Advertisement

Teknologi Pemantuan Ketinggian Air Ciptaan 2 Mahasiswa UGM

Teknologi Pemantuan Ketinggian Air Ciptaan 2 Mahasiswa UGM
(Okezone.com : Google)
Editor: A.KUIPERS 54 Hot News —Sabtu, 16 November 2019 17:52 WIB

Terasjabar.id - Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwi Wiyantanu dan Muamar Arif Khuluqi berhasil mengembangkan sistem yang dapat memonitori tinggi muka air yang terintegrasi cloud sebagai upaya mendukung modernisasi irigasi nasional.

Dwi menerangkan, sistem yang mereka buat ini terdiri dari modul sensor ultrasonik, unit mikrokontroler yang dilengkapi dengan mini data logger. Disamping itu, sistem ini dilengkapi pula dengan mini solar panel sebagai sumber energi untuk mengisi daya baterai.

"Sensor akan mengestimasi ketinggian muka air melalui pengukuran jarak. Selanjutnya, data akan dikirim ke cloud dengan menggunakan koneksi internet via jaringan GSM," Jelas Dwi seperti yang dilansir dari Okezone.com, Minggu (16/11/2019).


Pintu Air

Sistem yang dinamai SMART AWLR (Automatic Water Level Recorder) nantinya akan mengukur ketinggian muka air dan mengirim data ke cloud secara real time.Dua sistem yang dikembangkannya ini berhasil meraih juara 2 di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional TEAR 2.0 yang diadakan Telkom University, Bandung pada 31 Oktober-3 November 2019.


Keunggulan sistem ini antara lain bentuknya yang ringkas. Selain itu, dilengkapi dengan fitur swa-energi sehingga memungkinkan untuk dipasang dilokasi yang jauh dari sumber listrik.Bukan itu saja, tenyata peralatan ini juga memiliki fitur online-offline mode yang menunjang pengamatan kontinu meskipun pada saat sinyal internet tidak stabil.

Apabila koneksi internet terputus maka data akan secara otomatis disimpan di data logger. Lalu, saat koneksi internet tersambung data yang tersimpan data akan dikirim ke cloud sehingga kemungkinan data hilang dapat diminimalkan.

Data yang berdasarkan dari ketinggian muka air, akan diproses untuk kepentingan selanjutnya. Misalkan untuk mengestimasi debit saluran air yang sesuai dengan lokasi dan karakteristik bangunan. Selain itu, sistem ini dapat digunakan untuk peringatan dini terjadinya banjir."Ke depannya kita akan melakukan penyempurnaan dan pengujian kinerja serta kehandalan dalam penerapan di lapangan," jelasnya.

Universitas Gajah Mada (UGM) Mahasiswa UGM Penelitian Mahasiswa karya mahasiswa


Related Post



Loading...