Advertisement

Printer 3D Buatan Siswa SMKN 2 Cimahi, Lebih Bagus dari Printer 3D Impor

Printer 3D Buatan Siswa SMKN 2 Cimahi, Lebih Bagus dari Printer 3D Impor
Pic/Whisnu Pradana
Editor: Malda Teras KBB —Sabtu, 16 November 2019 08:47 WIB
Terasjabar.id, CIMAHI - Tak ingin siswa SMK hanya menjadi siswa konseptual, dua orang guru SMK Negeri 2 Cimahi, Kusman Subarja dan Dadang Rosadi menelurkan ide pembuatan printer tiga dimensi (3D).

Awalnya, mereka terinspirasi pada printer 3D yang dirangkai oleh komunitas seniman di Jakarta. Namun ingin siswanya menjadi kreatif dan aplikatif, akhirnya diputuskan melibatkan siswa jurusan Mekatronika untuk membuat printer 3D tersebut. 

"Ternyata mereka bisa merangkai printer 3D dengan tutorial dari YouTube. Kami amati dan coba buat, memang dari segi teknis masih banyak yang kurang. Akhirnya kami putuskan untuk membuat sendiri," kata Kusman, Sabtu (16/11/2019).

Kusman mengatakan, pengembangan printer 3D di sekolah, baru terealisasi pada 2017 lalu, meskipun konsep sudah dirancang sejak 2016.

"Jadi siswa diberi gagasan besar, sisanya biar mereka yang mengulik dan mengerjakan, itu bagian dari pembelajaran, hingga saat ini sudah ada empat generasi mesin printer 3D di sekolah ini," tuturnya.

Kusman mengatakan, alat ini memiliki kemampuan mencetak dengan dimensi lebar 20 centimeter, panjang 28 centimeter dan tinggi 15 centimeter. Uniknya, sebagian besar komponennya dicetak menggunakan printer 3D itu sendiri.

"Jadi ibaratnya mesin printer 3D yang melahirkan mesin 3D printer lagi. Jadinya beranak, itu jadi pembelajaran juga buat siswa. Energinya pun kecil, jika yang lainnya mencapai 85-100 Watt, yang ini bisa kurang dari 65 Watt," katanya.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk
Untuk satu unit printer, dibanderol dengan harga Rp 2 juta - Rp 2,5 juta. Jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan printer 3D pada umumnya.

"Kalau mesin printer 3D lainnya, harganya mencapai Rp 9 jutaan, dulu untuk membuat purwarupa kita pakai CNC, harganya bisa ratusan juta, jadi printer 3D ini untuk memudahkan," ujarnya.

Rudy Kommarudi (18), siswa kelas XII, mengatakan, siswa dibagi ke dalam lima divisi untuk pembuatan printer 3D ini. "Ada yang bagian desain, program, mekanik, elektronik dan quality control," ujar Rudy.

Menurutnya dalam satu bulan, siswa bisa membuat satu unit printer. Semuanya dikerjakan di luar jam sekolah. "Sulitnya itu, kita harus mendesain dan mengerjakan sendiri, karena guru hanya memberikan gambaran besarnya saja," katanya.
Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Andris Julian, siswa kelas XI, mengatakan, untuk pembuatan komponen dan mekanik diperlukan kesabaran. "Kadang saat komponen dicetak printer, ukurannya tidak pas. Jadi harus diulangi lagi, dari sana kita belajar banyak," ucapnya.

Ayi Rohmat Sumirat, Kepsek SMKN 2 Cimahi mengatakan, produk yang dibuat siswanya telah mendapatkan penghargaan di India. "Ada 12 negara yang ikut, hingga akhirnya kami diundang pak Jokowi," kata Ayi. (SDK)

Cimahi SMKN 2 Cimahi Printer 3D Tutorial


Related Post



Loading...