Advertisement

Viral Beredar Foto-foto yang Mirip Abu Rara Berfoto Dengan Wiranto, Begini Penjelasan Wiranto !

Viral Beredar Foto-foto yang Mirip Abu Rara Berfoto Dengan Wiranto, Begini Penjelasan Wiranto !
photocollage/wartakotalive.com/FACEBOOK/ARDHIN TABITA/rakyatku.com
Editor: Malda Berita Viral —Jumat, 11 Oktober 2019 15:45 WIB


Terasjabar.id - Viral Beredar Foto-foto yang Mirip Abu Rara Berfoto Dengan Wiranto, Begini Penjelasan Wiranto ! 

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto diserang dua orang di Pandeglang, Banten.

Jenderal (Purn) Wiranto ditusuk di Pandeglang Banten sesaat setelah turun dari mobil di Alun-alun Menes Pandeglang, Banten.

Dua orang tersangka penusuk Wiranto pelaku langsung ditangkap beberapa menit setelah kejadian

tersangka penusuk Wiranto Fitri Andriana dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara, suami istri.

Sesaat setelah peristiwa itu beredar di media sosial video dan foto-foto tersangka. 

Tentu saja foto-foto dan video itu dibuatkan narasi dengan berbagai versi.

Ada juga yang melakukan pengeditan foto tersangka yang dikaitkan dengan foto seseorang yang sebelumnya pernah foto bareng dan sangat dengan Jenderal Purn Wiranto.

Inilah foto yang viral di media sosial dan berbagai grup whatsapp.


Foto editan yang viral di media sosial. Narasi foto itu seolah-olah ada kemiripan antara foto tersangka penusuk Wiranto di Pandeglang, Banten, dengan foto lelaki berpakaian putih-putih dan bersorban.
Foto editan yang viral di media sosial. Narasi foto itu seolah-olah ada kemiripan antara foto tersangka penusuk Wiranto di Pandeglang, Banten, dengan foto lelaki berpakaian putih-putih dan bersorban. (viral medsos/grup whatsapp)

Foto sebelah kiri adalah foto tersangka setelah diamankan petugas seusai penusukan Wiranto.

Wartakotalive.com kemudian menelusuri foto sebelah kiri, seseorang memakai sorban putih dan pakaian serba putih.

Di belakang orang tersebut ada Wiranto yang memangku seorang anak.

Keluarga Wiranto di pemakaman Achmad Daniyal Alfatih (16 bulan), cucu Wiranto, Jumat (16/11/2018). 


Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Menkopolhukam Wiranto Berikan Penjelasan soal Viral Foto Keluarga di Pemakaman Cucunya, https://medan.tribunnews.com/2018/11/20/menkopolhukam-wiranto-berikan-penjelasan-soal-viral-foto-keluarga-di-pemakaman-cucunya?page=all.

Editor: Abdi Tumanggor
Keluarga Wiranto di pemakaman Achmad Daniyal Alfatih (16 bulan), cucu Wiranto, Jumat (16/11/2018). 

Penelusuran Wartakotalive.com menemukan foto tersebut adalah foto tahun 2018 saat pemakaman cucu Wiranto yang meninggal karena tenggelam.

Orang yang bersorban putih dan dilingkari merah kemudian dikait-kaitkan dengan foto tersangka penusuk Wiranto, tak lain adalah menantu Wiranto, Abdi Setiawan.

Menantu Wiranto, Abdi Setiawan memboyong anaknya yang meninggal dunia, Kamis malam (15/11/2018).
Menantu Wiranto, Abdi Setiawan memboyong anaknya yang meninggal dunia, Kamis malam (15/11/2018). ((FOTO-FOTO: FACEBOOK/ARDHIN TABITA/rakyatku.com))
Keluarga Menkopolhukam Wiranto foto bersama di samping makam almarhum Achmad Daniyal Alfatih, cucu Wiranto, di pemakaman keluarga Delingan, Kecamatan Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018).
Keluarga Menkopolhukam Wiranto foto bersama di samping makam almarhum Achmad Daniyal Alfatih, cucu Wiranto, di pemakaman keluarga Delingan, Kecamatan Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018). ((KOMPAS.com/LABIB ZAMANI))

Saat itu, Jenderal Purn Wiranto pun telah menjelaskan foto-foto yang viral dan menunjukkan sejumlah perempuan bercadar.

Penjelasan Wiranto terkait viral foto wanita bercadar.

Menkopolhukam Wiranto angkat bicara soal viralnya di media sosial foto kekuarga, anak dan cucunya yang bercadar. Sementara sang menantu, Abdi Setiawan, terlihat mengenakan sorban.

Foto keluarga itu saat pemakaman cucunya, Ahmad Daniyal Al Fatih (16 bulan), di pemakaman keluarga di Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Jumat (16/11/2018) lalu.

"Pada saat cucu saya Ahmad Daniyal Al Fatih meninggal dunia, ibu, ayah dan kakak-kakaknya mengenakan busana muslim yang bercadar, bersorban. Banyak masyarakat terkejut, media sosial ramai membincangkan tentang mereka. Ada yang senang dan ada pula yang mencerca dengan prasangka dan cara mereka. Bahkan mencoba menghubung-hubungkan dengan tugas dan jabatan saya sebagai Menko Polhukam," kata Wiranto dalam pernyataan tertulisnya yang beredar pada Senin (19/11/2018).

Mantan Ketum Hanura ini mengakui, mengajarkan anak-anaknya untuk mencintai negara dengan cara masing-masing.

Diberitakan Tribunmedan.com saat itu, Wiranto memberi kebebasan kepada anak-anaknya, termasuk dalam berpakaian.

Wiranto kemudian mengulang nasihat yang dia berikan kepada anak-anaknya.

"Jangan campur adukkan agama dengan ideologi negara, jangan jual agama untuk kepentingan politik dan jangan jual agama untuk mencari keuntungan finansial. Dalami agama untuk bekal di akhirat dan memberikan kebaikan bagi sesama, bangsa, dan negara."

"Kamu boleh kenakan baju apa saja selama kamu merasa nyaman, tetapi yang penting janganlah penampilanmu hanya untuk pamer tentang keislamanmu, karena kedalaman agamamu bukan diukur dari pakaianmu atau penampilanmu, tetapi akhlak dan perilakumulah yang lebih utama," demikian pesan Wiranto kepada keluarganya.

BERIKUT PENJELASAN LENGKAP WIRANTO TERKAIT DENGAN VIRALNYA FOTO KELUARGA

Beberapa tahun yang lalu, di saat anak saya Zainal Nurizky (alm) meninggal dunia pada saat belajar Al Qur’an di Afrika Selatan, ada sebagian orang mengatakan bahwa anak Wiranto menganut Islam radikal, masuk Islam garis keras, kader terorisme dan seterusnya.

Padahal dengan kesadarannya sendiri dia minta ijin untuk keluar dari Universitas Gadjah Mada yang sangat bergengsi itu karena keprihatinan dan kesadarannya melihat perilaku sebagian generasi muda yang tidak lagi memiliki kepribadian yang tepuji.

Dia mendalami Al Qur’an untuk memantapkan akhlaq dan moralnya sebagai basis pengabdiannya kedepan nanti sebagai generasi penerus. Lewat internet, dia memilih tempat belajar Al Qur’an yang bebas politik, Ponpes Internasional di wilayah Land Asia Afrika Selatan yang khusus untuk memantapkan pemahaman Al Qur’an yang mengedepankan persaudaraan dan kedamaian, bukan sekolah teroris. Sayang sekali baru satu tahun belajar dari 7 tahun yang harus dijalaninya, dia meninggal disana karena sakit, disaat membaca ayat-ayat suci. Maka saat ada orang yang mencibir dan memfitnah, sayapun hanya tertawa, karena memang tidak perlu saya layani.

Sekarang ini pada saat cucu saya Ahmad Daniyal Al Fatih (alm) meninggal dunia, ibu, ayah dan kakak- kakaknya mengenakan busana muslim yang bercadar, bersorban, banyak masyarakat terkejut, media sosial ramai membincangkan tentang mereka. Ada yang senang dan ada pula yang mencerca dengan prasangka dan cara mereka. Bahkan mencoba menghubung-hubungkan dengan tugas dan jabatan saya sebagai Menko Polhukam.

Agar anak dan cucu saya dapat menghadap Allah yang Maha Kasih dengan tenang, maka tidak ada salahnya kalau saya menjelaskan tentang keluarga saya dan prinsip-prinsip kehidupan yang saya berikan kepada mereka.

Saat ini di tahun 2018 sudah genap setengah abad (50 tahun) saya mengabdikan diri saya kepada Ibu Pertiwi, 32 tahun dalam penugasan sebagai militer aktif dan sisanya 18 tahun dalam politik dan pemerintahan. Banyak yang telah saya lakukan untuk menjaga keutuhan, kedaulatan dan kehormatan negeri ini. Prestasi, pujian juga fitnah dan cercaan sudah tak terbilang banyaknya, namun tidak menggoyahkan kecintaan saya kepada negeri ini dan keyakinan saya tentang idiologi negara Pancasila, Saptamarga yang telah merasuk dalam jiwaraga saya.

Dengan modal itu saya ajari mereka untuk merasa memiliki, mencintai, membela negeri ini dimanapun posisi mereka, apapun pekerjaan mereka karena disinilah kita dilahirkan, dibesarkan, dididik, mendapatkan kehidupan bahkan tempat peristirahatan yang terakhir.

“Jangan campur adukkan agama dengan idiologi negara, jangan jual agama untuk kepentingan politik dan jangan jual agama untuk mencari keuntungan finansial. Dalami agama untuk bekal di akherat dan memberikan kebaikan bagi sesama, bangsa dan negara”.

“Kamu boleh kenakan baju apa saja, selama kamu merasa nyaman tetapi yang penting janganlah penampilanmu hanya untuk pamer tentang ke-Islamanmu, karena kedalaman agamamu bukan diukur dari pakaianmu atau penampilanmu, tetapi akhlak dan perilakumulah yang lebih utama”.

Saya memberikan kebebasan kepada keluarga saya untuk menjadi apa saja dan melakukan apa saja sepanjang tidak keluar dari rambu-rambu kehidupan yang telah saya pesankan kepada mereka itu.

Saya selalu menekankan kepada mereka untuk berusaha memberikan kebaikan kepada negeri ini dan bukan malah merepotkan negeri ini.

Saya beruntung pernah dipercaya menjadi Panglima ABRI/TNI tetapi tak seorangpun anak atau menantu saya mengikuti jejak saya sebagai militer, atau menjadi rekanan untuk pengadaan Alutsista. Saya mendirikan partai Hanura, namun tak seorangpun dari keluarga saya menjadi pengurus partai.

Saya memang meminta dengan sungguh-sungguh kepada mereka untuk jangan sekali-kali memanfaat jabatan saya untuk kepentingan pribadi. Saya bersyukur sampai detik ini kami sekeluarga masih dapat mempertahankan komitmen itu.

Terimakasih kepada siapa saja di saat cucu saya Ahmad Daniyal Al Fatih (alm) meninggal dunia, telah memberikan atensi dan doanya. Semoga semua itu akan menjadi bekal yang menerangi jalan baginya untuk menghadap Tuhan Yang Maha Kasih, Amiin. 

Wiranto, 19 November 2018

Pihak Kemenko Polhukam menyebut pernyataan tertulis ini disampaikan melalui tim media Wiranto.

////

Curhat Wiranto di Twitter

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menumpahkan isi hatinya di media sosial Twitter setelah ditinggal pergi oleh sang cucu untuk selamanya. 

Wiranto harus mengikhlaskan kepergian sang cucu yang meninggal dunia saat bermain di dekat kolam.

Ia mencurahkan isi hatinya melalui akun Twitter @wiranto1947.

Wiranto mengunggah gambar bertuliskan potong surat Al Baqarah.

"Sesungguhnya, kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kita semua pasti akan kembali -- QS Al Baqarah 156," tulis Wiranto.

Sebelumnya, Wiranto menuturkan sang cucu meninggal akibat tercebur ke kolam.

Pada Kamis (15/11/2018), sang cucu disemayamkan di rumah duka di Jalan Tulodong Bawah 4 Lama Nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wiranto hadir dalam pemakaman cucunya, Achmad Daniyal Alfatih.

Cucu Wiranto itu dimakamkan di pemakaman keluarga Delingan, Kecamatan Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Jumat (16/11/2018).

Daniyal dimakamkan di samping maKam tantenya atau putri pertama Wiranto, almarhumah Natarina Sofianti.

Wiranto mengatakan keluarga sangat terpukul atas meninggalnya Daniyal.

Ia menerangkan bahwa pagi hari sebelum tiada, Daniyal masih sempat bermain dengan keluarga.

Keluarga tak menyangka, siang harinya Daniyal sudah pergi untuk selama-lamanya.

"Siang harinya sudah harus berpisah selamanya. Tentu ini sangat menyedihkan dan mengejutkan," kata Wiranto di pemakaman keluarga Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, seperti dikutip Tribunstyle.com dari Kompas.com pada Jumat.

Meski begitu, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Daniyal.

"Kami sekeluarga benar-benar telah mengikhlaskan kepergian Ananda Achmad Daniyal Alfatih untuk berangkat mendahului menghadap Sang Khalik, untuk mendapatkan pengampunan yang Maha Kuasa,"

"Tentunya almarhum Ananda Daniyal masih seperti kertas putih belum ada noda-nodanya. Bagi manusia belum ada dosa-dosa yang dimiliki, namun apabila ada kesalahan yang membuat siapa pun merasa tidak nyaman, kami sekeluarga mohon dimaafkan," tambah Wiranto.

Daniyal merupakan anak ketujuh dari pasangan Abdi Setiawan dan Amalia Sianti.

Pemakaman Daniyal diiringi isak tangis keluarga.

Jenazah Daniyal digendong oleh ayahnya dari mobil jenazah menuju kompleks pemakaman.

Ibu Daniyal, Amalia, tak kuasa menahan sedih melepas kepergian anak bungsunya.

Amalia berusaha tegar menyaksikan anaknya berusia 1 tahun 4 bulan dimasukkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Daniyal tiba di pemakaman keluarga Delingan sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya Daniyal diterbangkan dari rumah duka di Jakarta pada pukul 07.00 WIB. 



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul FOTO-FOTO Sosok Lelaki Bersorban Putih Dikaitkan-kaitkan dengan Foto Abu Rara,Ini Penjelasan Wiranto, https://wartakota.tribunnews.com/2019/10/11/foto-foto-sosok-lelaki-bersorban-putih-dikaitkan-kaitkan-dengan-foto-abu-rara-orang-dekat-wiranto?page=all.

Editor: Suprapto

Beredar foto-foto mengaitkan Abu Rara dengan foto orang dekat Wiranto bersorban putih dan berkain putih. Ini penjelasan Wiranto terkait wanita bercadar dan lelaki bersorban putih yang viral.

MENTERI Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto diserang dua orang di Pandeglang, Banten.

Jenderal (Purn) Wiranto ditusuk di Pandeglang Banten sesaat setelah turun dari mobil di Alun-alun Menes Pandeglang, Banten.

Dua orang tersangka penusuk Wiranto pelaku langsung ditangkap beberapa menit setelah kejadian

tersangka penusuk Wiranto Fitri Andriana dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara, suami istri.

Sesaat setelah peristiwa itu beredar di media sosial video dan foto-foto tersangka. 

Tentu saja foto-foto dan video itu dibuatkan narasi dengan berbagai versi.

Ada juga yang melakukan pengeditan foto tersangka yang dikaitkan dengan foto seseorang yang sebelumnya pernah foto bareng dan sangat dengan Jenderal Purn Wiranto.

Inilah foto yang viral di media sosial dan berbagai grup whatsapp.


Foto editan yang viral di media sosial. Narasi foto itu seolah-olah ada kemiripan antara foto tersangka penusuk Wiranto di Pandeglang, Banten, dengan foto lelaki berpakaian putih-putih dan bersorban.
Foto editan yang viral di media sosial. Narasi foto itu seolah-olah ada kemiripan antara foto tersangka penusuk Wiranto di Pandeglang, Banten, dengan foto lelaki berpakaian putih-putih dan bersorban. (viral medsos/grup whatsapp)

Foto sebelah kiri adalah foto tersangka setelah diamankan petugas seusai penusukan Wiranto.

Wartakotalive.com kemudian menelusuri foto sebelah kiri, seseorang memakai sorban putih dan pakaian serba putih.

Di belakang orang tersebut ada Wiranto yang memangku seorang anak.

Keluarga Wiranto di pemakaman Achmad Daniyal Alfatih (16 bulan), cucu Wiranto, Jumat (16/11/2018). Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Menkopolhukam Wiranto Berikan Penjelasan soal Viral Foto Keluarga di Pemakaman Cucunya, https://medan.tribunnews.com/2018/11/20/menkopolhukam-wiranto-berikan-penjelasan-soal-viral-foto-keluarga-di-pemakaman-cucunya?page=all.Editor: Abdi Tumanggor
Keluarga Wiranto di pemakaman Achmad Daniyal Alfatih (16 bulan), cucu Wiranto, Jumat (16/11/2018). 

Penelusuran Wartakotalive.com menemukan foto tersebut adalah foto tahun 2018 saat pemakaman cucu Wiranto yang meninggal karena tenggelam.

Orang yang bersorban putih dan dilingkari merah kemudian dikait-kaitkan dengan foto tersangka penusuk Wiranto, tak lain adalah menantu Wiranto, Abdi Setiawan.

Menantu Wiranto, Abdi Setiawan memboyong anaknya yang meninggal dunia, Kamis malam (15/11/2018).
Menantu Wiranto, Abdi Setiawan memboyong anaknya yang meninggal dunia, Kamis malam (15/11/2018). ((FOTO-FOTO: FACEBOOK/ARDHIN TABITA/rakyatku.com))
Keluarga Menkopolhukam Wiranto foto bersama di samping makam almarhum Achmad Daniyal Alfatih, cucu Wiranto, di pemakaman keluarga Delingan, Kecamatan Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018).
Keluarga Menkopolhukam Wiranto foto bersama di samping makam almarhum Achmad Daniyal Alfatih, cucu Wiranto, di pemakaman keluarga Delingan, Kecamatan Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018). ((KOMPAS.com/LABIB ZAMANI))

Saat itu, Jenderal Purn Wiranto pun telah menjelaskan foto-foto yang viral dan menunjukkan sejumlah perempuan bercadar.

Penjelasan Wiranto terkait viral foto wanita bercadar.

Menkopolhukam Wiranto angkat bicara soal viralnya di media sosial foto kekuarga, anak dan cucunya yang bercadar. Sementara sang menantu, Abdi Setiawan, terlihat mengenakan sorban.

Foto keluarga itu saat pemakaman cucunya, Ahmad Daniyal Al Fatih (16 bulan), di pemakaman keluarga di Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Jumat (16/11/2018) lalu.

"Pada saat cucu saya Ahmad Daniyal Al Fatih meninggal dunia, ibu, ayah dan kakak-kakaknya mengenakan busana muslim yang bercadar, bersorban. Banyak masyarakat terkejut, media sosial ramai membincangkan tentang mereka. Ada yang senang dan ada pula yang mencerca dengan prasangka dan cara mereka. Bahkan mencoba menghubung-hubungkan dengan tugas dan jabatan saya sebagai Menko Polhukam," kata Wiranto dalam pernyataan tertulisnya yang beredar pada Senin (19/11/2018).

Mantan Ketum Hanura ini mengakui, mengajarkan anak-anaknya untuk mencintai negara dengan cara masing-masing.

Diberitakan Tribunmedan.com saat itu, Wiranto memberi kebebasan kepada anak-anaknya, termasuk dalam berpakaian.

Wiranto kemudian mengulang nasihat yang dia berikan kepada anak-anaknya.

"Jangan campur adukkan agama dengan ideologi negara, jangan jual agama untuk kepentingan politik dan jangan jual agama untuk mencari keuntungan finansial. Dalami agama untuk bekal di akhirat dan memberikan kebaikan bagi sesama, bangsa, dan negara."

"Kamu boleh kenakan baju apa saja selama kamu merasa nyaman, tetapi yang penting janganlah penampilanmu hanya untuk pamer tentang keislamanmu, karena kedalaman agamamu bukan diukur dari pakaianmu atau penampilanmu, tetapi akhlak dan perilakumulah yang lebih utama," demikian pesan Wiranto kepada keluarganya.

BERIKUT PENJELASAN LENGKAP WIRANTO TERKAIT DENGAN VIRALNYA FOTO KELUARGA

Beberapa tahun yang lalu, di saat anak saya Zainal Nurizky (alm) meninggal dunia pada saat belajar Al Qur’an di Afrika Selatan, ada sebagian orang mengatakan bahwa anak Wiranto menganut Islam radikal, masuk Islam garis keras, kader terorisme dan seterusnya.

Padahal dengan kesadarannya sendiri dia minta ijin untuk keluar dari Universitas Gadjah Mada yang sangat bergengsi itu karena keprihatinan dan kesadarannya melihat perilaku sebagian generasi muda yang tidak lagi memiliki kepribadian yang tepuji.

Dia mendalami Al Qur’an untuk memantapkan akhlaq dan moralnya sebagai basis pengabdiannya kedepan nanti sebagai generasi penerus. Lewat internet, dia memilih tempat belajar Al Qur’an yang bebas politik, Ponpes Internasional di wilayah Land Asia Afrika Selatan yang khusus untuk memantapkan pemahaman Al Qur’an yang mengedepankan persaudaraan dan kedamaian, bukan sekolah teroris. Sayang sekali baru satu tahun belajar dari 7 tahun yang harus dijalaninya, dia meninggal disana karena sakit, disaat membaca ayat-ayat suci. Maka saat ada orang yang mencibir dan memfitnah, sayapun hanya tertawa, karena memang tidak perlu saya layani.

Sekarang ini pada saat cucu saya Ahmad Daniyal Al Fatih (alm) meninggal dunia, ibu, ayah dan kakak- kakaknya mengenakan busana muslim yang bercadar, bersorban, banyak masyarakat terkejut, media sosial ramai membincangkan tentang mereka. Ada yang senang dan ada pula yang mencerca dengan prasangka dan cara mereka. Bahkan mencoba menghubung-hubungkan dengan tugas dan jabatan saya sebagai Menko Polhukam.

Agar anak dan cucu saya dapat menghadap Allah yang Maha Kasih dengan tenang, maka tidak ada salahnya kalau saya menjelaskan tentang keluarga saya dan prinsip-prinsip kehidupan yang saya berikan kepada mereka.

Saat ini di tahun 2018 sudah genap setengah abad (50 tahun) saya mengabdikan diri saya kepada Ibu Pertiwi, 32 tahun dalam penugasan sebagai militer aktif dan sisanya 18 tahun dalam politik dan pemerintahan. Banyak yang telah saya lakukan untuk menjaga keutuhan, kedaulatan dan kehormatan negeri ini. Prestasi, pujian juga fitnah dan cercaan sudah tak terbilang banyaknya, namun tidak menggoyahkan kecintaan saya kepada negeri ini dan keyakinan saya tentang idiologi negara Pancasila, Saptamarga yang telah merasuk dalam jiwaraga saya.

Dengan modal itu saya ajari mereka untuk merasa memiliki, mencintai, membela negeri ini dimanapun posisi mereka, apapun pekerjaan mereka karena disinilah kita dilahirkan, dibesarkan, dididik, mendapatkan kehidupan bahkan tempat peristirahatan yang terakhir.

“Jangan campur adukkan agama dengan idiologi negara, jangan jual agama untuk kepentingan politik dan jangan jual agama untuk mencari keuntungan finansial. Dalami agama untuk bekal di akherat dan memberikan kebaikan bagi sesama, bangsa dan negara”.

“Kamu boleh kenakan baju apa saja, selama kamu merasa nyaman tetapi yang penting janganlah penampilanmu hanya untuk pamer tentang ke-Islamanmu, karena kedalaman agamamu bukan diukur dari pakaianmu atau penampilanmu, tetapi akhlak dan perilakumulah yang lebih utama”.

Saya memberikan kebebasan kepada keluarga saya untuk menjadi apa saja dan melakukan apa saja sepanjang tidak keluar dari rambu-rambu kehidupan yang telah saya pesankan kepada mereka itu.

Saya selalu menekankan kepada mereka untuk berusaha memberikan kebaikan kepada negeri ini dan bukan malah merepotkan negeri ini.

Saya beruntung pernah dipercaya menjadi Panglima ABRI/TNI tetapi tak seorangpun anak atau menantu saya mengikuti jejak saya sebagai militer, atau menjadi rekanan untuk pengadaan Alutsista. Saya mendirikan partai Hanura, namun tak seorangpun dari keluarga saya menjadi pengurus partai.

Saya memang meminta dengan sungguh-sungguh kepada mereka untuk jangan sekali-kali memanfaat jabatan saya untuk kepentingan pribadi. Saya bersyukur sampai detik ini kami sekeluarga masih dapat mempertahankan komitmen itu.

Terimakasih kepada siapa saja di saat cucu saya Ahmad Daniyal Al Fatih (alm) meninggal dunia, telah memberikan atensi dan doanya. Semoga semua itu akan menjadi bekal yang menerangi jalan baginya untuk menghadap Tuhan Yang Maha Kasih, Amiin. 

Wiranto, 19 November 2018

Pihak Kemenko Polhukam menyebut pernyataan tertulis ini disampaikan melalui tim media Wiranto.


Curhat Wiranto di Twitter

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menumpahkan isi hatinya di media sosial Twitter setelah ditinggal pergi oleh sang cucu untuk selamanya. 

Wiranto harus mengikhlaskan kepergian sang cucu yang meninggal dunia saat bermain di dekat kolam.

Ia mencurahkan isi hatinya melalui akun Twitter @wiranto1947.

Wiranto mengunggah gambar bertuliskan potong surat Al Baqarah.

"Sesungguhnya, kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kita semua pasti akan kembali -- QS Al Baqarah 156," tulis Wiranto.

Sebelumnya, Wiranto menuturkan sang cucu meninggal akibat tercebur ke kolam.

Pada Kamis (15/11/2018), sang cucu disemayamkan di rumah duka di Jalan Tulodong Bawah 4 Lama Nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wiranto hadir dalam pemakaman cucunya, Achmad Daniyal Alfatih.

Cucu Wiranto itu dimakamkan di pemakaman keluarga Delingan, Kecamatan Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Jumat (16/11/2018).

Daniyal dimakamkan di samping maKam tantenya atau putri pertama Wiranto, almarhumah Natarina Sofianti.

Wiranto mengatakan keluarga sangat terpukul atas meninggalnya Daniyal.

Ia menerangkan bahwa pagi hari sebelum tiada, Daniyal masih sempat bermain dengan keluarga.

Keluarga tak menyangka, siang harinya Daniyal sudah pergi untuk selama-lamanya.

"Siang harinya sudah harus berpisah selamanya. Tentu ini sangat menyedihkan dan mengejutkan," kata Wiranto di pemakaman keluarga Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, seperti dikutip Tribunstyle.com dari Kompas.com pada Jumat.

Meski begitu, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Daniyal.

"Kami sekeluarga benar-benar telah mengikhlaskan kepergian Ananda Achmad Daniyal Alfatih untuk berangkat mendahului menghadap Sang Khalik, untuk mendapatkan pengampunan yang Maha Kuasa,"

"Tentunya almarhum Ananda Daniyal masih seperti kertas putih belum ada noda-nodanya. Bagi manusia belum ada dosa-dosa yang dimiliki, namun apabila ada kesalahan yang membuat siapa pun merasa tidak nyaman, kami sekeluarga mohon dimaafkan," tambah Wiranto.

Daniyal merupakan anak ketujuh dari pasangan Abdi Setiawan dan Amalia Sianti.

Pemakaman Daniyal diiringi isak tangis keluarga.

Jenazah Daniyal digendong oleh ayahnya dari mobil jenazah menuju kompleks pemakaman.

Ibu Daniyal, Amalia, tak kuasa menahan sedih melepas kepergian anak bungsunya.

Amalia berusaha tegar menyaksikan anaknya berusia 1 tahun 4 bulan dimasukkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Daniyal tiba di pemakaman keluarga Delingan sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya Daniyal diterbangkan dari rumah duka di Jakarta pada pukul 07.00 WIB. 



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul FOTO-FOTO Sosok Lelaki Bersorban Putih Dikaitkan-kaitkan dengan Foto Abu Rara,Ini Penjelasan Wiranto, https://wartakota.tribunnews.com/2019/10/11/foto-foto-sosok-lelaki-bersorban-putih-dikaitkan-kaitkan-dengan-foto-abu-rara-orang-dekat-wiranto?page=all.

Editor: Suprapto

Wiranto Penusukan Wiranto Banten ISIS Paham ISIS Suami Istri Abu Rara Kampung Sawah Pandenglang Banten Viral Pria Bersorban Mirip abu Rara


Related Post



Loading...