Advertisement

Samsung Tutup Seluruh Pabrik di China

Samsung Tutup Seluruh Pabrik di China
Persaingan yang ketat dari merek lokal tidak lagi ekonomis bagi Samsung memproduksi ponsel di China. (Foto: GSM Arena)
Editor: Dea Teras Bisnis —Kamis, 3 Oktober 2019 17:48 WIB

Terasjabar.id - Samsung menutup seluruh produksi di China setelah pengumuman penutupan pabrik terakhir di negara tersebut. Keputusan ini diambil akibat ketatnya persaingan dengan produsen lokal.

Padahal, pada 2017 pabrik Huizhou membuat 64 juta unit ponsel. Sementara secara global Samsung memproduksi 394 juta unit. Pada 2011, pabrikan membuat 70 juta ponsel, sementara di Tianjin menghasilkan 56 juta unit.

Dikutip GSM Arena, Kamis (3/10/2019), penutupan pabrik ini bukan berarti Samsung akan keluar dari China. Produsen elektronik Korea Selatan ini tetap akan menjual ponsel di sana.

Namun, persaingan yang ketat dari merek lokal tidak lagi ekonomis memproduksi ponsel di negara tersebut. Menurut seorang analis di Cape Investment and Securities Park Sung-soon, pangsa pasar Samsung telah menyusut ke angka 1 persen karena konsumen di China beralih ke merek lokal yang lebih terjangkau dan Huawei atau Apple bagi model premium.

Peralatan produksi dari pabrik China akan dipindahkan ke fasilitas lain di seluruh dunia. Di mana perusahaan telah memperluas kapasitas produksinya di negara-negara, seperti India dan Vietnam karena biaya produksi yang lebih rendah di sana.

Penjualan Samsung di China terdiri atas perangkat ODM di masa mendatang. Artinya, ponsel dibuat oleh pabrik non-Samsung dengan linsesi. Misalnya, Galaxy A10 yang dibuat oleh Jianxing Yongrui Electron Technology.

Penutupan pabrik di China bukan hanya dilakukan Samsung. Sony awal tahun ini memutuskan untuk menutup pabrik di Beijing.

(inews.id)

Samsung Tutup Pabrik China


Related Post



Loading...