Advertisement

Ada Potensi Pelanggaran HAM dalam Larangan Celana Cingkrang untuk ASN

Ada Potensi Pelanggaran HAM dalam Larangan Celana Cingkrang untuk ASN
Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
Editor: Dea Hot News —Kamis, 31 Oktober 2019 19:04 WIB
Terasjabar.id - Menteri Agama Fachrul Razi akan melarang penggunaan celana cingkrang dan cadar di lingkungan ASN. Menurut Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid, pelarangan terebut bisa berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM).


ADVERTISEMENT
"Ada (potensi pelanggaran HAM). Apalagi jika tanpa memakai pendekatan hukum," kata Usman, Kamis (31/10).


Melansir dari kumparan.com, Usman menilai, seharusnya Menag berhati-hati sebelum melontarkan wacana larangan yang berkaitan dengan radikalisme. Kehati-hatian itu, kata Usman, juga harus memperhatikan sejumlah hal, termasuk jaminan berekspresi bagi setiap warga negara.


"Cara berpakaian itu adalah bagian dari hak setiap warga negara yang konstitusional. Kedua, jaminan UUD 1945 atas kemerdekaan untuk berpikir, beragama, dan berkeyakinan," ucap Usman.


Direktur Internasional Amnesty Indonesia, Usman Hamid di Polda Metro Jaya, Selasa (9/7). Foto: Raga Imam/kumparan
"Jika berpakaian celana cingkrang dan cadar itu diyakini oleh pemakai sebagai bagian dari manifestasi keyakinan mereka beragama, maka itu tidak boleh dilarang," tegasnya.


Selain itu, Usman juga menyebut, tidak boleh ada diskriminasi atas pilihan agama dan keyakinan setiap warga negara. Termasuk, ekspresi masyarakat atas agama dan keyakinannya tersebut.


"Misalnya, mengapa hanya ditujukan kepada warga negara beragama Islam yang berpakaian dengan gaya tertentu? Mengapa yang lain tidak?" tuturnya.


Ia meminta pemerintah menyerahkan kepada proses hukum yang berlaku jika menemukan tindakan pelanggaran hukum, termasuk soal radikalisme. Namun, hal itu tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan pilihan pakaian seseorang.


"Jika hendak dikaitkan dengan pilihan pakaian seseorang maka tidak boleh ada tindakan hukum yang sewenang-wenang, karena setiap warga negara dan setiap manusia tetap wajib untuk diperlakukan dalam persamaan hak dan martabat," pungkasnya.

Menag Fachrul Razi sebelumnya menolak penggunaan celana cingkrang dan cadar bagi ASN. Ia mengakui, meski secara agama penggunaan celana cingkrang tidak dilarang, namun di instansi tertentu bisa saja hal itu tidak diperbolehkan.


“Kemudian masalah celana cingkrang-cingkrang itu tidak dilarang dari aspek agama. Karena memang agama pun tidak melarang. Tapi dari aturan pegawai bisa, misal di tempat ditegur celana kok tinggi gitu?" ungkap Fachrul Razi di Kemenko PMK, Kamis (31/10).


Meski tidak menyebutkan secara gamblang, namun Fachrul mengaku akan melarang ASN mengenakan penutup muka. Pasalnya, ia khawatir jika hal itu dimanfaatkan oleh orang yang tidak dikenal untuk masuk ke lingkungan kerja ASN.


Sebenarnya, secara umum, aturan pakaian ASN di acara kenegaraan dan resmi sudah tertuang dalam Perpres Nomor 71 tahun 2018. Namun, untuk seragam sehari-hari, diatur di kementerian atau lembaga masing-masing.

Potensi Pelanggaran HAM Larangan Celana Cingkrang ASN


Related Post



Loading...