Advertisement

Sanghyang Kenit, Wisata Goa Alam Purba Menyejukkan Mata di Gersangnya Saguling

Sanghyang Kenit, Wisata Goa Alam Purba Menyejukkan Mata di Gersangnya Saguling
(Foto: Terasjabar.id)
Editor: Dea Teras KBB —Jumat, 4 Oktober 2019 13:43 WIB

Terasjabar.id - Membicarakan destinasi wisata alam di Kabupaten Bandung Barat (KBB), seakan tak ada habisnya. Tak melulu yang sudah dikenal, destinasi yang masih minim jamahan manusia pun cukup banyak.

Di kawasan PLTA Saguling, Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, ada satu tempat wisata alam yang memanjakan mata, bernama Sanghyang Kenit.

Sanghyang Kenit, yang dari tulisannya kental akan makna luhur khas sunda jaman dulu, menjadi alternatif wisata alam guna melepas penat dan lelah.

Konon, nama Sanghyang Kenit berasal dari kata 'kenit' yang berarti arus yang memutar, versi lainnya yakni berasal dari nama domba kenit yang memiliki corak sabuk melingkar di badannya. Hewan itu dijadikan sesembahan oleh leluhur adat dan disembelih di area wisata sekarang.

Topografi alam di Sanghyang Kenit tak berbeda jauh dengan saudaranya, Sanghyang Heuleut, Sanghyang Poek, ataupun Sanghyang Tikoro.

(Foto: Terasjabar.id)

Suguhan pemandangan tebing batu purba mengelilingi aliran air yang tertahan dan dikendalikan oleh bendungan PLTA Saguling. Cenderung memiliki arus tenang dengan kedalaman dangkal di beberapa sisi, Sanghyang Kenit cocok jadi arena bermain air anak-anak.

Saban hari libur, rombongan keluarga dari berbagai daerah mengunjungi Sanghyang Kenit. Kendati aksesnya tidak terlalu bagus, namun tak menyurutkan niat pelancong lokal untuk bertamasya.

Biaya masuknya pun relatif murah. Tiap orang hanya dipungut uang sebesar Rp 5000 ditambah biaya parkir Rp 2000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Satu hal yang membuat Sanghyang Kenit berbeda dengan wisata air lainnya, yakni wisata goa bagi penyuka ekstremsport. Mulut goa yang tak jauh dari bibir sungai, bisa langsung dijamah para pelancong.

Goa yang dijelajahi wisatawan semula merupakan tempat aliran sungai bawah tanah dengan reruntuhan batuan kapur. Sesaat masuk ke dalam, suasana gelap, pengap, serta senyap langsung menyergap.

Pemandu bakal mengarahkan pengunjung ke rute yang sangat sering dilalui, dengan perkiraan jarak sekitar 700 meter. Ketinggian goa yang berbeda, membuat pengunjung dipaksa merunduk, bahkan berjalan jongkok.

Belum lagi denga rute melewati genangan air Citarum Purba setinggi perut yang masih menjadi habitat berbagai jenis ikan seperti baung dan gabus. Siapkan stamina dan lampu senter, meskipun pemandu akan memberikan fasilitas helm dan pelampung.

(Foto: Terasjabar.id)

Perjalanan menelusuri gua akan memakan waktu sekitar 45 menit. Bila air sedang tinggi, wisatawan bisa melakukan tubing dari Sanghyang Tikoro yang menjadi pintu keluar gua menuju titik awal Sanghyang Kenit.

Pengunjung yang ingin masuk gua, akan dipandu oleh pemandu lokal dengan tarif Rp 150 ribu perorang. Penelusuran gua eksotis ini cukup menantang, karena melewati celah gua yang sempit dan licin.

Perjalanan wisata kian sempurna ketika dipungkas dengan menjaja nasi liwet yang disediakan warga Kampung Cisameng dan pisang yang tumbuh di bantaran sungai.

Doddy Aang Satibi (24), pengelola tempat wisata Sanghyang Kenit mengatakan, saat ini ada puluhan warga di Kampung Cisameng yang mengais rezeki dengan hadirnya wisata baru ini.

"Sangat terasa bagi masyarakat, walau nilainya belum besar karena masih merintis. Tapi bisa menjadi sampingan di kala pemuda yang masih sulit bekerja, ibu-ibu membuka warung dan ibu PKK menjadi penyedia nasi liwet pesanan para pengunjung," ujar Doddy saat ditemui di lokasi.

Rencananya, pihak pengelola akan menambah fasilitas lainnya. Seperti wisata water line, panjat tebing, dan hammocking.

"Perlahan, tapi kita akan benahi dulu soal akses jalan dari parkiran ke lokasi Sanghyangkenit, meski baru beberapa bulan sudah ada ribuan wisatawan di akhir pekan, bahkan ada dari Mancanegara seperti dari Cina dan Singapura," tuturnya.


(SDK)

Sanghyang Kenit Wisata Goa Alam Purba Saguling Bandung Barat


Related Post



Loading...