Advertisement

Mantan Karyawan Iwan Fals Manajemen Pilih Berhijrah dan Bangun Rumah Singgah Anak Jalanan

Mantan Karyawan Iwan Fals Manajemen Pilih Berhijrah dan Bangun Rumah Singgah Anak Jalanan
Whisnu Pradana
Editor: Epenz Teras KBB —Rabu, 6 November 2019 16:35 WIB
Terasjabar.id, Bandung Barat - Terjerumus cukup lama dalam dunia malam hiburan tanah air, membuat Budianto merasakan jengah dan kegamangan menjalani roda kehidupannya. 

Seakan terproyeksikan dari fisiknya, pria yang karib disapa Atok itu memiliki tato di sekujur tubuhnya. Mulai dari gambar tribal, tulisan, block tato di lengan kanan dan kiri bahkan simbol di bagian kepalanya menambah kesan betapa kelam dan liar dirinya. 

Namun siapa sangka, pria yang kini sedang menapaki jejak hijrah dalam kehidupan agama dan pribadi, menjadi sosok yang sangat humanis dan perduli dengan sesama, terutama anak-anak jalanan yang termarjinalkan. 
Image

Berusaha membuat dirinya bermanfaat, Atok yang juga memiliki nama hijrah Muhammad Malik Ibrahim, mendirikan rumah singgah untuk Forum Komunitas X-Tattoos atau FK X-Tattoos di Jalan Ciburial, RT 01/11, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Berdiri sejak tahun 2013, Atok berusaha menghapuskan stigma buruk masyarakat soal orang-orang bertato yang sebelumnya berurusan dengan hukum maupun orang marjinal. 

"Saya sendiri mengalami diskriminasi karena tato saya. Dicibir orang, dicurigai, dituduh yang tidak-tidak itu udah biasa. Saya dirikan rumah singgah ini, biar orang yang senasib dengan saya punya rumah buat pulang dan mereka akan diterima disini," ujar Atok saat ditemui, Rabu (6/11/2019).

Di rumah yang tak terlalu luas, berada di dalam sebuah gang, dengan tetangga di kiri dan kanan, menjadi tantangan tersendiri bagi Atok dan anak jalanan binaannya agar bisa diterima masyarakat. 

"Saya tanamkan ke anak-anak, jangan balas cibiran orang dengan kejelekan. Tapi tunjukkan sisi baik kita. Saya sendiri yakin, sebrengseknya seseorang, dia punya sisi baik, itu yang mesti kita berikan sama orang lain," katanya. 

Selama berdiri, tak banyak pihak terutama dari instansi pemerintahan yang membantu keberlangsungan komunitas tersebut. Atok bersama istrinya, berjibaku menghidupi hajat anak binaannya tanpa pamrih. 
Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk

Lambat laun, masyarakat di sekitar rumah singgah mulai menerima keberadaan mereka. Bahkan banyak tokoh politik yang ingin mendulang suara anggota komunitas FK X-Tattoos saat masa pemilu. 

Di KBB saja, ia membina sekitar 800 orang anak jalanan dan orang-orang termarjinalkan lainnya. Ia berharap, pemerintah memperlakukan mereka yang kurang beruntung dan kadung terjerumus pada hal negatif dengan lebih manusiawi.

"Kami hanya minta pelatihan yang berkesinambungan, biarkan kami mandiri. Jangan terus disuapi. Sekarang sudah ada bukti kami berubah, ada minimarket yang datang minta beberapa orang anak untuk dipekerjakan sebagai tukang parkir. Sedangkan dari pemerintah nihil," bebernya. (SDK)
(Tim Redaksi/SDK)

Budianto Muhammad Malik Ibrahim Hijrah rumah singgah untuk Forum Komunitas X-Tattoos atau FK X-Tattoos Kabupaten Bandung Barat


Related Post



Loading...