Advertisement

Jumat, 9 November 2018 16:59 WIB

Polisi Tangkap Sindikat Hacker yang Dilakukan Anak di Bawah Umur

Malda —0
Polisi Tangkap Sindikat Hacker yang Dilakukan Anak di Bawah Umur

Terasjabar.id - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap sindikat hacker yang melakukan peretasan pada situs-situs kantor swasta di daerah Sulawesi Tenggara (Sultra). Pembobol website itu ternyata dilakukan oleh sekelompok anak-anak di bawah umur.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap empat orang berinisial LYC alias Mr.l4m4 (19), MSR alias G03NJ47 (14), JBEK alias Mr. 4l0ne (16), dan HEC alias S3CD3C (13). Untuk pelaku LYC dilakukan penahanan dan tiga lainnya polisi memutuskan untuk melakukan penyelesaian pidana diluar pengadilan atau diversi karena pelaku di bawah umur.

"Kami melakukan penyelidikan dan kami bisa menangkap pelaku, pelaku kami tangkap dari beberapa daerah, Jambi, Cirebon kemudian di Mojokerto, kami melakukan penangkapan terkahir di Kediri,” kata Kasubdit II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Rickynaldo menjelaskan, para pelaku ini awalnya mendapatkan pelajaran membobol situs dari seseorang atau disebut dengan tutor. Saat ini, "pengajar" tersebut sedang diburu oleh aparat kepolisian.

"Para tutor mengajarkan bagaimana melakukan hack dengan teknik tertentu melalui grup Facebook," tutur dia.

Menurut Rickynaldo, setelah para "anak didik" berhasil meng-hack salah satu situs kantor swasta, maka mereka akan dimasukan ke dalam grup Facebook bernama Black Hat (Official).

Dalam aksi peretasannya, Rickynaldo menyebut bahwa situs yang dijebol kemudian dirusak dengan tulisan atau postingan yang mengandung unsur Suku, Agama, Ras dan Antar-Golongan (SARA) dan radikalisme.

"Ini sedang kami lakukan pendalaman karena hasil uploadnya tersebut atau hasil bajakan mengandung unsur SARA, radikalisme dan unsur lain," tutur dia.

Dalam hal ini, penyidik melakukan penyitaan sejumlah barang bukti antara lain empat unit handphone, tiga unit laptop, satu flashdisk, dan tiga lembar bukti pembayaran jaringan internet.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 50 Jo Pasal 22 huruf b undang-undang nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi atau Pasal 46 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) Jo pasal 30 ayat (1) ayat (2) ayat (3), pasal 48 ayat (1) Jo pasal 32 ayat (1) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Pelaku bisa dipidana 10 tahun penjara," tutupnya.

(Tika/Sumber:Okezone.com)

Polisi Sindikat Hacker Anak Dibawah Umur



Related Post



Comment