Advertisement

Sejarah, Puan Maharani Perempuan Pertama Ketua DPR

Sejarah, Puan Maharani Perempuan Pertama Ketua DPR
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani. (Foto: iNews.id)
Editor: Dea Hot News —Selasa, 1 Oktober 2019 19:21 WIB

Terasjabar.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PDI Perjuangan Puan Maharani bakal mengukir sejarah dalam politik Indonesia. Jika tidak ada perubahan, mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu akan menjadi perempuan pertama yang menjabat ketua DPR.

Nama Puan telah diusulkan PDIP untuk menjadi ketua DPR periode 2019-2024. Sebagai pemenangan Pemilu 2019, posisi pucuk pimpinan lembaga legislatif itu memang jadi hak PDIP. Puan bahkan telah memastikannya.

"Yang pasti nantinya ini akan pecah telur, baru akan ada perempuan pertama menjadi ketua DPR setelah 74 tahun," kata Puan dalam konferensi pers di ruang Fraksi PDIP kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Puan Maharani dan Menseskab Pramono Anung dalam pelantikan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/10/2019). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat).

Sebagai perempuan pertama di kursi Ketua DPR, Puan berharap langkahnya bisa menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia untuk tidak takut terjun ke dunia politik. Menurutnya, politik bukan hal tabu bagi perempuan.

”Dinamika politik berkembang sangat dinamis dan ternyata bisa juga menghasilkan perempuan-perempuan yang nantinya bisa membawa manfaat bagi Indonesia,” kata putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini.

Puan belum bersedia berbicara banyak soal strategi pimpinan DPR ke depan, terutama untuk menggenjot produktivitas kerja parlemen. Pasalnya, dia baru akan dilantik sebagai Ketua DPR malam nanti.

“Jadi terkait hal-hal yang akan dilakukan pimpinan baru ke depan tentu saja nanti setelah pelantikan, baru bisa kami sampaikan,” ucap Puan.

Menurutnya, sejak Senin (30/9/2019) dirinya tidak lagi menjabat sebagai Menko PMK. Mantan anggota DPR itu juga mengaku sudah pamit kepada Presiden Joko Widodo untuk mengundurkan diri dari kabinet.

"Kemarin saya sudah izin pamit kepada presiden untuk mengundurkan diri sebagai Menko PMK untuk bisa dilantik pada 1 Oktober sebagai anggota DPR," katanya.

Daftar Ketua DPR:

1. Sartono.
Partai: PNI
Menjabat: 22 Februari 1950-26 Maret 1956 (3 kali kepemimpinan).

2. Zainul Arifin.
Partai: NU
Menjabat: 26 Juni 1960 13 Januari 1963

3. Arudji Kartawinata.
Partai: PSII
Menjabat: 13 Januari 1963-Februari 1966

4. Mursalin Daeng Mamangung.
Partai: - (militer).
Menjabat: Februari 1966-17 Mei 1966.

5. Achmad Sjaichu.
Partai: NU.
Menjabat: 17 Mei 1966- 28 Oktober 1971.

6. Idham Chalid.
Partai: NU.
Menjabat: 28 Oktober 1971-1 Oktober 1977.
Wakil: Sumiskum, Djaelani Naro, Domo Pranoto, Kartidjo, Mohammad Isnaeni.

7. Adam Malik.
Partai: Golkar.
Menjabat: 1 Oktober 1977-23 Maret 1978.
Wakil: Mashuri Saleh, Achmad Lamo, Masjkur Kartidjo, Mohammad Isnaeni.

8. Daryatmo.
Partai: Golkar.
Menjabat: 23 Maret 1978-1 Oktober 1982.
Wakil: Mashuri Saleh, Achmad Lamo, Masjkur Kartidjo, Mohammad Isnaeni.

9. Amir Mahcmud.
Partai: Golkar.
Menjabat: 1 Oktober 1982-1 Oktober 1987.
Wakil: Kharis Suhud, Amir Murtono, Hardjantho Soemodisastro, Nuddin Lubis, Soenandar Prijosoedarmo.

10. Kharis Suhud.
Partai: Golkar.
Menjabat: 1 Oktober 1987-1 Oktober 1992.
Wakil: Syaiful Sulun, Raden Sukardi, Raden Soeprapto Soerjadi, Djaelani Naro.

11. Wahono
Partai: Golkar
Menjabat: 1 Oktober 1992-1 Oktober 1997.
Wakil: Ismail Hassan Metareum, Ahmad Amiruddin, Soerjadi Soetedjo.

12. Harmoko.
Partai: Golkar.
Menjabat: 1 Oktober 1997-1 Oktober 1999.
Wakil: Syarwan Hamid, Abdul Gafur, Ismail Hassan Metareum, Fatimah Achmad, Poedjono Pranyoto.

13. Akbar Tanjung.
Partai: Golkar
Menjabat: 1 Oktober 1999-1 Oktober 2004.
Wakil: Soetardjo Soerjogoeritno, Khofifah Indar Parawansa, Muhaimin Iskandar (PKB), AM Fatwa (PAN).

14. Agung Laksono.
Partai: Golkar.
Menjabat: 2 Oktober 2004-1 Oktober 2009.
Wakil: Soetardjo Soerjogoeritno, Muhaimin Iskandar, Zaenal Maarif.

15. Marzuki Alie.
Partai: Demokrat.
Menjabat: 2 Oktober 2009-1 Oktober 2014.
Wakil: Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, Anis Matta, Marwoto Mitrohardjono, Taufik Kurniawan, Sohibul Iman.

16. Setya Novanto.
Partai: Golkar.
Menjabat: 2 Oktober 2014-16 Desember 2015.
Wakil: Fadli Zon, Agus Hermanto, Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah, Utut Adianto.

17. Fadli Zon.
Status: Pelaksana tugas.
Partai: Gerindra.
Menjabat: 18 Desember 2015-11 Januari 2016.

17. Ade Komaruddin.
Partai: Golkar.
Menjabat: 11 Januari 2016-30 November 2016.

18. Setya Novanto
Partai: Golkar
Menjabat: 30 November 2016-11 Desember 2017.

• (dualisme kepengurusan Golkar berimbas pada posisi ketua DPR, terjadi pergantian antara Ade Komarudin dan Setnov).

19. Fadli Zon.
Status: Pelaksana tugas.
Partai: Gerindra.
Menjabat: 11 Desember 2017-15 Januari 2018.

20. Bambang Soesatyo.
Partai: Golkar
Menjabat: 15 Januari 2018-30 September 2019.

(inews.id)

Sejarah Puan Maharani Perempuan Pertama Ketua DPR


Related Post



Loading...