Advertisement

VIRAL ! Cerita Menyedihkan Ibu Muda di Indramayu, Anak Diambil Paksa, Suami Pergi, Meninggal Dalam Kondisi Tragis

VIRAL ! Cerita Menyedihkan Ibu Muda di Indramayu, Anak Diambil Paksa, Suami Pergi, Meninggal Dalam Kondisi Tragis
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Selasa, 3 Desember 2019 14:16 WIB

Terasjabar.id - Sepupu Casuni, Surtini (32) mengungkapkan alasan lain sepupunya tidak diizinkan bertemu anak kandungnya sendiri oleh mertuanya hingga akhirnya meninggal dunia.

Casuni diketahui meninggal dunia pada Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 06.00 WIB.

Surtini mengatakan, hubungan Casuni (19) dengan suaminya tidak mendapat restu dari orang tua suaminya.

"Mereka juga nikah dini, Mas, sekitar 3 tahun yang lalu," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di rumah duka di Blok Song Tengah, Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (3/12/2019).

Dikisahkan Surtini, Casuni beserta suaminya bahkan sempat bersembunyi di kediamannya karena takut dipisahkan oleh mertuanya itu.

Casuni juga meminta untuk tidak memberitahukan keberadaannya kepada keluarga suaminya bahwa mereka tengah bersembunyi di rumah Surtini.

"Mungkin karena cinta sih, ya, Mas," ucap dia.

Meski demikian, pasca-melahirkan anak pertamanya pada 11 bulan yang lalu sikap suaminya mulai berubah.

Ia meninggalkan Casuni dalam keadaan sakit parah.

Oleh dokter, Casuni didiagnosa menderita penyakit TBC (Tuberkulosis) dan paru-paru.

Penderitaan Casuni juga ditambah dengan anaknya yang baru ia lahirkan diambil paksa oleh ibu mertuanya.

Ibu mertua Casuni beralasan, jika dirawat oleh Casuni, penyakitnya akan menular kepada cucunya tersebut.

Semenjak kejadian itu, kondisi Casuni terus menurun.

Tubuhnya kian kurus dan hanya menyisakan tulang dan kulit.

Casuni juga tidak bisa berbaring. Sepanjang hari dia hanya terduduk jongkok memeganggi kedua lututnya.

Di rumah kecil itu, Casuni hanya dirawat oleh neneknya yang sudah sangat tua serta bibinya yang tunawicara.

Faktor ekonomi membuat Casuni tidak bisa mendapat perawatan kesehatan yang maksimal untuk menyembuhkan penyakit keras yang dideritanya.

Warga saat membawa keranda mayat Casuni (19) warga Blok Song Tengah, Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu menuju pemakaman, Selasa (3/12/2019).
Warga saat membawa keranda mayat Casuni (19) warga Blok Song Tengah, Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu menuju pemakaman, Selasa (3/12/2019). (TribunCirebon.com/Handika Rahman)

"Gak bisa berbaring mas, itu kakinya juga sudah tidak bisa diluruskan lagi, sempat dirawat di rumah sakit bantuan dari Dinsos, tapi tidak lama, di sana tidak ada yang nungguin, neneknya sudah tua, bibinya, kan, tunawicara, jadi dirawatnya di rumah," ucap dia.

Sepanjang hari, Casuni juga hanya bisa menangis.

Ia menitikan air mata setiap kali teringat anaknya.

"Nangis terus mas, air matanya sampai habis matanya juga kaya mau copot gitu," ujar dia.

Selain teringat anak kandung yang hingga sekarang belum pernah dilihatnya, Casuni juga kerap menanyai keberadaan ayah kandungnya yang sudah sekitar 15 tahun tidak pulang.

Ayahnya itu diketahui bekerja di Batam sebagai nelayan.

Hingga mengembuskan napas terakhir, rupanya keinginan Casuni untuk bertemu anak dan ayahnya tetap tidak bisa terwujud.

Ironisnya, di hari meninggalnya Casuni, suaminya juga tidak hadir menyaksikan prosesi pemakaman.

"Masih sah suami istri padahal, tapi sudah lama juga tidak menafkahi, seribu pun tidak," ujarnya.(Tribunjabar.id)




Indramayu Suami Casuni Surtini Cerita Sedih


Related Post



Loading...