Advertisement

Nasib Malang Misel Raisa Anjani, Bocah 7 Tahun di Majalengka, Tak Punya Lubang Anus Sejak Lahir

Nasib Malang Misel Raisa Anjani, Bocah 7 Tahun di Majalengka, Tak Punya Lubang Anus Sejak Lahir
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 9 November 2019 16:42 WIB

Terasjabar.id - Sungguh malang nasib Misel Raisa Anjani, bocah perempuan asal Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.

Betapa tidak, sang bocah perempuan yang baru berusia 7 tahun itu, sejak lahir tidak memiliki lubang anus.

Ketika Tribuncirebon.com bertemu keluarga Misel Raisa Anjani di rumah mereka, sang bapak, Waryani (52) menceritakan bahwa sejak lahir anaknya itu sudah tidak memiliki lubang anus.

Penderitaan itu, mengakibatkan sang bocah terpaksa menggunakan alat kelaminnya sebagai jalur pembuangan air besarnya.

"Ya mau bagaimana lagi, awalnya anak saya memang kesakitan karena hal itu (buang air besar lewat depan), namun karena saat ini sudah terbiasa, jadi tidak mengeluh lagi," ujar Waryani, Sabtu (9/11/2019).

Ayah dari Misel Raisa Anjani, Waryani
Ayah dari Misel Raisa Anjani, Waryani (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Waryani juga menceritakan, ketika melahirkan Misel Raisa Anjani, sang ibu Nanan Nurhayati (42) bersalin normal.

Tak ada tanda-tanda saat mengandung bahkan ketika melahirkan.

"Dulu pernah istri saya jatuh saat sedang mengandung, mungkin karena itu, saya juga tidak paham, yang saya tahu istri saya pernah jatuh," ucap dia.

Saat Misel Raisa Anjani memasuki usia 2 bulan, sang anak sempat di bawa ke Rumah Sakit Umum Jasa Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan pemeriksaan.

Saat itu, bocah imut itu urung mendapatkan penanganan dari dokter lantaran usia Misel Raisa Anjani masih sangat rawan.

"Saat masih usia bulanan, belum memungkinkan. Karena usia masih rawan, takut kenapa-kenapa. Makanya sampai sekarang belum dirujuk lagi, tapi akhir-akhir ini, Micel sudah mau untuk berobat," kata sang ayah.

Dengan kondisi seperti itu, anak ketiga dari pasanagn Waryani dan Nanan itu sempat menginjakkan kaki di bangku sekolah.

Lantaran sang anak merasa minder, Misel Raisa Anjani akhirnya berhenti sekolah.

"Pernah sekolah selama 1 bulan, karena kalau sedang main misal lari-lari eh tiba-tiba buang air besar tanpa disadari, makanya dia minder. Meski sedikit,sekarang sudah diatasi dengan memakai Pampers," ujarnya.

"Aktivitas mah berjalan seperti biasa, main sama temennya, meski hanya dengan teman dekatnya saja. Kalau ada orang lain yang tidak dikenal, dia selalu menghindar, kurang lincah juga di umur seusianya," ucap Waryani.

Dengan kondisi demikian, sang Ayah, Waryani berharap dapat membawa anaknya itu ke Rumah Sakit untuk dioperasi.

Karena kondisi yang serba terbatas, membuat dirinya tidak bisa leluasa untuk mewujudkan harapan itu meski mengaku memiliki kartu BPJS kesehatan.

"Untuk niat membawa anak saya ke rumah sakit, istri saya berangkat kerja menjadi TKW ke Malaysia sejak 2 minggu lalu. Karena, anak saya juga sekarang sudah mau diobatin, semoga bisa ya," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa terpilih di Desa Maja Utara, Didi Juhari mengatakan tidak ada alasan sang anak tersebut tidak dioperasi.

Ia menceritakan, saat 7 tahun lalu ketika Misel Raisa Anjani menderita penyakit seperti itu, pihaknya yang memboyong ke RSHS tersebut.

"Saat itu (7 tahun lalu), saya sudah menjadi Kades di sini (Maja Utara), saya tahu ada warga saya yang menderita seperti itu, makanya waktu itu saya langsung membawa Misel ke rumah sakit. Namun, karena Misel tidak dapat dioperasi karena terkendala usia, sampai sekarang dia tidak lagi mendapatkan penanganan," ujar Didi.

Setelah jadi kepala desa terpilih, melalui tim suksesnya, Didi telah mengumpulkan sejumlah dana untuk membantu kesembuhan Misel Raisa Anjani.

"Saya sudah mengumpulkan sejumlah dana dari donatur di sini dan para warga yang berada di luar negeri, alhamdulilah sudah terkumpul. Puncaknya, nanti malam Minggu, saya sudah menggerakkan warga untuk berkumpul berdiskusi terkait pengobatan Misel," ucapnya.

Didi mengemukakan, kasus yang dialami Misel menjadi pembelajaran saat ini ia dipercaya kembali menjadi Kepala Desa.

"Saya akan melanjutkan pengobatan Misel. Dulu kan saya sudah di ujung menjabat sebagai Kades, kali ini saya terpilih kembali, saya akan melanjutkan itu. Ini juga menjadi sebuah pembelajaran untuk saya di masa depan," kata Didi.(Tribunjabar.id)



Misel Raisa Anjani Lubang Anus Majalengka


Related Post



Loading...