetapkan ke Pengadilan Negeri Siak.

Pengadilan kemudian memutuskan hanti rugi lahan yang semula Rp 18.000 per meter persegi naik menjadi Rp 150.000 per meter persegi.

Yulia menambahkan, atas putusan tersebut, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) selaku tergugat melakukan upaya hukum (kasasi) ke Mahkamah Agung (MA).

MA lalu memutuskan, harga bidang tanah tersebut kembali kepada hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yakni sebesar Rp 18.000 per meter persegi.

"Berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang telah incracht tersebut, P2T menerbitkan pemutusan hubungan hukum dan telah disampaikan kepada yang bersangkutan," kata Yulia.

Pihak yang bersangkutan menolak nilai ganti atas kerugian itu. Yulia menambahkan, mereka tidak mau meninggalkan tanah itu.

PPK lalu mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri Siak yang dilaksanakan pada 28 November 2019.(Tribunjabar.id)

Viral Kebu Kelapa Sawit Harga Tanah


Related Post



Loading...