Advertisement

Dari Saksi Hingga Dugaan Ritual, Ini 5 Fakta Perusakan 25 Makam di TPU Pakemitan II Tasikmalaya

Dari Saksi Hingga Dugaan Ritual, Ini 5 Fakta Perusakan 25 Makam di TPU Pakemitan II Tasikmalaya
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 9 November 2019 19:12 WIB

Terasjabar.id - Warga Kabupaten Tasikmalaya digegerkan dengan perusakan sejumlah makam di TPU Pakemitan II Tasikmalaya, Jumat (8/11/2019).

Tetapi belum diketahui siapa pelaku perusakan makam tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJabar.id, berikut rangkuman fakta mengenai perusakan makam di TPU Pakemitan II Tasikmalaya.

1. 25 makam dirusak

Sejumlah makam di tempat pemakaman umum ( TPU ) di Kampung Pakemitan II, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya ada yang menggali secara misterius, Jumat (9/11/2019).
Sejumlah makam di tempat pemakaman umum ( TPU ) di Kampung Pakemitan II, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya ada yang menggali secara misterius, Jumat (9/11/2019). (dokumen Polsek Cikatomas)

Peristiwa perusakan makam ini berawal dari laporan warga yang pertama kali menemukan sejumlah makan di TPU Pakemitan II dirusak orang tak dikenal.

Pengurus makam setempat yang berhasil dihubungi Tribun Jabar, Anda Juanda (54) menuturkan awalnya mendapat laporan dari warga yang hendak berziarah.

Awalnya, saksi tersebut hanya melihat tiga makam dalam kondisi terbuka.

"Setelah dicek total ada 25 makam yang terbuka," kata dia saat dihubungi, Sabtu (9/11/2019).

Sebanyak 25 makam yang ditemukan warga dalam kondisi terbuka pada bagian bawah nisan dengan lebar hampir sekitar 50 sentimeter.

2. Bukan kejadian pertama

Ternyata perusakan makam ini bukan yang pertama kali terjadi.

Menurut pengurus makam setempat yang berhasil dihubungi Tribun Jabar, Anda Juanda (54), peristiwa serupa pernah terjadi di lokasi yang sama.

Pertama kali ada pengorekan makam terjadi beberapa waktu lalu sebelum pemilihan kepala desa (Pilkades).

"Jadi ini kejadian kedua kali, beberapa minggu lalu sebelum Pilkades ada dua makam yang ditemukan seperti kejadian kemarin," tuturnya, Sabtu (9/11/2019).

Peristiwa misterius yang pertama, lanjut Anda Juanda, juga ditemukan terjadi pada hari yang sama yakni pada Jumat.

"Sepertinya malam Jumatnya ada yang ngorek. Itu juga saya enggak tahu buat apa maksudnya," lanjutnya.

Semula dia dan warga sekitar mengira hal itu diakibatkan oleh hewan yang berkeliaran di sekitar makam.

Lantaran dua terjadi dua kali, Anda Juanda menduga memang ada orang yang sengaja mengorek puluhan makam itu.

3. Polisi sedang menyelidiki

Berikut beberapa fakta yang ditemukan pihak kepolisian di lokasi :

- Rata-rata makam yang digali merupakan makam-makam yang atasnya sudah disemen

- Penggalian dilakukan pada ujung atau atas tepat di bawah batu nisan

- Rata-rata kedalaman galian sedalam 45 cm dengan diameter 10 cm (sepanjang tangan).

- Makam yang digali pada umumnya tidak merusak terhadap tembok maupun batu nisan. Hanya terdapat bekas menggali saja dengan gundukan tanah yang masih berada di atas makam dan atau tidak dirapikan kembali.

- Pada saat dilakukan tidak di temukan adanya barang - barang yang hilangkan ataupun penggalian yang dalam.

- Tidak ditemukan adanya mayat yang hilang.

Saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Tasikmalaya.

4. Diduga praktik perdukunan

Polres Tasikmalaya menduga pelaku perusakan makam adalah orang yang sedang menjalani praktik perdukunan.

"Tokoh agama mengatakan kejadian penggalian makam tersebut biasanya terkait dengan hal keyakinan seseorang yang berkaitan untuk memenuhi syarat-syarat tertentu," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo de Cuellar Tarigan, Sabtu (9/11/2019).

Terduga pelaku yamg hingga kini misterius kemungkinan besar hanya mengambil tanah dari sejumlah makam.

"Mengingat kedalaman makam untuk bisa sampai ke dangkal atau untuk sampai ke mayat dibawahnya dengan kedalaman sekitar 140 s/d 150 cm. sedangkan ini si terduga pelaku hanya menggali dengan kedalam sekira 45 cm dengan diameter sekira 10 cm," lanjut laporan yang diberikan Siswo.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra, Sabtu (9/11/2019).
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra, Sabtu (9/11/2019). (Tribun Jabar/Isep Heri)

5. Sanksi untuk pelaku

Polres Tasikmalaya masih menyelidiki kasus ini dan mempelajari setiap kemungkinan.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra, akan memastikan apakah perusakan dilakukan hewan atau karena ulah manusia.

Jika dilakukan manusia, kata Doni, kemungkinan pelaku bisa dikenakan pasal 179 tentang perusakan dengan ancaman 1 tahun 4 bulan.(Tribunjabar.id)





Makam Dirusak TPU Pakemitan Tasikmalaya Perusakan Makam


Related Post



Loading...