Advertisement

Update Penusukan Wiranto - Polisi Temukan Barang ini di Brebes Rumah Pelaku, Kuatkan Pelaku Terpapar Paham ISIS

Update Penusukan Wiranto - Polisi Temukan Barang ini di Brebes Rumah Pelaku, Kuatkan Pelaku Terpapar Paham ISIS
Tribunnews.com
Editor: Malda Hot News —Kamis, 10 Oktober 2019 17:01 WIB

Terasjabar.id - Update Penusukan Wiranto - Polisi Temukan Barang ini di Brebes Rumah Pelaku, Kuatkan Pelaku Terpapar Paham ISIS

Pelaku yang Terekam Kamera dan Disaksikan Orang Banyak saat Melakukan Penusukan Adalah Seorang Suami Istri, Mereka Berdua Membawa Senjata Seperti Kunai / Senjata Untuk Ninja di Jepang. di Pandenglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Berdasarkan Informasi yang Beredar Keduanya Tinggal di Sebuah Kontrakan yang Nama Kedua Pelaku adalah SA alias Abu Rara dan FA.Abu Rara disebut lahir pada 24 Agustus 1968 di Medan, sedangkan FA lahir pada 5 Mei 1998 di Brebes, Rumah kontrakan itu berada di kawasan Kampung Sawah, Pandenglang Banten.

Tepatnya, dekat lokasi Alun-alun Menes.Ternyata, pasangan suami istri itu masih terhitung baru tinggal di sana.Mereka disebut baru mengontrak di sana pada Februari 2019.

Dilansir dari Tribunjabar.id dan Tenyata Rumah Asli pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto, Syahri Alamsyah alias Abu Rara, di Jalan Alfakah V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Medan, digeledah polisi Kamis (10/10/2019).

Kini Abur Rara pun sedang ditahan Polres Pandeglang setelah ia ditetapkan sebagai tersangka penusukan Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis siang.

Di lokasi, puluhan warga berhamburan keluar rumah dan melihat kondisi rumah pelaku.

Sementara petugas kepolisian, kepala lingkungan setempat serta pihak pemerintah setempat terlihat di kediaman Syahril.

Rumah berpagar cokelat, yang memiliki pohon nangka dan mangga dipadati oleh petugas kepolisian setempat.

Syahril dikenal sebagai sosok yang aktif di lingkungan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lingkungan V, Tanjung Mulia Hilir, Rizaldi.

Ia mengatakan, sejak lahir ia (Syahril) memang orang sini asli.


Abu Rara pelaku penusukan Wiranto
Abu Rara pelaku penusukan Wiranto (ISTIMEWA)

Beliau sudah dua kali berumahtangga dan dikaruniai anak dua.

"Kalau Syahril sendiri pada tahun 2017 ia merantau. Ia ramah. Pekerjaan sehari-hari ya mocok-mocok," ujarnya saat ditemui Tribun Medan di lokasi.

Terkait tentang sosok Syahril di lingkungan, Rizaldi menuturkan bahwa ia rajin bergaul dengan masyarakat.

"Kalau ini rumah kakak iparnya Sukarman, ini yang tinggal sekarang istrinya saja, karena Sukarman sudah lama meninggal dunia," jelasnya.

Begitu mendapat kabar Syahril warga sini, lanjut Rizaldi, langsung cek ke rumahnya.

"Saya mau cari tahu, apakah ia benar warga sini. Makanya saya masuk ke Keluarga ini. Setahu saya bagus ia dalam bertutur dan sopan," pungkas pria bertubuh gempal ini. 








View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id) on



Rumah Fitri Andriana di Brebes digeledah

Abu Rara tidak sendiri saat beraksi menusuk Wiranto. Ia bersama seorang wanita bernama Fitri Andriana (21).

Polres Brebes menggeledah rumah orang tua Fitri Andriana, Kamis siang (10/10/2019).

Setibanya di rumah Fitri Andriana di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, sejumlah aparat langsung berjaga di sekeliling area rumah.

Dilansir dari Tribunjateng.com, petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan Fitri Andriana terpapar paham radikal.

Perangkat Desa Sitanggal, Wartono, mengatakan polisi menyita barang bukti berupa enam anak panah, satu busur, dan satu dus buku-buku.

Warga menyaksikan penggeledahan rumah orangtua Fitria Andriana pelaku penusukan Wiranto di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (10/10/2019).
Warga menyaksikan penggeledahan rumah orangtua Fitria Andriana pelaku penusukan Wiranto di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (10/10/2019). (TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN)


Namun, dia tidak tahu pasti judul dan isi buku yang diamankan petugas.

"Tadi saya lihat ada enam anak panah, busur, dan buku satu dus yang diamankan polisi.

Cuma saya tidak tahu buku itu judul dan isinya apa saja," tuturnya kepada Tribunjateng.com.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian dari Satreskrim Polres Brebes masih berada di dalam rumah bersama orangtua pelaku, Sunarto dan Charty.

Di luar rumah, ratusan warga yang merupakan tetangga pelaku ramai berkumpul.

Mereka ingin menyaksikan proses penggeledahan yang dilakukan petugas.

"Ya, saya dan suami penasaran ingin lihat rumah Fitria. Setelah tadi di televisi ramai berita penusukan Pak Wiranto, ada polisi yang ke sini. Jadi kami juga segera datang ke sini," terang seorang tetangga Fitria yang meminta namanya disimpan.

Diketahui, dua pelaku penusukan Wiranto ternyata sepasang suami istri yang berusia masing-masing 31 tahun dan 21 tahun.

Identitas penusuk Menkopolhukam Wiranto, foto-fotonya nyebar
Identitas penusuk Menkopolhukam Wiranto, foto-fotonya nyebar (Kolase Tribun Jabar (Istimewa dan Instagram/wiranto.official))

Kedua pelaku itu nekat menikam Wiranto sesaat setelah turun dari mobil di alun-alun Menes, Pandeglang.

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku perempuan bernama Fitri Andriana.

Perempuan berusia 21 tahun ini lahir di Brebes, 5 Mei 1998.

Dalam kartu tanda penduduk (KTP) miliknya, Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes.

Di Pandeglang. Fitri tinggal di Kampung Sawah.

Sang suami yang juga eksekutor penusuk Wiranto yakni Syahril Amansyah alias Abu Rara.

Abu Rara lahir di Medan, 24 Agustus 1988.


Dia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Keduanya langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Menes.

Peristiwa penusukan terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, seusai Wiranto menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.

Seorang warga, Madrain (27) menyebut detik-detik penusukan terjadi sekitar pukul 12.00.

Saat itu, Wiranto baru turun dari mobil untuk naik helikopter kembali ke Jakarta.

"Rombongan berhenti, beberapa orang ikut menjaga Wiranto ketika turun dari mobil, Tiba-tiba ada satu orang tidak dikenal menusuk Pak Wiranto. lalu ada satu orang perempuan juga berusaha untuk menusuk," kata Madrain kepada wartawan di Alun-alun Menes.

Seusai ditusuk, Wiranto langsung ambruk.

Sesuai yang dilihat Madrain, Wiranto ditusuk di bagian perut menggunakan pisau.

Wiranto mengalami luka di bagian perut.

Direktur RSUD Berkah Pandeglang, Firmansyah sudah mengungkapkan kondisi terbaru Wiranto.

Firmansyah mengatakan, kondisi Wiranto setelah telah stabil.

"Alhamdulillah sejak beliau datang ke RSUD Berkah dalam kondisi sadar. Sudah kami tangani dengan tim medis, kondisinya stabil," ujar Firmansyah dalam telewicara dengan KompasTV.

Saat ini, Wiranto juga telah dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto




Wiranto Penusukan Wiranto Banten ISIS Paham ISIS Suami Istri Abu Rara Kampung Sawah Pandenglang Banten Brebes medan Rumah Kedua Pelaku Paham Radikal ISIS


Related Post



Loading...