Advertisement

Fakta-fakta Menarik Seputar Penusukan Wiranto Kemarin, Abu Rara Konsumsi Narkoba Hingga ingin ke Suriah !

Fakta-fakta Menarik Seputar Penusukan Wiranto Kemarin, Abu Rara Konsumsi Narkoba Hingga ingin ke Suriah !
(Tribunnews.com : Google)
Editor: Malda Berita Viral —Jumat, 11 Oktober 2019 14:43 WIB

Terasjabar.id - Masih ingat dengan Kejadian Penusukan Terhadap Bapak Wiranto di Pandeglang, Ada Beberapa Fakta Menarik yang mungkin belum ketahui nih guys ! dari Seorang Abu Rara Tersangka Penusukan Bapak Wiranto, Oke Langsung Saja Guys ini Fakta-fakta Menarik Soal Abu Rara, Pernah Konsumsi Narkoba hingga ingin ke Suriah, Berikut Fakta-faktanya yang Dilansir Terasjabar dari Tribunnews.com Guys ! : 

    

1. Pernah Konsumsi Narkoba

Abu Rara merupakan kelahiran pria Medan tahun 1968.

Saat ini, dia baru berusia 51 tahun.

Abu Rara dikenal pintar dan cerdas.

Dia menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas ternama di Sumatera Utara.

Kala itu, SA dan tinggal di Jalan Alfakah, Kelurahan Tanjung Mulia, Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Saat usianya 27 tahun, SA menerima dengan yang pertama, yaitu Netty pada tahun 1995.

Menginap hanya untuk 3 tahun.

Mereka bercerai.

Hal tersebut membuat Abu Rara frustasi dan mengonsumsi narkoba jenis pik kurtak.  

Dia juga sering ikut judi togel.

"Sampai hitam keningnya disundutnya dengan api setelah makan 12 butir kurtak. Itu di depanku," cerita Alex (39), sahabat SA di Medan.

2. Hijrah ke Malaysia

Tak lama dimulai, sekitar tahun 1999, Abu Rara berangkat ke Malaysia.  

Sepengetahuan Alex, Abu Rara di Malaysia hanya untuk jalan-jalan.  

Dia juga tak tahu dengan siapa selama lima bulan di Malaysia.

Sepulangnya dari Malaysia itu lah penampilan Abu Rara berubah.

Ia menggunakan peci dan terlihat lebih agamis.

Abu Rara juga disebut rajin ke musala untuk mengisi pengajian.

Namun, dia kemudian menarik diri karena ceramah yang disampaikan tidak disukai warga.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya SA membuka depot air hingga rental PlayStation.

Meskipun begitu, semua bisnisnya gagal.

Ia pun bekerja serabutan.

3. Larikan Anak Gadis Orang

Sekitar tahun 2000-an, Abu Rara menikah untuk kedua kali dengan Yuni.

Mereka menikah 'tembak' di Hamparan Perak, Deli Serdang.

Dari hasil pernikahan keduanya tersebut, Abu Rara dikaruniai dua anak perempuan.

Namun, pernikahan tersebut tidak disetujui oleh orangtua Yuni.

Abu Rara dilaporkan polisi karena membawa anak gadis orang.

Lantas, dia dipenjara selama tiga bulan.

Yuni pun diambil paksa oleh orangtuanya saat anak keduanya masih berumur 10 hari.

"Orangtua Yuni kan tak setuju dengan hubungan mereka. Keluarga Yuni berontak. Diambil lah Yuni sama orangtuanya, dikasuskan dia sama orangtuanya karena melarikan orang. Dipolisikan," kata Alex.

4. Ngaku Ingin ke Suriah

Dua sahabat karib tersebut kembali bertemu pada tahun 2013.

Kepada Alex, Abu Rara juga bercerita proyek yang ia garap di Sulawesi Selatan batal.

Padahal menurutnya, keuntungan proyek tersebut rencananya akan digunakan untuk pergi ke Suriah.

"Kalau itu jadi, nanti akan digunakannya untuk pergi ke Suriah. Kalau saya, jihad itu ya untuk keluarga," kata Alex menirukan omongan sahabatnya.

5. Menolak Pancasila

Kepada Kompas.com, Kamis (10/10/2019), Alex bercerita terakhir kali bertemu dengan Abu Rara dan keluarganya pada tahun 2015.

Alex mengatakan, saat itu Abu Rara juga menyebut dirinya tidak menyukai Pancasila.

Pemimpin-pemimpin disebutnya kafir.

Di situ, dia tidak sepakat dan mengaku NKRI harga mati.

"Dia nunjukin seperti bendera, panji hitam itu. Menolak Pancasila, tapi saya berbeda pendapat. Saya tetap NKRI harga mati," kata Alex.

Di tahun 2015, dia ketemu dengan istrinya yang bercadar.

Ia bersama dua orang anak perempuannya, dan juga istri serta dua anak laki-lakinya tinggal sekitar dua bulan di Alfakah VI.

"Sampai akhirnya dia meninggalkan rumah itu. Tak tahu kemana. Sampai akhirnya sekarang. Tak tahu aku sampe segini. Berarti tekat dia sudah bulat. Gemblung," ujar Alex.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sosok SA, Penusuk Wiranto di Mata Sahabat, Tolak Pancasila dan Ingin ke Suriah

6. Rumah Digusur

Kondisi rumah Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31), menentang penikaman terhadap Wiranto Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (10/10/2019).
Kondisi rumah Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31), pelaku penikaman terhadap Wiranto Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (10/10/2019). (Tribunnews.com/Hari Darmawan)

Abu Rara sempat kembali dan tinggal di Jalan Alfakah, Kelurahan Tanjung Mulia, Hilir, Kecamatan Medan Deli pada tahun 2015 lalu selama dua bulan.

Ia tinggal dengan istrinya yang bercadar bersama dua anak perempuan dan dua anak lelaki.

Dua tahun lalu, rumah tersebut digusur untuk pembangunan jalan tol Tanjung Mulia-Helvetia.

"Itu lah sejak digusur ya pergi mereka semua. Tak tahu lah kemana. Katanya ke Jawa. Sekarang ya kek gitu lah bekas pakai Peternakan," kata Silfi, tetangga SA di Medan.

Saat ini, lokasi bekas rumah Abu Rara hanya tersisa rumput dan pohon jambu yang berbuah.  




Wiranto Wiranto Ditusuk Wiranto Diserang jokowi jenguk RSPAD Kunai Naruto Jepang Anime Fakta Fakta Penusukan Wiranto Suriah Narkoba


Related Post



Loading...