Advertisement

Rusia Tolak Permintaan Belanda Serahkan Tersangka Kasus Jatuhnya Pesawat MH17

Rusia Tolak Permintaan Belanda Serahkan Tersangka Kasus Jatuhnya Pesawat MH17
(iNews : Google)
Editor: A.KUIPERS 54 Hot News —Selasa, 3 Desember 2019 16:44 WIB

Terasjabar.id - Rusia menolak permintaan Belanda untuk menyerahkan seorang tersangka jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada Juli 2014. Pesawat jatuh akibat tembakan rudal menewaskan 298 penumpang dan kru, di mana sekitar dua per tiga di antaranya berasal dari Belanda.Boeing 777 itu ditembak menggunakan rudal di wilayah udara Ukraina dalam penerbangan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.

Pria Rusia bernama Volodymyr Tsemakh ditetapkan sebagai tersangka oleh pengadilan Belanda. Tsemakh diburu oleh Belanda, belum termasuk empat lainnya yakni tiga warga Rusia dan seorang Ukraina, yang bakal disidang secara in absentia di pengadilan Belanda pada Maret 2020.Pemerintah Rusia dengan tegas membantah melakukan pelanggaran berdasakan hasil penyelidikan yang dilakukan tim gabungan dari berbagai negara.

"Kantor jaksa penuntut menyimpulkan Rusia mengizinkan Tsemakh meninggalkan Federasi Rusia dan menolak memenuhi permintaan Belanda. Sementara menurut Konvensi Eropa tentang ekstradisi, pihaknya wajib melakukan itu," demikian pernyataan pengadilan, dilansir dari iNEWS.id, Selasa (3/12/2019).

Rusia tidak mengekstradisi warganya, namun jaksa Belanda mengatakan tidak ada halangan dalam kasus ini sebab Tsemakh asli berasal dari Ukraina.Dia teridentifikasi oleh dinas keamanan Ukraina sebagai mantan komandan pasukan separatis dukungan Rusia di Ukraina Timur. Tsemakh pindah ke Rusia melalui pertukaran tahanan antara Rusia dengan Ukraina pada September.

Jaksa penuntut Belanda mengaku telah meminta Rusia untuk menangkap Tsemakh dan menyerahkannya untuk diinterogasi. Namun pada 19 November jaksa mendapatkan informasi bahwa Rusia tidak dapat menuruti permintaan itu sebab keberadaan bersangkutan tidak diketahui.

Pesawat Jatuh Ukraina Rusia Belanda Malaysia Airlines MH17


Related Post



Loading...