Advertisement

Alasan Panji Cabut Laporan Penembakan oleh Irfan Nur Alam, Sebut Nama Bupati Majalengka Karna Sobahi

Alasan Panji Cabut Laporan Penembakan oleh Irfan Nur Alam, Sebut Nama Bupati Majalengka Karna Sobahi
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 16 November 2019 09:59 WIB

Terasjabar.id - Korban penembakan oleh anak Bupati Majalengka, Panji Pamungkasandi, resmi mencabut laporannya kepada polisi.

Sebelumnya ia melaporkan anak Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam, yang juga Kabag Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka, terkait kasus penembakan yang dialaminya.

Peristiwa ini terjadi hari Minggu (10/11/2019) malam.

Usai penembakan, Panji Pamungkasandi melaporkan kejadian ini ke Polres Majalengka.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan Irfan Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka.

Kemarin Irfan Nur Alam diperiksa penyidik Polres Majalengka dan ditahan.

Tak berapa lama, Panji mencabut laporannya.

Panji Pamungkasandi mencabut laporan polisi penembakan oleh Irfan Nur Alam. Kedua pihak berjabat tangan.
Panji Pamungkasandi mencabut laporan polisi penembakan oleh Irfan Nur Alam. Kedua pihak berjabat tangan. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Ia mengatakan, alasannya untuk berdamai dengan pihak tersangka, yakni sudah mengikhlaskan perkara tersebut.

Dengan kejadian yang menimpanya, kata dia, membuat pekerjaannya merasa terganggu.

"Bismillah saja, saya resmi sudah mencabut gugatan saya," kata Panji.

Panji menambahkan alasan kenapa ia mencabut gugatan tersebut, yakni melihat sosok kebapakan pada sikap Karna Sobahi yang tak lain ayah Irfan Nur Alam.

"Saya sudah ikhlas, dan saya melihat sosok ayah Karna Sobahi dan saya cape lah untuk meneruskan kasus ini, pekerjaan juga terganggu karena bolak-balik dipanggil," ujarnya.

TKP kasus penembakan di Ruko Taman Hana Sakura, Cigasong, Majalengka
TKP kasus penembakan di Ruko Taman Hana Sakura, Cigasong, Majalengka (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Pria asal Bandung itu tiba di Mapolres Majalengka sesaat setelah penahanan Irfan Nur Alam yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak beberapa waktu lalu.

Pantauan Tribuncirebon.com, Panji Pamungkasandi datang bersama beberapa rekannya ke Mapolres Majalengka tepatnya ke Kantor Satuan Reserse Kriminal sekitar pukul 01.40 WIB.

Setelah beberapa saat, Panji Pamungkasandi keluar beserta penasehat hukum tersangka.

Penasehat hukum Irfan Nur Alam, Dadan Taufik menjelaskan, alasan pihak korban datang ke Mapolres Majalengka, yakni ingin mencabut laporan polisi dan mendelegasikan perdamaian.

Ia menambahkan, pihak Panji bersedia berdamai dan saling sadar untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara keduanya.

Penasihat hukum Irfan Nur Alam, Dadan Taufik.
Penasihat hukum Irfan Nur Alam, Dadan Taufik. (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

"Ini, kan, awalnya salah paham saja, jadi ketika sudah saling sadar maka keran pertemanan kembali terbuka," ujar Dadan Taufik, Sabtu (16/11/2019) dini hari.

Dadan mengatakan, terkait penahanan tersangka, pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang berwajib.

Ia menyebut, persoalan itu sudah berada di luar ranahnya.

"Nah, soal masih penahanan, nanti biar kepolisan yang menjawab, ya," ucap dia.

Kini, keduanya telah menandatangani kesepakatan untuk berdamai sekaligus, mencabut laporan polisi Panji Pamungkasandi.(Tribunjabar.id)




Bupati Majalengka Kasus Penembakan Irfan Nur Alam Jabar Kontraktor Cabut Tuntutan Irfan Nur Hisyam


Related Post



Loading...