Advertisement

Kisah Komaruddin, Pria Penyintas Stroke Yang Bisa Sembuh Hingga Lakukan Kampanye Jalan Kaki Dari Bandung ke Jakarta

Kisah Komaruddin, Pria Penyintas Stroke Yang Bisa Sembuh Hingga Lakukan Kampanye Jalan Kaki Dari Bandung ke Jakarta
Editor: Dea Teras KBB —Sabtu, 26 Oktober 2019 09:10 WIB

Terasjabar.id - Komaruddin Rahmat (65), seorang mantan pengidap stroke mematahkan stigma bahwa stroke membuat pengidapnya tak berdaya dan hanya bisa terbaring di atas ranjang.

Pria asal Bekasi itu saat ini tengah menjalankan aksi jalan kaki dari Bandung menuju Jakarta dengan membawa misi 'Sebarkan Optimisme Sembuh Bagi Penderita Stroke'.

Saat melangkahkan kaki di aspal Kota Cimahi, Komaruddin tegap tanpa terlihat sedikitpun ia penyintas penyakit paling banyak diidap masyarakat di negara berkembang dan negara maju itu.

Tak peduli sorot matahari menyentuh permukaan kulitnya, sambil menggenggam bendera merah putih, Komaruddin berjalan beraturan ditemani seliweran mobil dan motor yang tak menghiraukan keberadaannya.

"Saya ingin memperlihatkan bahwa stroke itu bisa sembuh, bisa kembali seperti semula. Dengan jalan kaki ini salah satu langkah nyatanya," ujar Komaruddin saat ditemui usai melaksanakan ibadah salat Jumat di masjid Kota Cimahi, Jumat (25/10/2019).

Hari-hari pria kelahiran 25 Maret 1954 itu berubah drastis tatkala stroke hinggap di tubuh gagahnya tahun 2012 silam. Pembuluh darah yang pecah membuat tubuhnya lumpuh sebelah dan timbul kesemutan parah di kaki. Tak berhenti disitu, ia bahkan tak sanggup menelan air liur sembari matanya pedih tak karuan.

"Sangat tiba-tiba dan tidak menyangka. Kehidupan saya berubah 180 derajat padahal saya pensiun dari pekerjaan karena ingin mengejar mimpi jadi budayawan Betawi. Sempat menggelar panggung lenong klasik, merugi dan terus kepikiran. Itulah titik poinnya," ceritanya.

Kendati demikian, ia tak mau menyerah dengan keadaan. Selama enam bulan, ia terus melakukan terapi hingga akhirnya bisa berjalan meski bahu masih miring dan langkahnya diseret.

"Bagi saya ini peristiwa yang mencekam tapi luar biasa bagi saya. Saat divonis stroke yang saya cari pertama kali adalah orang yang berhasil sembuh," katanya.

Menurutnya, kunci menghindari stroke adalah dengan selalu berpikiran positif dan menjaga pola makan. Ia pun belajar teknik pernafasan untuk mengantisipasi anggota badan yang sulit digerakkan.

"Jangan menyerah, jangan hanya berbaring di kasur. Saya pernah mencoba beberapa olahraga sebagai terapi, hingga akhirnya berjalan kaki yang paling pas untuk saya," paparnya.

Beberapa tahun kemudian, Komaruddin berhasil pulih total. Ia pun berinisiatif untuk membuat kampanye sadar stroke dan menyebar optimisme sembuh kepada pengidap penyakit serangan otak tersebut.

"Saya bulatkan tekad untuk melakukan long march dengan biaya sendiri. Saya dibantu yayasan Cahaya Kita. Ada tim tiga orang di mobil, sopir dan yang mengatur penginapan dan makan," katanya.

Ia pun pernah melakukan beberapa kali try out dengan berjalan kaki dari Bekasi ke Kota Tua, Jakarta, lalu dari Bekasi ke Monas sebagai persiapan long march. "Sehari minimal jalan kaki 12 KM," katanya.

Rencananya, ia akan tiba di Jakarta pada 29 Oktober mendatang, tepatnya pada Peringatan Hari Stroke Se-dunia. "Tapi saya enggak ngoyo, mau mundur dua hari juga enggak masalah. Yang penting, niat dan pesannya tersampaikan," tutupnya.  (SDK)

Komaruddin Pria Stroke Sembuh Kampanye Jalan Kaki Bandung Jakarta


Related Post



Loading...