Advertisement

Bom Bunuh Diri Medan - Sang Mertua Bilang Putrinya Dijebak di Pengajian yang Diduga Sesat

Bom Bunuh Diri Medan - Sang Mertua Bilang Putrinya Dijebak di Pengajian yang Diduga Sesat
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Jumat, 15 November 2019 14:28 WIB

Terasjabar.id - Bom Bunuh Diri Medan - Sang Mertua Bilang Putrinya Dijebak di Pengajian yang Diduga Sesat Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu 13 November 2019 masih menjadi sorotan.

Sosok pelaku pun kini sudah dikantongi oleh polisi.

Sang mertua, Andi Syahputra memberikan kesaksian terkait sikap menantunya.

Hal itu diceritakan Andi Syahputra di Polrestabes Medan.


Andi Syahputra memberikan keterangan jika sang putri terjebak di pengajian yang diduga sesat.

Andi merasa cemas saat menceritakan hal tersebut dan mengungkap perubahan drastis anak dan menantunya.

Ia menuturkan jika sang putri dan RMN didatangai pengajian diduga sesat itu pada April 2018.

Mereka pun terlihat kerap berpergian untuk mengaji.

Sebagai orangtua, Andi Syahputra mengaku tak senang melihat aktivitas rekan pengajian RMN.

"Saya gak senang juga. Kok sering-sering, lama-lama seperti mendoktrin.

Tapi saya pun tidak tahu ya kan apa yang dibicarakan. Mulai dari situ, terjadi perubahan sikap terhadap anak saya.

Mereka sudah mulai tidak mendengarkan arahan saya sebagai orang tua.

Dan mereka sering ikut pengajian ke Belawan sana," tutur Andi Syahputra.

Lebih lanjut, Andi Syahputra mengaku mencari tahu aktivitas pengajian yang diikuti Rabbial Muslim Nasution dan putrinya.

Bahkan, Andi Syahputra menilai semenjak ikut pengajian tersebut, sikap Rabbial Muslim Nasution (RMN) bersama anaknya berubah drastis.

Terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan bikin vlog sindir Jokowi dan Ahok soal banjir
Terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan bikin vlog sindir Jokowi dan Ahok soal banjir (ISTIMEWA/Tangkap layar YouTube)

"Memang ada pengajian perempuannya dan ada pengajian laki-lakinya. Kalau perubahan yang terlihat, ya yang dulunya anak saya tidak pakai cadar berubah jadi pakai cadar. Lama-lama sikap anak saya berubah."

"Seperti harus lebih patuh terhadap ucapan suaminya. Harus nurut apa kata suami jangan melawan," tegas Andi Syahputra dikutip dari TribunMedan. 

Selain itu, ada perubahan drastis dari sang putri yang tak mau mendengarkan perkataan orang tua dan hanya mendengarkan pernyataan suaminya saja.

"Jadi kalau ada kegiatan, dikit-dikit mereka pergi ke sana. Perkataan kami tak didengar dan warung bulak balik tutup," aku Andi Syahputra.

Kendati demikian, Andi Syahputra menegaskan bahwa sosok putrinya tak tahu menahu mengenai aliran pengajian itu.

Namun, putrinya pernah menjenguk napi teroris karena dijebak teman pengajiannya.

Polrestabes Medan dan Istrinya Terjerumus Terorisme" />

"Dulu anak saya pernah dijebak sekali karena ada kelompok mereka di penjara, maka disuruh jenguk si tahanan yang sakit itu. Anak awak ini kan gak tahu apa-apa, kelompoknya ini gak berani jenguk antar obat," tegas Andi Syahputra.

Karena sempat menjenguk tahanan teroris, lanjut Andi Syahputra, sang putri lantas dituduh jauh terlibat.

"Karena ia anak baru jadi ia ditumbalkan untuk menjenguk. Jadi berita yang beredar sudah berputar-putar. Sementara anak saya sejak bulan April mengikuti itu. Kenapa anak saya yang dituduh mempunyai jaringan itu," katanya.

Andi juga menyampaikan bahwa saat putrinya menjenguk narapidana teroris, tidak pergi sendiri, melainkan ditemani teman pengajiannya.

Polisi membawa koper dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, Rabu (13/11/2019).

"Tapi ia melihat (jenguk) tidak sendiri, ada kawannya juga. Tapi dari situlah ia dikaitkan mempunyai jaringan," papar Andi Syahputra.

Sementara itu, istri Andi Syahputra dengan nada suara terisak-isak, mengatakan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Da kenapa mau disuruh menjenguk di penjara.

"Saya tanyak anak saya, kenapa mau. Mereka kan teroris.

Dijawab anak saya itu lah Mak disuruh emak-emak di pengajian.

Dan anak saya mengaku bahwa yang dijenguknya bukan teroris. Cuma anak awak ini gak tahu jadi ditumbalkan. Itu peristiwa terjadi sekitar tiga bulan lalu," tegasnya.

Selaku orang tua, mereka mengaku sudah mengingatkan dan meminta supaya jangan ikut kelompok tersebut, karena apa yang mereka lakukan sudah tidak benar.

"Kami selaku orang tua sebelumnya sudah mengingatkan juga. Tinggalkan semua itu. Udah tidak benar itu.

Tapi anak saya berpikir cuma ikuti perintah suami kalau tidak neraka.

Nasehat kami tidak didengarkan. Selalu itu saja alasannya. Ia tidak mendengarkan kami," ucapnya sembari menetes air mata.(Tribunjabar.id)




Bom Bunuh Diri Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Ledakan Ledakan di Mapolresbes Medan Rabbial Bom bundir


Related Post



Loading...