Advertisement

Tiga TNI Dicopot Gara-gara Postingan Ujaran Kebencian Istrinya Soal Penusukan Pak Wiranto, ini Postingannya

Tiga TNI Dicopot Gara-gara Postingan Ujaran Kebencian Istrinya Soal Penusukan Pak Wiranto, ini Postingannya
HANDOVER
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 12 Oktober 2019 17:17 WIB

Terasjabar.id - Nyinyir Menko Polhukam Wiranto ditusuk, bandingkan isi postingan istri Dandim Kendari dan istri anggota TNI AU.

Tak bijak bermedia sosial terkait musibah dialami Wiranto, istri anggota TNI AD dan TNI AU harus menghadapi kasus hukum.

Sebanyak 3 anggota TNI dicopot dari jabatannya gegara posting-an istri mereka di media sosial Facebook.

Ketiganya adalah Kolonel Hendi Suhendi yang menjabat sebagai Dandim 1417 Kendari, Peltu YNS anggota Satpomau Lanud Muljono di Surabaya, Sersan Z.

Istri keduanya ketahuan mem-posting ujaran kebencian terkait dengan peristiwa penusukan Menko Polhukam sekaligus mantan Menhankam dan Panglima ABRI, Jenderal (Purn) Wiranto.

Terkait dengan pencopotan tersebut, berikut 9 fakta terkait

Mulai dari 
1. Anggota TNI aktif

Tiga anggota TNI yang istrinya mem-posting konten negatif terkait dengan penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), merupakan anggota TNI aktif.

Dua berasal dari TNI AD dan seorang dari TNI AU.

Pangkat mereka di jenjang prajurit, bintara, dan perwira menengah.

Tiga anggota TNI yang istrinya mem-posting konten negatif terkait dengan penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), merupakan anggota TNI aktif.

Dua berasal dari TNI AD dan seorang dari TNI AU.

Pangkat mereka di jenjang prajurit, bintara, dan perwira menengah.

2. Nama dan inisial

Kolonel Hendi Suhendi

Ketiga anggota TNI tersebut adalah Kolonel Hendi Suhendi (TNI AD), Peltu YNS (TNI AU), dan Sersan Z (TNI AD).

Istri dari Kolonel Hendi Suhendi merupakan pemilik akun Irma Zulkifli Nasution di Facebook, istri Peltu YNS merupakan pemilik akun Fita Sulistyowati di Facebook, dan istri Sersan Z berinisial LZ.

3. Ujaran kebencian kepada Wiranto

Menko Polhukam Wiranto (foto kanan) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS.

Gara-gara ujung jari sang istri, suami harus menerima hukuman dari kesatuannya.

Sang istri mem-posting ujaran kebencian atau konten negatif terkait dengan penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), merupakan anggota TNI aktif.

Sebagaimana diketahui, Wiranto merupakan purnawirawan TNI AD berpangkat terakhir jenderal.

4. Isi posting-an

Menko Polhukam Wiranto diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS.

Inilah isi posting-an istri Kolonel Hendi Suhendi pemilik akun Irma Zulkifli Nasution di Facebook.

Akun Irma Zulkifli Nasution di Facebook kini tidak ditemukan lagi, namun screenshot posting-annya viral.

Awalnya, pemilik akun Irma Zulkifli Nasution mem-posting, "Jgn cemen pak,…Kejadianmu, tak sebanding dgn berjuta nyawa yg melayang."

Posting-an atau status istri Kolonel Hendi Suhendi yang nyinyiri kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto.
Posting-an atau status istri Kolonel Hendi Suhendi yang nyinyiri kasus penusukan Menko Polhukam, Wiranto. (HANDOVER)

Posting-an atau status tersebut kemudian dikomentari pengelola akun Togar Panjaitann yang mengingatkan pemilik akun Irma Zulkifli Nasution yang tak pantas menulis nyinyiran karena merupakan istri perwira dan pejabat di lingkungan TNI AD.

"Ibu ini adalah isteri seorang Dandim di Kendari. Tidak pantas seorang isteri Perwira TNI AD membuat pernyataan superti ini."

Demikian komentar pengelola akun Togar Panjaitann.

Pemilik akun Irma Zulkifli Nasution malah mengaku jika dirinya menulis status itu karena membela banyak warga yang menderita dan meninggal akibat kebijakan pemerintah.

Selain itu, dia juga mengaku berasal dari keluarga tentara dan polisi.

"Maaf pak Togar Panjaitann kenapa tdk pantas,.. saya seorg istri Dandim dan jg seorang manusia biasa yg mempunyai perasaan,apayg saya sampaikan tdk menghina siapapun,..jutsru saya seorg istri perwira pak, yg merasakan perasaan berjuta rakyat mati Lbh mngiris kalbu, mohon maaf apabila bpk tdk berkenan."

Demikian ditulis pemilik akun Irma Zulkifli Nasution.

Lalu, dilanjutkan, "Saya menangis pak banyak anak bgsa mati begitu saja,…saya hnya mnyampaikan apa yg saya rasaran,.. siapapun dia kalo punya hati nurani pastilah hatinya tersayat."

Juga ditulis, "Pak Togar, saya bukan saja seorg istri seorg perwira tp jg saya seorg anak TNI -AL dan seorg cucu Polisi dan ponakan seorang TNI,.. tentunya bpk tau jiwa cintanya kpd Rakyat anak bangsa dan NKRI dan bgmana saya dibesarkan dlm lingkungan TNI."

Komentar pengelola dan pemilik akun Irma Zulkifli Nasution dan Togar Panjaitann.
Komentar pengelola dan pemilik akun Irma Zulkifli Nasution dan Togar Panjaitann. (HANDOVER)

Sementara, posting-an pemilik akun Fita Sulistyowati di Facebook atau istri Peltu YNS adalah ,"Jgn2 ini cam dramanya si wir,,,,buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan, tapi kalo mmg bnr ada penusukan,,,mdh2an si penusuknya baek2 aja dan slamat dr amukan polisi, buat yang di tusuk semoga lancar kematiannya."

Posting-an dan foto wajah pemilik akun Fita Sulistyowati.
Posting-an dan foto wajah pemilik akun Fita Sulistyowati. (HANDOVER)

Akun Fita Sulistyowati masih aktif hingga Sabtu (12/10/2019) pagi.

Sementara, posting-an istri Sersan Z belum ditemukan penulis.

5. Diumumkan KSAD

KSAD, Jenderal TNI Andika Perkasa

Pencopotan Kolonel Hendi Suhendi diumumkan langsung Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal TNI Andika Perkasa.

 "Proses administrasi (hukuman terhadap HS dan Z) sudah saya tandatangani. Tetapi besok akan dilepaskan oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Hasanuddin di Makassar. Karena masuk ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara," ujar Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019), sebagaimana dikutip dari Antara.

6. Dirilis di situs resmi TNI AU

Sementara itu, pencopotan Peltu YNS dirilis melalui laman resmi TNI AU https://tni-au.mil.id.

Berikut kutipan isi rilis tersebut.

"Istri Unggah Fitnah di Medsos , Anggota Pomau Lanud Muljono Surabaya Dicopot"

"TNI AU.  Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara."

"KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku."

"Terhadap sdri, FS, istri dari Peltu YNS anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya yang telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara dengan mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (facebook). Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi."

"Peltu YNS mendapat teguran keras, dicopot dari jabatan dan ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau karena melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer, sementara istrinya FS dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal penyebaran kebencian dan berita bohong."

7. Diupacarakan di Makodam XIV/Hasanuddin

Pangdam/XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi

Seremoni pencopotan Kolonel Hendi Suhendi akan dilakukan melalui upacara di Markas Kodam XIV/Hasanuddin, di Makassar, Sulsel, Sabtu (12/10/2019) atau hari ini.

Rencanananya, upacara akan dipimpin Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen Surawahadi.

Kodim 1417 Kendari berada di bawah Kodam XIV/Hasanuddin.

8. Undang-undang dilanggar

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa

Pencopotan kedua prajurit TNI AD tersebut telah disesuaikan dengan Undang Undang Nomor 25 tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. 

Selain itu, istri mereka juga akan dilaporkan kepada polisi karena melanggar UU ITE.

"Dua individu ini kami duga melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Akan kami dorong prosesnya ke peradilan umum," ujar Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dikutip dari https://tni-au.mil.id, Peltu YNS dan istri juga dijerat menggunakan Undang Undang Nomor 25 tahun 2014 dan UU ITE.

9. Mantan Atase Pertananan RI

Serah terima jabatan Dandim 1417 Kendari pejabat lama Letkol Cpn KRT Fajar Lutvi Haris Wijaya ke pejabat baru Kolonel Kav Hendi Suhendi pada upacara serahterima jabatan di Aula Jenderal Sudirman Korem 143/Ho Kendari, Kota Kendari, Sultra, yang dilakukan Danrem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, Senin (19/8/2019).

Kolonel Hendi Suhendi dicopot saat baru hampir 2 bulan menjabat Dandim 1417 Kendari.

Dia dilantik menggantikan Letkol Cpn KRT Fajar Lutvi Haris Wijaya pada Senin, 19 Agustus 2019.

Sebelumnya, Kolonel Hendi Suhendi menjabat Atase Pertahanan RI di Moscow, Rusia.



Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Ternyata Ini Isi Cuitan Istri yang Buat Tiga Anggota TNI Dicopot Gara-gara Hujat Wiranto di Facebook, Editor: Fadhila Rahma

Wiranto Penusukan Wiranto Banten ISIS Paham ISIS Abu Rara Kampung Sawah Pandenglang Banten alun-alun Menes


Related Post



Loading...