Advertisement

Geger Aksi Lempar Sperma di Tasikmalaya, Bagaimana Cara Hadapi Eskhibisionis?

Geger Aksi Lempar Sperma di Tasikmalaya, Bagaimana Cara Hadapi Eskhibisionis?
Aksi ekshibisionisme bisa bikin korban trauma, apalagi disertai aksi pelemparan sperma (Ilustrasi: iStock)
Editor: S.N.A Teras Health —Minggu, 17 November 2019 16:19 WIB

Terasjabar.id - Aksi cabul seorang pria di Tasikmalaya bikin gempar kaum perempuan. Bagaimana tidak, selain mempertontonkan perilaku seksual yang menjijikkan ia juga melemparkan cairan diduga sperma ke arah korban.

Kasus tersebut menimpa LR, dan dikisahkan oleh suaminya RF baru-baru ini. Saat tengah menunggu ojek online di Jl Letjen Mashudi, LR dihampiri seorang pria dengan motor matic dan jaket hitam.

Di depan korban, pria ini meraba dan memainkan alat kelaminnya sendiri. Tak lama, ia juga melempar cairan yang diduga sperma ke tubuh korban.


Dilansir dari DetikHealth, Perilaku mempertontonkan alat vital maupun aktivitas seksual ke orang asing merupakan salah satu indikasi ekshibisionisme, meski butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Para ahli kejiwaan menggolongkan ekshibisionisme sebagai tipe kelainan seksual yang disebut paraphilia.

"Pelaku mendapat kepuasan dengan mempertontonkan alat kelaminnya di depan orang banyak," jelas seksolog Prof dr Wimpie Pangkahila, SpAnd dari Universitas Udayana, dalam wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Korban pelemparan sperma oleh ekshibisionis di Tasikmalaya melapor ke polisi.Korban pelemparan sperma oleh ekshibisionis di Tasikmalaya melapor ke polisi. Foto: Deden Rahadian


Bagi korban, aksi seperti ini jelas meresahkan. Secara psikologis, perilaku ini menyebabkan rasa cemas dan tidak aman. Semakin korban panik dan ketakutan, biasanya pelaku makin kegirangan.

Lalu bagaimana cara menghadapinya? Tak mudah memang, namun psikolog klinis Felicia Illina Nainggolan menyebut pura-pura tidak peduli bisa 'menggagalkan' niat pelaku, sambil pelan-pelan menyingkir ke tampat yang lebih aman.

"Pelaku ekshibisionisme puas ketika melihat orang lain kaget, takut, cemas, atau jijik. Ekspresi ini akan membuat pelaku senang. Selain itu, segera alihkan posisi tubuh supaya tidak lagi menghadapi pelaku," jelasnya.


Seorang pembaca detikcom, Netty, membuktikan bahwa pelaku ekshibisionisme juga bisa panik ketika menghadapi respons tak terduga dari korban. Pada suatu kesempatan, ia bersama teman-temannya mempersiapkan diri berhadapan pelaku ekshibisionisme yang sering beraksi di suatu tempat.

"Sampai di dekat, bapak itu kembali si bapak membuka jas hujannya. Dan tanpa tedeng aling-aling kami semua mengeluarkan gunting besar dari dalam tas dan berteriak, 'Ayo sini biar kami gunting aja burungnya'," kisah Netty.

Tentu saja trik ini tidak selalu bisa diterapkan. Dalam situasi seperti ini, tidak ada yang tahu siapa yang lebih nekat. Nyatanya, ada yang tidak cuma mempertontonkan alat vital tapi juga melemparkan sperma, seperti yang terjadi di Tasikmalaya. Seram juga ya!

Geger Aksi Lempar Sperma di Tasikmalaya Bagaimana Cara Hadapi Eskhibisionis?


Related Post


 


Loading...