Advertisement

Meskipun Sedang Musim Hujan, Daerah KBB ini Masih Sulit Mendapatkan Air Bersih

Meskipun Sedang Musim Hujan, Daerah KBB ini Masih Sulit Mendapatkan Air Bersih
(Tribunnews.com : Google)
Editor: Epenz Teras KBB —Jumat, 29 November 2019 15:37 WIB

Terasjabar.id - Sejumlah warga Haji Gofur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih mengalami kesulitan air bersih meski saat ini wilayah Kabupaten Bandung Barat sudah memasuki musim hujan.

Mereka harus mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari dari sambungan pipa yang disediakan PDAM Tirtaraharja di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi dengan jarak sekitar 4,2 kilomerer dari kediamannya.

Pantauan Tribun Jabar, Jumat (29/11/2019), untuk mengambir tersebut, mereka harus membawa puluhan jeriken yang diangkut menggunakan mobil pikap.

Satu per satu jeriken diisi air menggunakan selang.

Warga Haji Gofur KBB, Alex (51), mengatakan, ia mengalami kesulitan air bersih sejak tiga bulan yang lalu karena air dari sambungan PDAM hanya mengalir kecil dengan frekuensi hanya beberapa kali dalam seminggu.

"Paling kalau mengalir hanya malam saja. Saya juga enggak tahu kenapa, padahal sudah mulai sering hujan, tapi air masih jarang mengalir," ujarnya saat ditemui di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Jumat (29/11/2019).

Ia mengatakan, hampir setiap hari mengambil air dari pipa PDAM, kecuali pada akhir pekan karena banyak warga lain yang juga membawa air dengan menggunakan mobil bak terbuka dan motor.

"Makanya sekarang ngambil banyak untuk stok karena kalau Sabtu-Minggu banyak mobil dan motor yang antre mengambil air," ucapnya.

Hal senada dikatakan, warga Haji Gofur lainnya Nining (57). Meski saat ini sudah memasuki musim hujan, tapi ia masih mengalami kesulitan air bersih untuk mandi maupun mencuci.

"Iya sama air masih jarang ngocor, makanya saya juga ngambil air dari sini (PDAM), kalau tidak ngambil air di rumah tidak cukup," ucap Nining.

Humas PDAM Tirtaraharja Sri Hartati, mengatakan, adanya masalah yang dialami warga tersebut karena meski sudah memasuki musim hujan, tapi ketersediaan sumber air baku dari Sungai Cijanggel belum normal.

"Kami belum bisa memastikan kapan penyaluran air kembali normal karena hal itu tergantung pada kondisi alam dan cuaca. Tapi kami berupaya dengan melakukan rekayasa penyaluran air," katanya.

Ia mengatakan, debit air saat ini masih menurun dari angka normal 180 liter per detik menjadi 60 liter per detik karena efek kemarau panjang yang terjadi sejak Juni 2019.

"Jadi masih terasa efek kemarau panjang itu, mungkin turunnya hujan memang membantu, namun belum signifikan," kata Tuti. Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

Musim Hujan Haji Gofur Krisis Air Bersih Kabupaten Bandung Barat


Related Post



Loading...