Advertisement

Beda Sikap Sang Istri & Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan, Rabbial Sambilan Dagang Bakso Bakar

Beda Sikap Sang Istri & Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan, Rabbial Sambilan Dagang Bakso Bakar
Kompas TV
Editor: Malda Hot News —Kamis, 14 November 2019 10:16 WIB

Terasjabar.id - Diduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan Rabu, (13/11/2019) perilaku kesehariannya berbeda dengan istrinya.

Menurut pengakuan teman, terduga pelaku adalah Rabbial Muslim Nasution (24) sudah menikah dan memiliki anak.

Saat Rabu pagi, ia menggunakan atribut ojol masuk ke Polrestabes Medan, di Jalan HM Said Kota Medan kemudian meledakkan diri.

Akibatnya, Rabbial tewas seketika dengan keadaan yang mengenaskan.

Rabbial merupakan sosok yang dikenal baik oleh warga dan temannya.

Bahkan teman kecilnya tak menyangka jika memang benar Rabbial adalah pelaku pengeboman tersebut.

W, satu di antara teman pelaku menyangka, Rabbial mungkin terpapar paham radikal sesudah menikah.

"Mungkin dia terpapar paham radikal itu bukan disini, tapi setelah menikah," ujar W disekitar rumah orangtua pelaku yang dikutip TribunJakarta.com di TribunMedan.com, Kamis (14/11/2019).

Setelah menikah dan pindah bersama istrinya di daerah Medan Marelan, W sudah jarang mendengar kabar temannya itu.

Pengakuan diberikan oleh teman pelaku semasa kecil lainnya, Bagus Prasetio.

Ia mengaku akrab dengan Rabbial bahkan tahu keluarga pelaku.

Menurut Bagus, Rabbial atau lebih sering dipanggil Dedek itu adalah sosok yang aktif di lingkungan dan pandai bergaul.

"Dulu kami tergabung dalam remaja masjid dia aktif ikut rapat," katanya.

Rabbiul sempat tinggal di Jalan Jangka dan pindah ke Marelan seusai menikah.

Bagus menjelaskan, Dedek tak sempat menamatkan sekolahnya di bangku SMA/SMK.

"Kami satu sekolah di SMK 9 Medan. Dia gak tamat sampai kelas satu saja," jelasnya.

Bagus tak menyangka, rekannya tersebut melakukan aksi nekat.

"Kalaulah memang benar dia pelakunya, saya tidak sangka, karena ia saya kenal baik," tambahnya.

Selain itu pengakuan yang sama soal sosok Rabbial diungkapkan warga, Fahrizal Lubis (32).

Ia juga mengaku Rabbial adalah orang yang baik dan sangat bermasyarakat.

Kesaksian warga Fahrizal (32) terkait terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, saat ditemui Tribun Medan di lokasi, Rabu (13/11/2019). (Tribun-medan.com/ Muhammad Fadli Taradifa)
Kesaksian warga Fahrizal (32) terkait terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, saat ditemui Tribun Medan di lokasi, Rabu (13/11/2019). (Tribun-medan.com/ Muhammad Fadli Taradifa) (Tribun-medan.com/ Muhammad Fadli Taradifa)

"Saya kenal karena anak ini juga aktif kegiatan remaja masjid. Ia memang sudah lama gojek. Anaknya mau bergaul. Tapi saya gak nyangka," katanya saat ditemui di Jalan Jangka.

Namun menurut penjelasan Fahrizal, ada perbedaan kebiasaan sang istri dan Rabbial.

Menurut Fahrizal, istri Rabbial merupakan pribadi yang kurang bergaul di masyarakat.

Sedangkan Rabbial memiliki pribadi yang mudah bergaul di masyarakat.

Setahu Fahrizal istri Rabbial berjualan di Marelan.

"Kalau istrinya setahu saya jualan di Marelan. Istrinya kurang bergaul ya," katanya.

Pengakuan kakak sepupu Rabbial

Rabbial diketahui pernah tinggal di Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Di gang yang memiliki lebar jalan sekitar 1,5 meter yang merupakan rumah orangtua terduga pelaku tampak bercat putih dengan cat pintu dan kosen jendela didominasi warna merah.

Dikatakan Maya (41) tetangga yang juga kakak sepupu pelaku, semenjak menikah Rabbial pindah ke Marelan.

"Dia semenjak nikah ikut istrinya di Marelan. Tapi enggak tahu posisi pastinya dimana," sambungnya.

Ia mengaku pernah sekali datang ke rumahnya di Marelan saat mereka menikah.

Pergi menggunakan mobil beramai-ramai, Maya tak ingat jalan ke rumah Rabbial.

"Orangtuanya sudah tidak ada. Jadi anaknya yang sudah berumahtangga dan belum punya rumah tinggal disini," jelas Maya.

Kisah hidup Rabbial

 Kepala Lingkungan (Kepling) III menyambangi rumah terduga pelaku bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) yang pernah tinggal di Jalan Jangka Gang Tentram No 89 B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Kepling III, Poetra membenarkan bahwa dulunya Dedek merupakan penduduk sekitar, tapi setelah menikah dia pindah ke Marelan.

"Terakhir ketemu sebelum dia menikah tahun 2018," kata Poetra di TKP rumah terduga pelaku bom bunuh diri, Rabu (13/11/2019).

"Dia seperti anak lainnya. Gabung dengan sebaya dan aktif di Masjid. Kalau ada kegiatan Isra Miraj dan Maulid dia ikut serta," sambungnya.

Dijelaskan Poetra bahwa Dedek bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol).

Sewaktu di dalam dirinya ditanyai informasi hubungan antara si Dedek dengan ibunya.

Kemudian soal sudah berapa lama Dedek tinggal disini dan alamatnya dimana.

"Dia kalau enggak salah ada empat bersaudara. Dia dulu sempat di Aceh. Waktu kecil dia Aceh dan sudah besar pindah balik lagi kesini setelah Tsunami," tuturnya.

Diceritakan Poetra bahwa setelah menikah Dedek pindah ke Marelan. Dia sempat urus surat perpindahan dan istrinya dulu juga orang dekat-dekat sini.

"Mungkin setahun lebih dia sudah pindah. Karena 2018 dia sudah tidak disini. Jujur saya kaget melihatnya seperti ini. Karena dia aktif dulu di kegiatan masjid. Dia juga bersosialisasi sama teman-temannya," jelas Poetra.

Sementara itu, Kepling IV, Nardi (59) yang mengaku pernah mengenal Dedek juga membenarkan bahwa pelaku bom bunuh diri lahir dilokasi tersebut.

"Dia lahir di sini dan pernah menetap di Kuala Simpang. Baru pas sudah besar dia balik lagi kesini," kata Nardi.

Dalam kesehariannya, Dedek bekerja sebagai pengemudi ojek online dan juga sambilan berjualan bakso bakar. Orangtua perempuannya sudah meninggal.

Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan
Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan (HO/Polrestabes Medan)

"Dia rajin salat, orangnya baik. Tapi entah apa yang terjadi. Begitu berumah tangga berubah sikap jadi seperti ini," tutup Nardi.

Pakai atribut ojol

Manajemen Gojek tak mau mengomentari pemakaian seragam Gojek dalam aksi bom bunuh diri ini.

"Kami mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut.

Kami tidak dapat berkomentar mengenai atribut terduga pelaku," ujar Vice President of Corporate Communications GOJEK, Kristy Nelwan, Rabu (13/11/2019)

Ia mengatakan Gojek telah dengan segera menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi.

"Gojek menentang keras segala tindakan anarkis dan akan memberikan dukungan penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat," pungkasnya.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengaku prihatin dengan adanya bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

“Kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi di Medan dan mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terkena dampak dari peristiwa ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak mengetahui informasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait untuk memberikan dukungan penuh dalam proses investigasi lebih lanjut.

“Grab siap bantu polisi dalam penyelidikan,” jelasnya.

Pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan diduga-duga merupakan driver ojek online (ojol), Grab.

Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV yang memperlihatkan sosok pemuda mengenakan jaket Grab berjalan di area Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Pelaku tampak berada di dekat sebuah mobil berwarna hitam dengan posisi tergeletak di posisi ban depan kiri mobil.

Disinyalir posisi bom diletakkan pelaku di area badan untuk aksi bom bunuh diri tersebut.

(TribunJakarta.com/ TribunMedan.com)



Bom Bunuh Diri Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Ledakan Ledakan di Mapolresbes Medan


Related Post



Loading...