Advertisement

Pengeboman KCIC di Gunung Bohong Mengancam Nyawa, Warga Minta Direlokasi Saja

Pengeboman KCIC di Gunung Bohong Mengancam Nyawa, Warga Minta Direlokasi Saja
Editor: Malda Teras Cimahi —Jumat, 18 Oktober 2019 20:09 WIB
Terasjabar.id, Cimahi - Warga Komplek Tipar Silih Asih, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, khawatir mengalami kejadian hujan batu seperti yang terjadi di Purwakarta. 

Kekhawatiran itu timbul lantaran adanya aktivitas pengeboman Gunung Bohong untuk membuat terowongan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang berjarak 700 meter dari permukiman warga. 

Menurut Ketua RW 13 Komplek Tipar Silih Asih, Ahmad M. Sutisna, kontur Gunung Bohong yang posisinya berada tepat di atas perumahan itu sama seperti perbukitan yang ada di Plered, Purwakarta. 

"Memang sekarang masih jauh, pengeboman baru di titik awal terowongan yang jaraknya 700 meter. Tapi nanti kalau sudah di tengah-tengah, jarak ke komplek kita hanya 75 meter, kalau dibom ya jelas bisa hujan batu seperti di Purwakarta, nyawa kami terancam," kata Ahmad saat ditemui di kediamannya, Jumat (18/10/2019).

Terancam Pengeboman Proyek KCIC, Warga Gunung Bohong Minta Direlokasi
Saat ini aktivitas pengeboman memang sedang berhenti. Namun pekerja proyek sudah berniat agar pengeboman Gunung Bohong bisa kembali dilanjutkan.

"Keinginan warga itu sederhana, hentikan pengeboman Gunung Bohong dan tunjukkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Atau kami minta relokasi daripada jadi korban," tegasnya. 

Pengeboman yang pertama kali dilakukan sekitar 2 minggu lalu, saat ini sudah memberikan dampak kerusakan pada rumah-rumah warga terlihat dari retakan di dinding dan lantai. 

"Sampai saat ini sekitar 6 kali pengeboman, biasanya pagi dan sore. Kalau suara jelas terdengar, belum lagi ada getaran. Semua rumah warga disini retak-retak temboknya," jelasnya. 

Salah seorang warga yang rumahnya rusak akibat aktivitas pengeboman, Linda Kurniasari, mengaku rumahnya saat ini mengalami kerusakan di bagian tembok kamar mandi. Lantai rumahnya pun mengalami penurunan ketinggian. 

"Ini rekahan tembok di kamar mandi saja sekitar 2 cm. Kalau sekali lagi kena ledakan bisa ambruk. Pintu kamar mandinya aja sudah enggak bisa ditutup, soalnya agak menurun, jadi enggak lurus sama ruangan tengah," ujarnya. 

Sesuai kesepakatan dengan warga lainnya, jika proyek tetal dilanjutkan tanpa mengindahkan keselamatan jiwa warga, ia dan warga lainnya minta agar direlokasi. 

"Sebetulnya sudah betah disini, tapi kalau nyawa terancam ya lebih baik direlokasi. Kasihan anak-anak sebetulnya," katanya. (SDK)

Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Proyek Keretas Cepat Gunung Bohong Ledakan Bom. Lubangi Gunung Bohong Relokasi Nyawa Gunung Bohong


Related Post



Loading...