Advertisement

Kata UGM, Pembatalan Kuliah Umum di Masjid Kampus Bukan Karena UAS

Kata UGM, Pembatalan Kuliah Umum di Masjid Kampus Bukan Karena UAS
Ustaz Abdul Somad -- Foto: Agung Pambudhy
Editor: S.N.A Hot News —Jumat, 11 Oktober 2019 08:36 WIB

Terasjabar.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan duduk perkara pembatalan kuliah umum dengan pembicara Ustaz Abdul Somad (UAS). Kuliah umum itu diadakan Takmir Masjid Kampus UGM yang sedianya digelar pada Sabtu (12/10/2019) besok.

Dilansir dari Detik.com, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani, mengatakan pembatalan itu bermula saat Rektor UGM, Panut Mulyono, menerima surat undangan dari takmir untuk menghadiri kuliah umum UAS. Namun Panut tak bisa menghadirinya.

"Jadi awalnya Pak Rektor mendapatkan undangan dari panitia untuk menghadiri acara tersebut. Lalu setelah menimbang beberapa hal, Rektor Universitas Gadjah Mada kemudian menyampaikan tidak akan hadir," kata Iva.

Tak hanya itu, tutur Iva, Panut juga menghendaki agar kuliah umum UAS di Masjid Kampus dibatalkan. Keputusan itu diambil setelah pimpinan kampus mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk dalam menimbang pro-kontra yang terjadi.

"Alasannya (pembatalan kuliah umum UAS) lebih kepada untuk menjaga keselarasan kegiatan akademik - kegiatan nonakademik dengan jati diri UGM, lebih pada acara itu," jelasnya.

Selain untuk mengantisipasi pro-kontra, lanjut Iva, pembatalan kuliah umum juga karena salah satu pembicara, yakni Prof Heddy Shri Ahimsa Putra mengundurkan diri. Padahal awalnya konsep kuliah umum akan diisi dua narasumber, Prof Heddy dan UAS.

"Lalu kemudian muncul beberapa pendapat di internal dan eksternal kampus. Lalu kemudian pimpinan Universitas mengambil kebijakan seperti itu," ujar Iva.

Iva menegaskan pembatalan kuliah umum ini bukan karena UGM tak bersedia menerima kehadiran UAS di kampus. Menurutnya, alasan pembatalan lebih dikarenakan tak sesuainya konsep acara, sehingga pimpinan kampus membatalkan acara tersebut.

"Sebenarnya (pembatalan kuliah umum) bukan (karena) pembicaranya (UAS), tapi lebih ke acaranya. Karena memang satu-dua pembicara, lalu Prof Heddy Ahimsa mengundurkan diri," papar Iva.

"Itu (pengunduran diri Prof Heddy) menjadi salah satu pertimbangan yang kemudian pimpinan Universitas mengambil kebijakan 'oke saat ini acara tanggal 12 (Oktober) itu sebaiknya dibatalkan dulu'," lanjutnya.

Iva kembali menegaskan bahwa UGM tak alergi dengan sosok UAS. Bahkan, kata Iva, tidak menutup kemungkinan kampus beralamat di Bulaksumur ini suatu saat akan mengundang sang dai, tentunya dengan konsep acara yang berbeda.

"Seperti kemarin yang saya sampaikan pada teman-teman juga, bahwa tidak menutup kemungkinan kok suatu saat UGM membuat satu acara dengan mengundang Ustaz Abdul Somad," katanya.

Namun Iva belum bisa memastikan kapan UGM mengundang UAS ke kampus. "Kemungkinan itu (mengundang UAS) ada. Tetapi kapan direalisasikan, dalam bentuk seperti apa, itu kan ya akan kita diskusikan dan pikirkan lagi," terangnya.

Dalam kesempatan itu Iva juga menanggapi adanya tudingan dari pihak takmir yang menyebut pembatalan kuliah umum UAS dikarenakan pimpinan kampus didesak oleh alumni. Iva membantah tudingan itu.

"Nggak ada, nggak ada (desakan pembatalan kuliah umum UAS dari alumni UGM)," tegas Iva.

"Ya kalau alumni yang tergabung dalam netizen (kemudian muncul) pro-kontra itu kan banyak. Maksudnya dalam netizen di dunia maya, lalu ada yang pro dan ada yang kontra itu banyak. Tapi (sikap alumni) secara resmi itu yo nggak ada," sambungnya

Keterangan berbeda disampaikan Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab. Menurutnya, pembatalan kuliah umum UAS berangkat dari desakan para alumni kepada pihak kampus. Akhirnya kampus mengalah dan mematuhi desakan itu.

Desakan itu terkuak ketika Mashuri bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso Marsono dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM, Bambang Agus Kironoto, Rabu (9/10).

Bahkan, kata Mashuri, dalam pertemuan itu pimpinan kampus menyebut nama petinggi negara ada dibalik pembatalan kuliah umum UAS. Salah satu pejabat yang dimaksud ialah Mensesneg, Pratikno. Namun Mashuri tak mempercayainya.

Iva membenarkan telah ada pertemuan antara Mashuri dan Djagal pada Rabu (9/10) pagi. Pertemuan tersebut juga dihadiri Bambang. Namun Iva tak mengetahui apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.

"Ada pertemuan internal (pengurus takmir dengan pimpinan Universitas). Tetapi hasil pertemuannya seperti apa dan hasil kesepakatannya seperti apa saya juga tidak mengetahui. Karena memang saya tidak berada di sana," pungkas dia.

Masjid Kampus UAS ustad abdul somad UGM


Related Post



Loading...