Advertisement

Masyarakat Buka Suara Soal Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik 2020, Begini Katanya

Masyarakat Buka Suara Soal Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik 2020, Begini Katanya
Editor: S.N.A Teras Bisnis —Rabu, 30 Oktober 2019 16:15 WIB

Terasjabar.id - Pemerintah secara resmi telah menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai Januari 2020. Peresmian tersebut setelah Presiden Joko Widodo dilaporkan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 yang mengatur kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Dilansir dari Wowkeren.com, Kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu disebutkan mencapai dua kali lipat dari tarif saat ini. Di mana kelas III mandiri Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu per peserta per bulan, kelas II mandiri naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu, serta kelas I dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu.

Terkait kenaikan iuran tersebut membuat sejumlah masyarakat buka suara. Sebagian mungkin mengaku keberatan menanggung beban biaya yang berlipat ganda. Seperti ibu rumah tangga bernama Dewi Retno (36), ia mengaku harus menyisihkan uang bulanannya untuk membayar kepesertaan suami dan dua anak-anaknya.

"Suami dan anak-anak ikut kelas II. Selama ini, bayar sekitar Rp 150 ribu. Nah, kalau naik dua kali lipat, berarti bayar Rp 300 ribu dong," ujarnya, Rabu (30/10). "Ya berat lah. Kalau naiknya per peserta jadi Rp 70 ribu masih oke, tapi jangan langsung dua kali lipat begini."

Dewi kemudian menjelaskan jika tak mungkin dirinya berhenti begitu saja dari kepesertaan BPJS Kesehatan, mengingat suami bekerja sebagai guru sekolah swasta yang tidak dicover oleh asuransi komersial. "Kami memang butuh, mau nggak mau ya harus bayar. Mungkin, kini kami mempertimbangkan untuk turun ke kelas III saja," sambungnya.

Beda lagi dengan Anggi M (32), ia justru memprotes adanya kenaikan iuran BPJS dua kali lipat ini. Karena beban bayar setiap bulannya akan menjadi semakin berat. Anggi sendiri telah menanggung 3 kepala jadi setiap bulannya ia membayar Rp 240 ribu untuk orang tuanya, termasuk dirinya atas kepesertaan kelas I BPJS Kesehatan.

Sejak mendaftar hingga kini, ia selalu rajin membayar dan belum pernah menggunakan manfaat layanan kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. "Bayangkan, saya bayar jadi Rp 480 ribu per bulan, saya dan orang tua tidak pernah pakai," protesnya. " Ya, kalau nunggak, jangan salahkan saya sebagai masyarakat."

Sebelumnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sempat menjadi trending topic pada Rabu (30/10) pagi dengan kata kunci "BPJS". Rencana kenaikan iuran ini sendiri pertama kali disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kenaikan iuran ini disebut-sebut untuk membantu menyelesaikan persoalan defisit BPJS Kesehatan yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik 2020 Masyarakat Buka Suara


Related Post


 


Loading...