Advertisement

Gagal Raih Emas di Seni Tunggal Pencak Silat, Dino Bima Merasa Wasit Berpihak ke Tuan Rumah

Gagal Raih Emas di Seni Tunggal Pencak Silat, Dino Bima Merasa Wasit Berpihak ke Tuan Rumah
Pesilat Dino Bima Sulistianto . (Foto: Instagram@kemenpora)
Editor: Dea Sport Style —Selasa, 3 Desember 2019 07:34 WIB

Terasjabar.id - Pesilat Indonesia Dino Bima Sulistianto merasa wasit berpihak pada tuan rumah Filipina, setelah dirinya gagal meraih emas pada nomor seni tunggal putra pencak silat di Subic Bay Exhibition Centre, Senin (2/12/2019). Dia hanya mampu meraih perunggu sdengan torehan 460 poin.

Dilansir dari inews.id, medali emas memang akhirnya jatuh ke pesilat Filipina Edmar Tacuel dengan nilai 470. Sedangkan perak menjadi milik pesilat Singapura Abdul Rahman Muhammad Iqbal dengan raihan poin 461.

Dino menilai gerakannya lebih baik dan sempurna dibandingkan atlet tuan rumah. Namun, dia melihat wasit terlalu berpihak kepada atlet tuan rumah, karena gerakannya masih di bawah peserta lainnya.

“Tuan rumah terlalu berambisi menjadi juara sehingga merugikan Indonesia. Pelatih pun menilai penampilan pesilat tuan rumah kurang,” ujar Dino.

Tidak hanya Dino yang gagal meraih medali. Hal yang sama juga menimpa tim seni beregu putra yang berisi Nunu Nugraha, Anggi Mubarak dan Asep Yuldani Sani, serta di nomor ganda putra Dedi Setiadi dan Agung Falatehan.

“Kita bingung saja dengan penilaian wasit. Penampilan pesilat Indonesia itu yang paling terbaik di beberapa kejuaraan dan saya menilai mereka paling pantas merebut emas,” ujar Pelatih pencak silat Solihin.

Hal ini jelas sangat disayangkan, mengingat cabor pencak silat menjadi andalan untuk meraih sebanyak mungkin medali emas. Di Asian Games 2018, cabor ini menjadi salah satu pendulang emas terbanyak bagi Indonesia.

Gagal Raih Emas Seni Tunggal Pencak Silat Dino Bima Wasit Berpihak ke Tuan Rumah


Related Post


 


Loading...