Advertisement

Air PDAM di Kota Bandung Bakal Digilir, ini Alasannya !!!

Air PDAM di Kota Bandung Bakal Digilir, ini Alasannya !!!
(Republika : Google)
Editor: Epenz Teras Bandung —Jumat, 1 November 2019 11:31 WIB

Terasjabar.id - Dampak musim kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan lalu, membuat cadangan air baku di Situ Cijalupang yang memasok kebutuhan air ledeng untuk masyarakat Kota Bandung selama ini mengalami krisis.

Guna mensiasati hal tersebut dan tetap melayani pasokan air kepada masyarakat, PDAM Tirtawening berencana melakukan pendistribusian air secara bergilir dengan simulasi dua hari sekali dan jeda satu hari ke beberapa wilayah di Kota Bandung.

Pengumuman tersebut pun tampak telah disampaikan melalui akun instagram resmi PDAM Tirtawening yakni, pdam_tirtawening sejak Rabu (30/10/2019).

Menganggapi perihal tersebut, beragam tanggapan dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya yang wilayah pemukimannya turut menjadi salah satu lokasi dari rencana tersebut.

Seperti halnya Fira Andriani (45) warga Jalan Ciumbuleuit, Kelurahan Hegarmanah, Cidadap Kota Bandung, yang mengaku belum mengetahui adanya rencana tersebut dari pihak PDAM Tirtawening.

Bahkan, pasokan air PDAM di rumahnya telah menipis sejak beberapa minggu lalu, sehingga membuatnya harus membeli air bersih dari penjual roda keliling di sekitar permukimannya.

"Sejak dua atau tiga minggu kemarin, air tuh susah banget ngocornya, kadang keluar tapi kecil, kadang engga keluar sama sekali, padahal kebutuhan air di rumah kan tiap hari, jadi solusinya beli aja air di tukang air keliling dua hari sekali, sekali ngisi dua sampai tiga roda atau 20-30 jirigen air bersih," ujarnya saat ditemui di halaman rumahnya. Kamis (31/10/2019).

Dirinya berharap, PDAM dapat segera mendapat solusi dari permasalahan ini, selain menunggu datangnya musim penghujan untuk mengisi cadangan sumber air selama ini.

"Ya pinginnya mah mereka (PDAM) ada solusi, apalagi katanya bulan ini masuk musim hujan, jadi mereka bisa lebih siap untuk melayani masyarakat," ucapnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Junaedi (50) warga Jalan Cipedes Tengah, Sukajadi, Kota Bandung. Meski sudah menerima informasi terkait rencana tersebut, namun pihaknya tetap berharap PDAM memiliki solusi dari permasalahan yang ada saat ini.

Dengan cara mencari cadangan air baku lainnya, sebagai upaya preventif terjadinya hal serupa di kemudian hari.

"Saya pribadi inginnya PDAM memiliki alternatif menambah sumber mata air lain, biar ini nanti engga terjadi lagi di tahun-tahun kedepan, soalnya musim kemarau mah sesuatu hal yang pasti terjadi karena kehendak alam," ucapnya saat ditemui di pusat perbelanjaan ritel yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya.

Dirinya bahkan, akan melakukan persiapan dengan memperbesar atau menambah bak penampungan air yang selama ini digunakan saat ini untuk cadangan ketersediaan air.

"Kalau untuk persiapan rencana distribusi bergilir sih belum ada, tapi kalau itu jadi dilakukan, paling bikin tambahan penampung air, misalnya tower air yang ada sekarang di tambah atau beli yang lebih besar lagi, jadi pas ngalir bisa penuhin semuanya dulu biar engga repot," ujarnya.

Sedangkan Anita Rahayu (42) warga Gang Haji Durahman, Cipedes, Kota Bandung mengaku, dirinya saat ini tengah membuat sumur air baru, karena minimnya pasokan air PDAM yang terjadi disekitar tempat tinggalnya sejak dua minggu lalu.

"Sekarang lagi bikin sumur bor, soalnya air PDAM udah engga ngocor sama sekali dari minggu-minggu kemarin. Kalau kemarin-kemarin sempat beli air di mobil tangki keliling, tapi kalau terus-terusan beli mah jebol juga keuangannya, jadi mending sekalian aja, mudah-mudahan ini jadi solusi untuk saya dan keluarga," katanya saat ditemui di salah satu ritel perbelanjaan yang tidak jauh dari lokasi rumahnya, Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana.

PDAM PDAM Tirtawening Kota Bandung Krisis Air


Related Post



Loading...