Advertisement

Anak Kedua Bupati Majalengka Resmi Ditahan Usai Diperiksa 9 Jam, Akibat Kasus Penembakan di Majalengka

Anak Kedua Bupati Majalengka Resmi Ditahan Usai Diperiksa 9 Jam, Akibat Kasus Penembakan di Majalengka
Tribuncirebon
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 16 November 2019 07:17 WIB

Terasjabar.id - Anak Kedua Bupati Majalengka Resmi Ditahan Usai Diperiksa 9 Jam, Akibat Kasus Penembakan di Majalengka Irfan Nur Alam, tersangka kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi dicecar sebanyak 26 pertanyaan.

Hal itu disampaikan, penasehat Hukum tersangka, Kristiwanto, Sabtu (16/11/2019) dini hari.

Irfan diperiksa selama 9 jam oleh penyidik Satreksrim Polres Majalengka.

Kristiwanto mengatakan, kliennya telah resmi ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh para penyidik.

Hal tersebut hak subjektivitas penyidik, untuk memperlancar proses penyidikan.

"Ditahan dalam arti apa, biar proses penyidikan ini berjalan cepat dan lancar," ujar Kristiwanto, Sabtu (16/11/2019).

Ia menambahkan, terkait penahanan ini, pihaknya sebagai penasehat hukum akan melakukan upaya penangguhan.

Hal ini, kata dia, merupakan hal kliennya untuk mengajukan penangguhan.

"Faktanya apa, klien kami koorperatif," ucap dia.

Suasana di depan Kantor Satreskrim Polres Majalengka, Jumat (15/11/2019).
Suasana di depan Kantor Satreskrim Polres Majalengka, Jumat (15/11/2019). (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Kristiwanto menyebutkan, ada beberapa alasan kliennya tersebut kini ditahan.

Disebutkan dia, beberapa alasannya, yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatan.

"Barang sudah disita, klien kami koorperatif dan tidak akan melarikan diri. Itulah yang akan dijadikan alasan kami untuk mengajukan surat pengajuan penangguah pertahanan," kata Kristiwanto.

Sebelumnya, polisi memanggil anak kedua Bupati Majalengka itu terkait kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi yang terjadi di Ruko Taman Hana Sakura, Minggu (10/11/2019) malam.

Panji yang dianggap menjadi korban, awalnya menagih utang proyek perizinan pembangunan SPBU kepada terduga pelaku yang mengarah ke Irfan Nur Alam.

Setelah proses penagihan, Irfan Nur Alam mengeluarkan senjata api pistol berkaliber 9 milimeter jenis peluru karet, hingga membuat korban tertembak dan mengalami luka pada bagian telapak tangan kiri.

Polisi pun menjerat dengan Pasal 170 KUHP Juncto Undang-undang nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api dengan hukuman 5 tahun 6 bulan.

Irfan Nur Alam tiba di Mapolres Majalengka sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung melakukan pemeriksaan di ruang Pidum.

Irfan yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka hingga pukul 19.00 WIB belum selesai diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP M Wafdan Mutaqqin.
Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP M Wafdan Mutaqqin. (Tribuncirebon.com/Eky Yulianto)

Kasat Reskrim AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan, hingga Jumalt malam tersangka atas Anam Irfan Nur Alam masih dalam pemeriksaan.

Dikatakan dia, dalam pemeriksaan itu, tersangka yang juga merupakan anak kedua Bupati Majalengka didampingi oleh 4 penasehat hukumnya.

"Selamat malam rekan-rekan, untuk saat ini yang bersangkutan masih status pemeriksaan di dalam dan didampingi oleh 4 pengacara," ujar AKP M Wafdan Muttaqin.

Kasat Reskrimmenambahkan tersangka yang kini menjabat sebagai Kabag Ekbang Setda Pemkab Majalengka mulai pemeriksaan pada pukul 15.30 WIB.

(Tribunjabar.id)

Bupati Majalengka Kasus Penembakan Irfan Nur Alam Jabar Kontraktor


Related Post



Loading...