Advertisement

Begini Awal Mula Kasus Penembakan yang Mengantarkan Irfan Nur Alam Anak Bupati Majalengka Ditahan Polisi

Begini Awal Mula Kasus Penembakan yang Mengantarkan Irfan Nur Alam Anak Bupati Majalengka Ditahan Polisi
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 16 November 2019 08:54 WIB

Terasjabar.id - Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka Karna Sobahi resmi ditahan Satreskrim Polres Majalengka.

Hal itu disampaikan penasehat Hukum tersangka, Kristiwanto, Sabtu (16/11/2019) dini hari.

Irfan Nur Alam ditahan lantaran terlibat dalam kasus penembakan terhadap seorang kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi.

Awal mula atau kronologi kejadian itu bermula karena utang piutang proyek.

Menurut kesaksian Panji Pamungkasandi (40), peristiwa kasus penembakan bermula terjadi di sebuah ruko di Jalan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Minggu (10/11/2019) malam.

Ketika itu, Panji Pamungkasandi mengaku sedang menunggu Irfan Nur Alam terkait pembayaran uang proyek.

"Saya menunggu di mobil, sampai ketiduran. Tiba-tiba saya didatangi orang pak Irfan, memaksa keluar dari mobil dan akhirnya saya masuk ke ruko," katanya, (12/11/2019).

Sesaat sebelum memasuki ruko, Panji Pamungkasandi mengaku sempat dihampiri Irfan Nur Alam.

Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka datang terlihat sembari menenteng senjata di tangan kanannya.

"Dia bilang waktu itu 'kamu di sini bikin masalah bikin rusuh terus'. Dia sambil menodongkan senjata," katanya.

Saat ditodong senjata itu, sontak Panji Pamungkas menepis tangan Irfan agar senjata tidak mengarah kepadanya.

Sempat ada upaya perlawanan dari Irfan saat Panji menyingkirkan senjata yang diarahkan padanya.

‎"Dari situ ada suara letusan dari senjata kena tangan saya dan rekan Pak Irfan."

Saat itu, ia dibawa ke dalam ruko.

Uangnya Rp 500 juta diberikan dari Irfan sembari dilempar, kata Panji Pamungkas.

Panji mengaku kronologi peristiwa saat itu Irfan datang ke Ruko tersebut bersama belasan orang rekannya, seingat dia 12 orang.

Saat itu sempat ada keributan dengan orang-orang yang dibawa oleh Irfan Nur Alam.

Sebagian di antara kedua kubu pun mengalami luka lebam karena bentrokan.

Usai mendapatkan uang itu, Panji Pamungkasandi meninggalkan ruko.

Diakui Panji saat itu ia mendapatkan luka di tangannya.

Ia pun memutuskan pergi ke rumah sakit dan melapor prihal peristiwa tersebut kepada polisi.

Diakui Panji, dirinya sempat digeledah karena diduga membawa senjata tajam. Namun hal itu tak terbukti.

Disinggung soal proyek yang dikerjakan Panji, ia mengaku mengerjakan proyek SPBU senilai Rp 800 juta.

Sebelum menemui Irfan, kronologi selanjutnya Panji mengaku bertemu dengan pria bernama Andi, rekanan Irfan.

Irfan menjanjikan akan membayar sisanya, setelah bertemu dengan Andi.

"Saat sebelum kejadian itu, pak Andi bilang untuk menemui Irfan di ruko. Di ruko tersebut, dijanjikan uang akan di bayarkan sepenuhnya oleh Irfan," kata Panji Pamungkasandi.

Penjelasan Klarifikasi Irfan Nur Alam

Setelah santer pemberitaan itu, Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, tak tinggal diam.

Irfan Nur Alam memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kasus penembakan tersebut.

Sebelumnya Irfan Nur Alam, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Ekonomi Setda Pemkab Majalengka ini meminta maaf kepada masyarakat.

Irfan meminta maaf atas kegaduhan terkait kasus penembakan itu yang telah tersebar di media sosial.

Permintaan maaf itu disampaikan oleh penasihat hukum Kristiwanto, dalam konferensi pers di Aula Rumah Makan Nera tepatnya di Jalan Gerakan Koperasi, Cicurug, Kabupaten Majalengka itu, Rabu (14/11/2019) sore.

Irfan, anak Bupati Majalengka Karna Sobahia itu menggandeng lima orang pengacara sebagai penasihat hukum untuk menghadapi kasus penembakan ini.

Dalam kesempatan itu, penasihat hukum Irfan, melakukan sejumlah klarifikasi atas sejumlah isu yang beredar.

Seorang penasihat hukum Irfan, Kristiwanto mengatakan salah satu tujuan digelarnya pers rilis tersebut ingin meluruskan pemberitaan yang dianggap simpang siur dan viral di masyarakat.

Dikatakan dia, sebagai wujud pertanggungjawaban moral terlapor yang sebagai PNS Pemkab Majalengka, untuk keberimbangan informasi di masyarakat.

"Setidaknya ada 7 poin yang kami sampaikan pada kesempatan ini, alasannya untuk keberimbangan informasi di masyarakat," ujar Kristiwanto, Rabu (13/11/2019).

Berikut 7 klarifikasi Irfan Nur Alam atas insiden penembakan yang disampaikan Penasehat Hukum:

1. Bahwa apa yang terjadi pada hari Minggu (13/11/2019), bukanlah kesengajaan, namun murni insiden yang di luar dugaan Klien kami, mengingat saat itu pada hari Minggu Irfan Nur Alam sedang liburan di Bandung.

2. Bahwa kejadian dimaksud sedikit pun tidak ada kaitannya dengan kebijakan, perizinan maupun proyek di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka.

3. Bahwa kejadian tersebut murni masalah utang piutang atau janji imbal jasa perusahaan PT Laskar Makmur Sadaya dengan saudara Panji Pamungkasandi, terkait proses pengurusan rekomendasi izin Pertamina untuk pembuatan SPBU dan tidak ada kaitannya dengan utang piutang pribadi Irfan Nur Alam.

4. Bahwa masalah utang piutang dimaksud tidak benar jika dihubungkan dengan pembangunan proyek SPBU apalagi proyek Pemda hak tersebut sesuai dengan perjanjian Nomor 01/SP/PEJ/I/2019 tentang pengurusan perizinan SPBU baru atas nama PT Laskar Makmur Sadaya Desa Palabuan, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka yang direkturnya adalah Danil Rezap Prilian bukan Irfan Nur Alam dan ini hanya dipinjam perusahaannya oleh HW melalui AS.

5. Bahwa terkait dengan kepemilikan senpi yang sekarang menjadi pemberitaan, sebagai Penasehat Hukum dapat disampaikan bahwa Senpi dimaksud adalah Legal dan memiliki izin resmi yang dikeluarkan oleh Mabes Polri, yang diperuntukkan untuk kategori bela diri bukan senjata yang dimiliki oleh Perbakin dan untuk memperoleh senpi dimaksud diperoleh dengan prosedur yang benar (mulai dari pendaftaran dan tes sebagaiman ketentuan peraturan perundang-undangan).

6. Bahwa kedatangan Panji dan rombongan dari Bandung ke rumah pribadi Irfan Nur Alam, Irfan tidak mengetahui maksud dan tujuan kedatangannya, mengingat saat itu Irfan berada di Bandung sedang liburan dan diberitahu melalui telepon oleh keponakan dan orang yang berada di rumah, hak dimaksud disarankan oleh Irfan jika ada keributan jangan di rumah Irfan. Kemudian rombongan bergeser ke ruko tempat lokasi kantor PT Laskar Makmur Sadaya.

7. Bahwa terkait adanya peledakan senjata karena sat Irfan Nur Alam datang ke lokasi Kantor PT Laskar Makmur Sadaya terjadi keributan dan Irfan Nur Alam melakukan hal tersebut agar tidak terjadi keributan yang lebih besar.

Penahanan Irfan Nur Alam

Setelah kasus penembakan itu diproses, Irfan Nur Alam mendatangi Mapolres Majalengka sekira pukul 13.45 WIB, Jumat (15/11/2019).

Irfan menjalani proses pemeriksaan di ruang Pidum.

Irfan yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka hingga pukul 19.00 WIB belum selesai diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan, hingga Jumalt malam tersangka atas Anam Irfan Nur Alam masih dalam pemeriksaan.

Dikatakan dia, dalam pemeriksaan itu, tersangka yang juga merupakan anak kedua Bupati Majalengka didampingi oleh 4 penasehat hukumnya.

"Selamat malam rekan-rekan, untuk saat ini yang bersangkutan masih status pemeriksaan di dalam dan didampingi oleh 4 pengacara," ujar AKP M Wafdan Muttaqin.

Kasat Reskrimmenambahkan tersangka yang kini menjabat sebagai Kabag Ekbang Setda Pemkab Majalengka mulai pemeriksaan pada pukul 15.30 WIB.

Menurut penasehat Hukum Irfan, Kristiwanto, dicecar dengan 26 pertanyaan.

Terhitung penyidik Mapolres Majalengka, Irfan diperiksa selama 9 jam lamanya.

Setelah pemeriksaan itu Irfan Nur Alam resmi ditahan.

Lanjut Kristiwanto mengatakan Irfan ditahan lantaran untuk memperlancar proses penyidikan.

"Ditahan dalam arti apa, biar proses penyidikan ini berjalan cepat dan lancar," ujar Kristiwanto, Sabtu (16/11/2019).

Kristiwanto menyebutkan, ada beberapa alasan kliennya tersebut kini ditahan.

beberapa alasannya, yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatan.

"Barang sudah disita, klien kami koorperatif dan tidak akan melarikan diri. Itulah yang akan dijadikan alasan kami untuk mengajukan surat pengajuan penangguah pertahanan," kata Kristiwanto.(Tribunjabar.id)




Bupati Majalengka Kasus Penembakan Irfan Nur Alam Jabar Kontraktor Polisi


Related Post



Loading...